Kesehatan

HUT ke 26 ARSADA, Dari Purworejo Mengabdi untuk Negeri, Perkuat Harapan Sehat Jawa Tengah Selatan

1
×

HUT ke 26 ARSADA, Dari Purworejo Mengabdi untuk Negeri, Perkuat Harapan Sehat Jawa Tengah Selatan

Sebarkan artikel ini
Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo Kabupaten Purworejo, dr. Tolkha Amaruddin, Sp.THT., M.Kes., C.Med.Sp.Kes
Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo Kabupaten Purworejo, dr. Tolkha Amaruddin, Sp.THT., M.Kes., C.Med.Sp.Kes

PURWOREJO, purworejo24.cim – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA) pada 3 November 2026 menjadi momentum bagi rumah sakit daerah untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memperluas akses layanan rujukan, serta menghadirkan pelayanan yang semakin humanis bagi masyarakat.

Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo Kabupaten Purworejo, dr. Tolkha Amaruddin, Sp.THT., M.Kes., C.Med.Sp.Kes., memaknai momentum tersebut sebagai penguatan semangat pengabdian rumah sakit daerah dalam menjaga kesehatan dan masa depan masyarakat.

Melalui refleksi bertajuk “Dari Purworejo Mengabdi untuk Negeri: RSUD dr. Tjitrowardojo, Harapan Sehat Jawa Tengah Selatan”, Tolkha menegaskan bahwa keberhasilan rumah sakit tidak semata-mata diukur dari kelengkapan fasilitas maupun kemajuan teknologi medis, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan pelayanan yang memberikan harapan dan rasa aman bagi pasien.

Menurutnya, setiap orang yang datang ke rumah sakit membawa harapan. Ada orang tua yang ingin anaknya kembali sehat, pekerja yang berharap bisa kembali beraktivitas, hingga lanjut usia yang ingin tetap menjalani kehidupan secara mandiri.

“Pengabdian rumah sakit memiliki arti yang jauh melampaui selesainya tindakan medis. Setiap upaya memulihkan kesehatan sesungguhnya ikut menjaga masa depan manusia,” menjadi pesan utama dalam refleksi tersebut.

Ia menjelaskan, rumah sakit daerah merupakan salah satu wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan publik. Karena itu, masyarakat harus mendapatkan pertolongan yang tepat, pemeriksaan yang teliti, informasi yang jelas, serta pelayanan yang menghormati martabat manusia.

Sebagai rumah sakit umum kelas B milik Pemerintah Kabupaten Purworejo dengan pola pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUD dr. Tjitrowardojo memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kemampuan pelayanan sekaligus menjaga keterjangkauan dan keberlanjutannya.

Salah satu arah pengembangan RSUD dr. Tjitrowardojo adalah memperkuat peran sebagai pusat rujukan regional di wilayah Jawa Tengah bagian selatan.

Penguatan tersebut tidak cukup hanya melalui penambahan gedung dan peralatan medis. Kesiapan sumber daya manusia, kompetensi tenaga kesehatan, teknologi, komunikasi antarfasilitas, serta kesinambungan pelayanan juga menjadi faktor penting.

Tolkha menilai, keberadaan rumah sakit rujukan regional diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan dan kemampuan layanan.

Dengan semakin kuatnya fasilitas rujukan di daerah, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak pilihan untuk mendapatkan penanganan medis tanpa harus menempuh perjalanan terlalu jauh.

Namun, penguatan jejaring rujukan juga harus dibarengi kolaborasi dengan puskesmas, klinik, dan rumah sakit lainnya. Komunikasi antarfasilitas, kejelasan informasi medis, serta mekanisme rujuk balik menjadi bagian penting dalam memastikan pasien memperoleh pelayanan berkesinambungan.

“Keberhasilan jejaring rujukan terletak pada kemampuan bersama mengantarkan pasien kepada pertolongan yang tepat, pada waktu yang tepat,” demikian salah satu penekanan dalam refleksinya.

Dalam momentum HUT ARSADA ke-26, Tolkha juga menekankan pentingnya membangun budaya pelayanan HEBAT, yakni Humanis, Empati, Berkualitas, Akuntabel, dan Terpercaya.

