PURWOREJO, purworejo24.com – Sebanyak 211 peserta mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Golongan Penggalang Kwartir Cabang (Kwarcab) Purworejo Tahun 2026 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR), Kamis (14/5/2026).
Kegiatan berlangsung hingga 19 Mei 2026 dengan lokasi pelatihan di kampus UMPWR dan Lapangan Garnisun Purworejo.
Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dan khidmat di Auditorium Kasman Singodimejo, Universitas Muhammadiyah Purworejo.
Acara ditandai dengan pemukulan alat gamelan (Bonang), penyerahan bendera, serta penyematan tanda peserta sebagai simbol dimulainya pendidikan dan pelatihan calon pembina pramuka.
Wakil Ketua Bidang Pembinaan Orang Dewasa Kwarcab Purworejo, Titik Mintarsih, menjelaskan bahwa KMD merupakan pendidikan dasar bagi anggota dewasa Gerakan Pramuka untuk menjadi pembina yang kompeten dan legal.
“Kursus ini bertujuan meningkatkan wawasan dasar kepramukaan para peserta agar memahami prinsip dasar kepramukaan, metode, hingga sistem among. Harapannya mereka mampu membina peserta didik dengan benar dan menciptakan generasi yang unggul, sehat, produktif, peduli, dan berkarakter,” jelasnya.
Kegiatan KMD tahun ini diikuti 211 peserta yang terdiri atas 43 peserta putra dan sisanya peserta putri.
Mayoritas peserta berasal dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UMPWR, serta peserta umum dari luar kampus.
Untuk menunjang efektivitas pelatihan, peserta dibagi dalam tiga kelas dengan pendampingan tim pelatih khusus.
Menurut Titik, seorang pembina pramuka wajib memiliki ijazah KMD dan sertifikat Narakarya Dasar sebagai syarat legalitas pembina.
Ia menilai masih banyak pembina di gugus depan yang belum memiliki kompetensi dasar kepramukaan sehingga pembinaan kepada siswa belum berjalan optimal.
“Pembina yang belum mengikuti KMD ibarat belum memiliki legalitas sebagai pembina. Karena itu kami ingin mencetak pembina yang handal, adaptif, sehat, dan berkualitas sehingga proses pendidikan pramuka di gugus depan benar-benar berjalan sesuai aturan dan tahapan,” katanya.
Materi pelatihan dalam KMD meliputi orientasi, penguatan, penerapan, hingga pengukuhan.
Selain pembelajaran di kelas, peserta juga mengikuti praktik lapangan seperti upacara, teknik kepramukaan, simulasi membina, hingga perkemahan selama dua hari satu malam di Lapangan Garnisun Purworejo lengkap dengan kegiatan api unggun.
Pelatih Pusdiklatnas Gerakan Pramuka, Mulyono, mengatakan KMD menjadi fondasi penting untuk mencetak pembina satuan yang berkualitas, baik untuk golongan siaga, penggalang, penegak, maupun pandega.
“Kepramukaan bukan hanya soal keterampilan, tetapi membentuk karakter generasi muda Indonesia agar memiliki jiwa kebangsaan dan kecakapan hidup. Harapannya peserta mampu mengembangkan ilmu yang didapat dan menularkannya kepada generasi muda,” ujarnya.
Setelah menyelesaikan kursus tatap muka, peserta masih harus mengikuti tahapan lanjutan berupa Narakarya Dasar selama enam bulan di gugus depan atau sekolah yang telah ditentukan.
Dalam tahap tersebut peserta diwajibkan melakukan pengembangan dan praktik pembinaan minimal 12 kali pertemuan sebelum memperoleh hak bina sebagai pembina resmi.

Ketua Panitia KMD Penggalang UMPWR 2026, Nida Alfia, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting bagi mahasiswa PGSD karena berkaitan dengan mata kuliah Kepanduan Dasar.
“Ketika nanti menjadi guru, kegiatan pramuka di sekolah pasti dilaksanakan. Karena itu mahasiswa perlu memiliki kompetensi dan legalitas sebagai pembina,” katanya.
Ia berharap ke depan peserta dari kalangan umum maupun guru dapat semakin banyak mengikuti pendidikan kepramukaan agar kualitas pembinaan di sekolah terus meningkat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, mengapresiasi pelaksanaan KMD sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembina pramuka di sekolah.
“Pramuka masih sangat diminati siswa dan menjadi sarana penting pembentukan karakter. Melalui kegiatan ini diharapkan para pembina memiliki kompetensi profesional sehingga mampu mendidik anak-anak dengan baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan kepramukaan melalui koordinasi dengan sekolah, kwartir, dan pihak terkait agar Gerakan Pramuka tetap hidup dan berkembang di Kabupaten Purworejo.
Kegiatan KMD 2026 sendiri diselenggarakan oleh UKM Pramuka K.H. Ahmad Dahlan dan Nyi Walidah Universitas Muhammadiyah Purworejo bekerja sama dengan Kwartir Cabang Purworejo, dengan dasar pelaksanaan mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka serta sejumlah keputusan Kwartir Nasional terkait pendidikan dan pelatihan kepramukaan. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






