PURWOREJO, purworejo24.com – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo terus berupaya menghidupkan kembali geliat desa wisata yang sempat meredup dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui program Dolan Desa Wisata (Doldeswita), Dinporapar melakukan kunjungan langsung ke desa-desa wisata guna memberikan pendampingan, evaluasi, sekaligus membangkitkan semangat para pengelola.
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinporapar Kabupaten Purworejo, Edi Nur Widyoko, S.T., menjelaskan bahwa sejak kepemimpinan Kepala Dinporapar yang baru, Bangun Erlangga Ibrahim, pihaknya memiliki misi untuk menguatkan kembali desa-desa wisata yang telah terbentuk di Purworejo.
“Saat ini terdapat 54 desa wisata yang tersebar di 16 kecamatan. Desa-desa wisata tersebut terakhir kali dilakukan penilaian dan kurasi sekitar tahun 2022 atau 2023. Pada akhir tahun 2026 ini kami berencana melakukan penilaian ulang untuk mengevaluasi perkembangan masing-masing desa wisata,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Menurut Edi, sebelum proses penilaian dilakukan, Dinporapar terlebih dahulu melakukan pemantauan lapangan melalui program Doldeswita.
Dalam kegiatan tersebut, tim Dinporapar berkunjung dan berperan layaknya wisatawan yang menikmati berbagai potensi dan atraksi yang dimiliki desa wisata.
“Setelah berwisata di lokasi, kami melakukan evaluasi dan memberikan masukan terkait aspek-aspek yang perlu ditingkatkan. Yang terpenting adalah memberikan motivasi agar desa wisata kembali bangkit dan berkembang,” katanya.
Hingga saat ini, Dinporapar telah mengunjungi sekitar 16 desa wisata dan menargetkan kunjungan rutin minimal satu kali setiap pekan. Salah satu lokasi yang baru-baru ini dikunjungi adalah Wisata Manggul Joyo di Desa Cacaban Kidul, Kecamatan Bener.
Edi menilai keberadaan desa wisata memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Selain membuka peluang usaha bagi warga, desa wisata juga berpotensi menarik investasi yang dapat mendukung pengembangan kawasan.
“Jika desa wisata berkembang, manfaat ekonominya akan dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Bahkan, apabila ada dukungan dari BUMDes maupun investor, tentu akan menjadi nilai tambah yang besar bagi desa wisata tersebut,” jelasnya.
Namun demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi pengelola desa wisata. Salah satu kendala utama adalah menurunnya jumlah kunjungan wisatawan pascapandemi Covid-19.
Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya pendapatan dan kemampuan pengelola dalam melakukan perawatan fasilitas wisata.
Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi persoalan. Berkurangnya aktivitas wisata membuat sebagian masyarakat yang sebelumnya aktif mengelola destinasi beralih mencari pekerjaan lain yang dianggap lebih menjanjikan sebagai sumber penghasilan utama.
“Dukungan dari desa yang menurun juga berpengaruh terhadap operasional desa wisata. Karena itu, kami berupaya memperkuat kolaborasi antar pihak agar pengelolaan wisata tidak berjalan sendiri-sendiri,” tambahnya.
Dalam setiap kegiatan Doldeswita, Dinporapar melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Setelah kunjungan lapangan, seluruh pihak diajak berdiskusi untuk mencari solusi dan terobosan yang dapat dilakukan bersama.
Menurut Edi, sinergi antar unsur tersebut sangat penting mengingat karakteristik dan kebutuhan setiap desa wisata berbeda-beda.
Pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan pemerintah desa setempat.
“Kami ingin menghidupkan kembali semangat kebersamaan. Desa, Pokdarwis, BUMDes, kecamatan, dan masyarakat harus bergerak bersama. Dengan adanya kolaborasi yang kuat, desa wisata akan lebih mudah berkembang dan berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui program Doldeswita dan rencana evaluasi pada akhir tahun 2026, Dinporapar berharap seluruh desa wisata di Kabupaten Purworejo kembali bergairah dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.
“Harapan kami terbentuk semangat wisata yang kuat di setiap desa. Jika semua pihak memiliki komitmen yang sama, desa wisata di Purworejo akan kembali tumbuh dan menjadi kebanggaan masyarakat,” pungkas Edi. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









