Kesehatan

Deteksi Dini Penyakit, 100 Karyawan PDAM Tirta Perwitasari Purworejo Ikuti Cek Kesehatan Gratis

12
×

Deteksi Dini Penyakit, 100 Karyawan PDAM Tirta Perwitasari Purworejo Ikuti Cek Kesehatan Gratis

Sebarkan artikel ini
Suasana kegiatan cek kesehatan gratis
Suasana kegiatan cek kesehatan gratis

PURWOREJO, purworejo24.com – Upaya menjaga kesehatan dan kebugaran karyawan terus dilakukan Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo. Sebanyak 100 karyawan mengikuti kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan di kompleks kantor PDAM Tirta Perwitasari Purworejo, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemerintah melalui Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, termasuk pekerja, terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sekaligus mendeteksi potensi penyakit sejak dini.

Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo, ST MSi, melalui Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan PDAM Tirta Perwitasari Purworejo, Jujur Prastowo, S.Kom., mengatakan kegiatan tersebut diawali dengan pemberitahuan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi terkait pelaksanaan skrining kesehatan bagi karyawan perusahaan.

“Dari jumlah karyawan yang ada, kami mendapatkan alokasi sebanyak 100 orang. Seluruh pembiayaan pemeriksaan menjadi tanggungan Kementerian Kesehatan. Kami dari perusahaan menyediakan tempat serta data nominatif peserta,” jelasnya.

Ia menyebutkan, PDAM Tirta Perwitasari Purworejo saat ini memiliki 141 karyawan. Dengan demikian, pemeriksaan kali ini baru menjangkau sebagian dari total karyawan yang ada.

Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Meranti dengan sejumlah layanan, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, tinggi dan berat badan, hingga gula darah.

Selain pemeriksaan dasar, tersedia pula pemeriksaan lanjutan sesuai indikasi dan hasil skrining, seperti kolesterol, pemeriksaan dahak, serta rontgen. Pemeriksaan rontgen diprioritaskan bagi karyawan yang berusia lebih tua.

Menurut Jujur, pemeriksaan lanjutan tersebut tidak diberikan secara seragam kepada seluruh peserta. Petugas medis terlebih dahulu melakukan skrining melalui wawancara mengenai riwayat kesehatan, keluhan, maupun faktor risiko penyakit.

“Misalnya, dalam skrining ditanyakan apakah dalam dua minggu terakhir mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh atau memiliki riwayat penyakit tertentu. Dari situ menjadi dasar bagi petugas untuk menentukan pemeriksaan lanjutan, termasuk tes dahak,” ungkapnya.

Jujur menambahkan, hasil pemeriksaan nantinya menjadi bahan evaluasi bagi karyawan untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Peserta yang terindikasi memiliki risiko penyakit akan mendapatkan arahan atau surat dari pihak Puskesmas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut secara rutin.

Bahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, peserta yang memiliki tekanan darah di atas normal disarankan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan tingkat pertama sesuai kepesertaan BPJS Kesehatan.

Ia menilai program tersebut memberikan manfaat besar bagi perusahaan maupun karyawan. Sebab, kondisi kesehatan seseorang tidak selalu dapat diketahui hanya berdasarkan apa yang dirasakan sehari-hari.

“Kadang kita merasa sehat-sehat saja, tetapi setelah diperiksa ternyata ada beberapa hal yang menjadi peringatan dan perlu diperhatikan. Bagi perusahaan, kegiatan ini sangat menguntungkan karena kondisi kesehatan karyawan bisa diketahui lebih dini,” katanya.

Pihaknya berharap karyawan yang mengetahui adanya indikasi gangguan kesehatan dapat segera menindaklanjutinya melalui fasilitas kesehatan sesuai prosedur BPJS Kesehatan. Dengan demikian, potensi penyakit dapat ditangani lebih awal dan tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

Terkait kondisi kesehatan karyawan di tengah maraknya isu penyakit flu, termasuk influenza tipe A, Jujur menyampaikan bahwa sejauh ini kondisi karyawan PDAM relatif baik. Hal itu juga terlihat dari minimnya pengajuan izin tidak masuk kerja karena sakit.

“Alhamdulillah, karyawan kami jarang yang terkena flu. Teman-teman yang bertugas di lapangan juga sejauh ini masih dalam kondisi sehat. Dari surat izin yang masuk, jumlah karyawan yang tidak masuk karena sakit juga relatif sedikit,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, pemeriksaan kesehatan di lingkungan kerja diharapkan tidak sekadar menjadi agenda sesaat, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran karyawan untuk menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.