Lima nilai tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi slogan, tetapi benar-benar tercermin dalam perilaku seluruh jajaran rumah sakit.
Humanis berarti setiap pasien diperlakukan dengan hormat, privasi terjaga, dan memperoleh penjelasan yang mudah dipahami.

Empati diwujudkan melalui kesediaan tenaga kesehatan mendengarkan keluhan, memahami kecemasan pasien dan keluarga, serta memberikan respons yang tepat.

Berkualitas menuntut kompetensi, ketelitian, keselamatan pasien, dan proses pelayanan yang dapat diandalkan.

Akuntabel berarti setiap kewenangan dan penggunaan sumber daya harus dapat dipertanggungjawabkan, sedangkan Terpercaya dibangun melalui konsistensi antara informasi, janji, dan pelaksanaan pelayanan.

Menurut Tolkha, nilai-nilai tersebut harus dirasakan pasien sejak mencari informasi, menjalani pemeriksaan, mendapatkan tindakan medis, hingga kembali ke rumah.

Dalam refleksi lainnya bertajuk “HUT Ke-26 ARSADA: Menjadi HEBAT, Memastikan Tak Ada Pasien Merasa Sendiri”, ia mengingatkan bahwa pengalaman pasien merupakan salah satu cerminan kualitas pelayanan rumah sakit.

Pasien membutuhkan kepastian informasi, kejelasan alur, pendampingan, serta kesempatan untuk menyampaikan keluhan. Bahkan, hal sederhana seperti petunjuk arah yang mudah dipahami dan penjelasan mengenai waktu tunggu dapat memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik.

“Kepedulian menjadi nyata ketika rumah sakit bersedia meninjau kembali alurnya dari sudut pandang orang yang sedang sakit,” demikian pesan yang disampaikan dalam refleksi tersebut.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien, Tolkha juga menyoroti pentingnya memperhatikan kesejahteraan dan lingkungan kerja seluruh pegawai rumah sakit.

Dokter, perawat, bidan, apoteker, tenaga laboratorium, radiografer, tenaga rehabilitasi, petugas administrasi, kebersihan, keamanan, hingga tenaga penunjang lainnya merupakan bagian dari satu kesatuan pengabdian.

Mereka membutuhkan lingkungan kerja yang sehat, pembagian tugas yang wajar, kesempatan meningkatkan kompetensi, serta komunikasi antartim yang baik.

Kepemimpinan rumah sakit juga dituntut untuk hadir dan memahami persoalan nyata di lapangan, termasuk mendengarkan hambatan yang dialami petugas maupun pasien.
Sebab, perhatian terhadap pegawai dan kepedulian terhadap pasien merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam membangun pelayanan berkualitas.

Memasuki usia ke-26, ARSADA diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai motivator, fasilitator, dan advokator bagi rumah sakit daerah di seluruh Indonesia.

Kolaborasi antarrumah sakit perlu terus dikembangkan melalui pertukaran pengalaman, pembelajaran bersama, serta penguatan komunikasi dengan pemerintah pusat dan daerah.

Bagi RSUD dr. Tjitrowardojo, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan kesiapan pelayanan rujukan, penyederhanaan alur pelayanan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta perbaikan komunikasi dengan pasien dan keluarga.

Evaluasi juga perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari waktu tunggu, penanganan keluhan, hingga pengalaman pasien selama mendapatkan pelayanan.

Pada akhirnya, keberhasilan rumah sakit bukan hanya tentang seberapa modern fasilitas yang dimiliki, tetapi seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat.

Dari Purworejo, RSUD dr. Tjitrowardojo berkomitmen untuk terus memperkuat pengabdian dan memperluas manfaat pelayanan kesehatan bagi masyarakat Jawa Tengah bagian selatan.

“Setiap pasien yang tertolong membawa pulang harapan. Di situlah rumah sakit daerah ikut membangun masa depan negeri,” menjadi pesan penutup refleksi Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo dalam momentum HUT ke-26 ARSADA.

Dirgahayu ARSADA ke-26. Dari rumah sakit daerah, untuk kesehatan bangsa.


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.