PURWOREJO, purworejo24.com – Anggota DPRD Kabupaten Purworejo dan ketua Fraksi PKB Kabupaten Purworejo, H. Sohibal Untung, S.Sos terus menampung dan mengawal berbagai aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur di daerah.
Sejumlah persoalan krusial seperti perbaikan jalan, pembangunan jembatan, Jalan Usaha Tani (JUT), hingga talud tebing sungai menjadi fokus utama yang didesak warga untuk segera ditangani.
Salah satu fokus perbaikan yang banyak diusulkan warga adalah pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT). Infrastruktur ini dinilai sangat vital untuk mendukung kelancaran mobilitas petani, terutama saat mengangkut hasil panen agar roda perekonomian desa berjalan optimal.
Selain akses jalan dan jembatan, kondisi tebing sungai yang terancam longsor juga menjadi perhatian serius. Salah satu titik rawan yang menjadi sorotan berada di Desa Kaliurip, Kecamatan Kemiri.
Longsoran tebing sungai di wilayah tersebut dikhawatirkan kian meluas dan mengancam pemukiman warga serta fasilitas umum, seperti bangunan masjid di sekitarnya.
“Aspirasi yang masuk ke kami cukup banyak, mulai dari perbaikan jalan, jembatan, hingga senderan atau talud sungai. Di Desa Kaliurip, Kemiri, kondisi tebing sungai cukup mengkhawatirkan karena longsor sudah mendekati area masjid. Kami berencana melakukan survei lokasi langsung dalam minggu-minggu ini,” ujar H. Sohibal Untung, Minggu (26/7/2026).
Mengingat keterbatasan anggaran APBD Kabupaten Purworejo serta adanya efisiensi anggaran daerah, penanganan infrastruktur sungai skala besar tidak bisa sepenuhnya dibebankan pada APBD. Terlebih, kewenangan pengelolaan sungai besar berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Oleh karena itu, DPRD berkomitmen untuk membangun komunikasi lintas sektor guna memperjuangkan penanganan masalah ini ke tingkat provinsi maupun pusat.
“Masyarakat pada dasarnya menyampaikan aduan ke wakil rakyat tanpa memandang itu kewenangan daerah, provinsi, atau pusat. Karena anggaran daerah terbatas, kami akan berkoordinasi dengan wakil kita di tingkat provinsi dan pusat untuk mengusulkan penanganan dari BBWS,” terangnya.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi masyarakat, terlebih menjelang masuknya musim hujan yang meningkatkan risiko bencana longsor di sepanjang aliran sungai.
“Harapan kita tentu ingin penanganan ini bisa segera terealisasi. Walaupun prosesnya membutuhkan waktu, setidaknya ada kejelasan langkah sehingga masyarakat merasa tenang dan mendapatkan solusi atas masalah keamanan lingkungan mereka,” pungkasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









