Pendidikan

Pesan Hj Ashfa Khoirunnisa: Pesantren Harus Jadi Pencipta Peradaban, IAI An-Nawawi Purworejo Siap Bertransformasi Jadi Universitas

1
×

Pesan Hj Ashfa Khoirunnisa: Pesantren Harus Jadi Pencipta Peradaban, IAI An-Nawawi Purworejo Siap Bertransformasi Jadi Universitas

Sebarkan artikel ini
Prosesi wisuda
Prosesi wisuda

PURWOREJO, purworejo24.com — Institut Agama Islam (IAI) An-Nawawi Purworejo mencatatkan tonggak sejarah baru dalam perjalanan lembaganya.

Dalam Wisuda Sarjana ke-XII dan Wisuda Pascasarjana ke-I Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar Sabtu (9/5/2026), kampus berbasis pesantren itu secara resmi menyampaikan kesiapan untuk bertransformasi menjadi universitas.

Momentum bersejarah tersebut berlangsung dalam Sidang Senat Terbuka yang diikuti sebanyak 162 wisudawan. Jumlah itu terdiri atas 160 lulusan program sarjana dan dua lulusan pertama program magister (S2).

Rektor IAI An-Nawawi Purworejo, Hj Ashfa Khoirunnisa, menegaskan bahwa perubahan menuju universitas bukan sekadar pergantian nama lembaga, melainkan transformasi besar dalam visi dan budaya kerja kampus.

Ini bukan sekadar perubahan identitas. Ini adalah transformasi visi, pola pikir, budaya, dan dampak yang ingin kami hadirkan bagi masyarakat,” ujar Ashfa dalam sambutannya.

Menurutnya, transformasi tersebut dilakukan untuk memperkuat branding kampus, meningkatkan daya saing, sekaligus memperluas kontribusi institusi dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan global.

Ashfa menekankan, lembaga pendidikan berbasis pesantren harus mampu berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan jati diri.

Kami percaya bahwa pesantren tidak boleh hanya menjadi penjaga tradisi, tetapi juga harus menjadi creator of civilization atau pencipta peradaban. Pesantren harus mampu tampil sebagai kekuatan yang adaptif, inovatif, dan progresif tanpa kehilangan ruhnya,” katanya.

Dalam sambutannya, Hj Ashfa juga menyampaikan harapan agar kampus menjadi ruang lahirnya generasi yang mampu membawa perubahan di tengah perkembangan dunia digital yang bergerak cepat.

Ia menilai generasi muda saat ini kerap mendapat stigma negatif, mulai dari disebut generasi instan hingga generasi rebahan. Namun, menurut dia, anak muda masa kini justru membawa banyak perubahan positif.

Generasi muda sekarang mulai mengubah tren minum alkohol menjadi budaya minum kopi, lebih sadar kesehatan mental, dan mulai membangun gaya hidup sehat. Setiap generasi sebenarnya selalu memiliki bahasa dan zamannya sendiri,” ucapnya.

Karena itu, kata dia, tugas dunia pendidikan bukan menghakimi generasi muda, melainkan mendampingi dan mengarahkan potensi mereka agar tidak kehilangan arah.

Dalam pidatonya, Ashfa juga memberi pesan motivasi kepada para wisudawan agar tidak takut menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian.

Future is always full of surprises. Masa depan selalu penuh kejutan. Jangan pernah meremehkan diri sendiri hari ini,” ujarnya.

Ia mengaku tidak pernah membayangkan bisa berdiri sebagai rektor 15 tahun lalu. Karena itu, ia meyakini setiap orang memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin, akademisi, pengusaha, hingga tokoh perubahan di masa depan.

Selain itu, Ashfa mengingatkan pentingnya mengenali diri sendiri sebagai bekal menentukan arah hidup. Ia mengutip pepatah Yunani kuno “Gnōthi seauton” atau “Know thyself” yang berarti kenalilah dirimu sendiri.

Banyak orang gagal bukan karena tidak pintar, tetapi karena tidak benar-benar mengenal arah hidupnya,” katanya.

Pada wisuda kali ini, lulusan terbanyak berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan sebanyak 70 wisudawan. Disusul Fakultas Syariah 48 wisudawan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 31 wisudawan, Fakultas Dakwah dan Komunikasi 11 wisudawan, serta dua wisudawan Program Magister.

Acara wisuda turut dihadiri Staf Khusus Menteri Agama RI Dr. Farid F. Saenong, Koordinator Kopertais Wilayah X Jawa Tengah Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan KH Achmad Chalwani Nawawi, jajaran yayasan, dosen, hingga orang tua wisudawan.

Menutup sambutannya, Hj Ashfa mengajak seluruh lulusan untuk bangga menjadi alumni kampus pesantren yang tetap terbuka terhadap perkembangan dunia modern.

Ia juga berpesan agar para alumni terus belajar bahasa dan memperluas jaringan karena, menurutnya, “language opens civilization” atau bahasa membuka pintu peradaban. (P24-byu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.