PURWOREJO, purworejo24.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Purworejo terus memperkuat peran dalam menjaga ketertiban umum sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat.
Hal ini disampaikan Kepala Satpol PP Damkar Kabupaten Purworejo, Siswantoro Dwi Nugroho, terkait berbagai program yang tengah dan akan dijalankan.
Siswantoro menjelaskan, pihaknya kini lebih mengoptimalkan kegiatan berbasis laporan masyarakat.
Berbagai aduan yang masuk, baik yang sedang diproses maupun yang akan ditindaklanjuti, menjadi perhatian utama.
“Seluruh kegiatan yang melanggar aturan di Purworejo, seperti peredaran minuman keras, praktik prostitusi, reklame ilegal atau salah pemasangan, hingga rokok ilegal, akan kami tindak lanjuti secara bertahap,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Selain penegakan aturan, Satpol PP Damkar juga mendorong inovasi di bidang pencegahan, khususnya melalui peningkatan sosialisasi kepada masyarakat.
Edukasi ini dinilai penting agar masyarakat tidak hanya bergantung pada petugas saat terjadi kondisi darurat.
Sebagai langkah konkret, Damkar Purworejo akan membuka stan edukasi dalam kegiatan Car Free Day (CFD) perdana yang digelar di Alun-alun Purworejo, tepatnya di Jalan Proklamasi depan Kantor Bupati, pada Minggu (12/4/2026) pagi.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat akan mendapatkan edukasi langsung melalui simulasi, seperti teknik menangani ular serta cara aman memadamkan api akibat kebocoran tabung gas.
Menurut Siswantoro, keterampilan tersebut sebenarnya tidak sulit, namun masih banyak masyarakat yang ragu atau belum memahami caranya.
“Kami ingin memberikan pemahaman bahwa beberapa penanganan darurat bisa dilakukan dengan benar dan aman oleh masyarakat, tentu dengan alat dan pengetahuan yang tepat,” jelasnya.
Kegiatan CFD ini akan berlangsung mulai pukul 06.00 hingga sekitar pukul 09.00 WIB, dengan pengaturan lalu lintas serta penataan kawasan agar nyaman bagi pejalan kaki.
Selain sebagai ruang publik, CFD juga dimanfaatkan sebagai sarana pelayanan dan edukasi dari berbagai instansi, termasuk Damkar.
Meski demikian, Siswantoro mengakui bahwa pihaknya masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia.
Saat ini, jumlah personel Satpol PP Purworejo sekitar 60 orang, jauh di bawah kebutuhan ideal yang mencapai minimal 150 personel sesuai ketentuan Kementerian Dalam Negeri.
Kondisi serupa juga terjadi di Damkar yang hanya memiliki tiga pos, dengan masing-masing tiga regu.
Hal ini berdampak pada beban kerja yang cukup tinggi, di mana setiap regu bisa bekerja hingga 60 jam per minggu, melebihi standar jam kerja yang ditetapkan.
“Keterbatasan ini menjadi tantangan, namun dalam jangka pendek kami akan mengoptimalkan personel yang ada agar kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








