PURWOREJO, purworejo24.com — Madrasah Aliyah (MA) An-Nawawi kembali menggelar ALEA (Art, Literacy, English and Arabic) ke-6 dengan mengusung tema Budaya Nusantara.
Kegiatan tahunan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan hiburan bagi siswa, tetapi juga ruang untuk mengekspresikan seni, mengasah kemampuan literasi, sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia.
Ketua panitia ALEA ke-6, Lukman Hidayat, menjelaskan bahwa tema Budaya Nusantara dipilih untuk memberi ruang kepada para siswa menampilkan identitas budaya dari berbagai daerah yang mereka kenal dan pelajari.
“Peserta berasal dari latar belakang yang beragam. Melalui ALEA ini mereka diberi kesempatan menampilkan berbagai pertunjukan yang berkaitan dengan budaya-budaya di seluruh Nusantara,” kata Lukman pada Kamis (21/5/2026)
Rangkaian kegiatan ALEA berlangsung selama lima hari, mulai 17 hingga 21 Mei 2026. Setiap hari diisi agenda berbeda yang dirancang untuk memadukan kreativitas, kompetisi, dan penguatan kemampuan akademik siswa.
Hari pertama dibuka dengan seminar bertema literasi di Gedung Thoriqoh, Banjaran. Seminar tersebut menghadirkan narasumber Muhammad Nizar dari Yogyakarta yang membahas pentingnya literasi bagi pelajar, strategi menulis, hingga cara menggunakan media sosial secara bijak.
“Peserta seminar berasal dari siswa kelas X dan XI MA An-Nawawi,” kata Lukman
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai lomba internal yang dibagi menjadi kategori indoor dan outdoor. Untuk kategori indoor terdapat lomba storytelling, Musabaqah Qiraatul Kutub, kaligrafi, serta presenter.
Sementara kategori outdoor menampilkan lomba tari kreasi yang digelar di halaman utama madrasah.
Selain itu, terdapat tambahan lomba baru berupa pembuatan video profil MA An-Nawawi yang melibatkan kreativitas setiap angkatan.
Hari ketiga menjadi salah satu agenda yang paling menyita perhatian melalui pemilihan Mas Mbak Manawa 2026. Dalam kompetisi ini, peserta yang merupakan perwakilan dari tiap angkatan tampil mengenakan kostum budaya Nusantara.
Tidak sekadar berbusana, para peserta juga mempresentasikan filosofi budaya yang mereka tampilkan, mulai dari asal daerah hingga makna dari busana yang dikenakan.
“Setelah presentasi budaya, peserta melanjutkan dengan unjuk bakat untuk menentukan putra-putri terbaik MA An-Nawawi,” ujar Lukman.
Sebanyak 12 pasang peserta dari berbagai kelas mengikuti ajang tersebut.
Hari keempat diisi pembukaan bazar dan kompetisi baru bertajuk Master Chef Manawa. Dalam lomba ini, setiap kelas diberi tantangan memasak nasi goreng di stan masing-masing.
Karena didukung sponsor minuman teh, peserta juga diminta membuat kreasi olahan teh sebagai pelengkap penilaian.
Sementara itu, puncak ALEA berlangsung pada hari terakhir dengan final lomba eksternal yang telah dimulai satu bulan sebelumnya. Kompetisi tersebut diikuti siswa SMP dan MTs dari wilayah Jawa Tengah dan DIY.
Cabang lomba yang dipertandingkan meliputi Ghina Arabic atau menyanyi bahasa Arab, kaligrafi, dan storytelling. Dari seluruh peserta yang mendaftar, dipilih 10 besar untuk tampil langsung di MA An-Nawawi dan memperebutkan posisi juara.
“Setelah final lomba, kegiatan dilanjutkan dengan hiburan, bazar, pengumuman pemenang, serta penutupan acara,” katanya.
Menurut Lukman, secara konsep ALEA tetap mempertahankan identitas utamanya sebagai perpaduan seni, bahasa, dan literasi. Namun tahun ini terdapat sejumlah pembaruan melalui lomba video profil dan Master Chef yang memberi ruang kreativitas lebih luas bagi siswa.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi siswa untuk terus berkembang.
“Harapannya siswa-siswi bisa mengekspresikan seni. Sesuai jargon ALEA tahun ini, Ekspresikan Seni, Nyalakan Literasi, Speak Up, Glow Up,” tutupnya. (P24-byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







