BAYAN, purworejo24.com – Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati Desa Kalimiru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Camat Bayan, dan Pemerintah Desa setempat menggelar kegiatan ubinan dan panen raya padi, pada Selasa (3/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata peran aktif perempuan dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Dua varietas padi yang dipanen dan diubin dalam kegiatan tersebut yakni varietas Mawar (IR Mawar) dan Bagendit.
Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan PPL Kecamatan Bayan, varietas Mawar menghasilkan 4,4 kilogram gabah atau setara dengan 7,2 ton per hektare. Sementara varietas Bagendit mencapai 4,2 kilogram atau sekitar 7 ton per hektare. Angka tersebut dinilai berada di atas rata-rata dan menunjukkan produktivitas yang sangat baik.
Dalam kesempatan itu, Camat Bayan Yeni Astuti bersama PPL dan anggota KWT turut melakukan panen menggunakan mesin combine harvester, sebagai bentuk dukungan terhadap mekanisasi pertanian yang dinilai mampu meringankan pekerjaan petani, termasuk kaum perempuan.
Kepala Desa Kalimiru, Agung Yuli Priatmoko, didampingi istrinya yang juga Ketua KWT Sehati, Ika Sulistyowati, menjelaskan bahwa panen kali ini merupakan panen kedua yang dilakukan KWT Sehati.
Lahan bengkok desa yang berada tepat disamping lapangan desa Kalimiru, ia serahkan untuk dikelola KWT menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah desa dalam memberdayakan perempuan di sektor pertanian.
“Lahan yang kami serahkan ke KWT sekitar 1.000 meter persegi. Hari ini kita panen dengan potensi di atas 7 ton per hektare. Ini relatif stabil karena lahan menggunakan kombinasi pupuk kimia dan organik. Ke depan, kami berharap penggunaan pupuk organik semakin masif agar keberlanjutan pertanian tetap terjaga,” ujarnya.
Secara keseluruhan, luas panen kali ini mencapai sekitar 1.800 meter persegi. KWT Sehati sendiri memiliki tiga lahan garapan, yakni lahan padi di sawah, lahan bantuan program P2B (Pekarangan Pangan Bergizi) yang ditanami cabai, sawi, dan tomat, serta lahan di belakang TK Kalimiru yang ditanami pisang dan jagung hitam.
Selain aktif di bidang pertanian, KWT Sehati juga mengembangkan kegiatan UMKM untuk meningkatkan pendapatan anggota.
KWT Sehati berdiri sejak 2014 dan melakukan reorganisasi pada 2024. Saat ini kelompok tersebut beranggotakan 31 orang.
Pemerintah Desa Kalimiru juga telah memberikan bantuan pupuk organik untuk lahan pertanian seluas 30 hingga 50 hektare pada tahun sebelumnya sebagai upaya mendorong pertanian ramah lingkungan.
Camat Bayan, Yeni Astuti, mengapresiasi semangat dan konsistensi KWT Sehati dalam mengelola lahan pertanian, mulai dari proses tanam, perawatan, hingga panen yang dilakukan secara mandiri oleh para anggota.
“Produktivitas di atas 6 ton per hektare sudah sangat baik. Tadi hasil ubinan IR Mawar sekitar 7 ton. Ini menunjukkan peran perempuan dalam pertanian sangat strategis, mendampingi bahkan memperkuat produktivitas yang selama ini identik dengan peran laki-laki,” ungkapnya.
Ia menambahkan, meskipun Purworejo saat ini masih surplus beras, peningkatan produktivitas tetap harus menjadi perhatian. Pasalnya, jika lahan pertanian terus berkurang tanpa diimbangi peningkatan hasil, surplus tersebut tidak akan bertahan lama.
“KWT menjadi sendi penting karena ibu-ibu lebih mudah dikoordinasikan secara rutin. Gerakan pemanfaatan pekarangan yang sebelumnya kita dorong melalui PKK kini berkembang lebih luas. Dengan mekanisasi seperti combine harvester, pekerjaan menjadi lebih ringan dan efisien,” tambahnya.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan wilayah Kalimiru, Sariwati, mengungkapkan bahwa KWT Sehati memiliki keunikan karena tidak hanya aktif di lahan pekarangan, tetapi juga di lahan sawah. Selama dua musim tanam terakhir, KWT telah menanam padi dengan hasil yang terus meningkat.
“Rata-rata hasil ubinan mencapai 7,2 ton per hektare dengan varietas Mawar dan Bagendit. Kami juga mencoba sistem semi-organik, menggunakan pupuk berimbang dan pestisida nabati. Ke depan, kami ingin mengurangi bahan kimia agar pertanian tetap lestari hingga generasi mendatang,” jelasnya.
Pada tahun 2026 ini, program KWT difokuskan pada pemanfaatan lahan pekarangan sebagai kelanjutan program P2B. Sejumlah komoditas seperti sayuran, cabai, jagung manis, talas, dan pisang telah dan terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Melalui panen raya ini, KWT Sehati Kalimiru tidak hanya menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan produktivitas padi, tetapi juga menjadi contoh nyata bahwa pemberdayaan perempuan di sektor pertanian mampu berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan, peningkatan pendapatan keluarga, serta pelestarian lingkungan.
Pemerintah desa dan kecamatan pun berharap semangat inovasi dan kemandirian yang ditunjukkan KWT Sehati dapat menjadi inspirasi bagi kelompok wanita tani di desa-desa lain di Kabupaten Purworejo. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








