KALIGESING, purworejo24.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purworejo menggelar Gerakan Nahdliyin Tanam Pohon sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, pada Jumat (9/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Taman Sidandang, Kecamatan Kaligesing, ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut Abad Kedua Nahdlatul Ulama.
Sejak pagi hari, para peserta menanam berbagai jenis pohon bernilai ekologis dan historis, seperti ficus, beringin kuzi, beringin benyamin, beringin iprik, liar wilodo, loa, gayam (gatep), awar-awar, hingga kepuh.
Kegiatan ini melibatkan warga Menoreh serta berbagai elemen NU, mulai dari lembaga, badan otonom, hingga relawan kebencanaan.
Ketua Lesbumi PCNU Purworejo, K. Ahmad Hanafi, menjelaskan bahwa gerakan tanam pohon ini merupakan bagian dari program asuh bumi yang difokuskan pada konservasi lingkungan, khususnya di kawasan makam-makam yang dikeramatkan di wilayah Purworejo.
“Tujuan kegiatan ini adalah menjaga alam demi keberlangsungan hidup generasi mendatang. Apa yang kita tanam hari ini semoga memberi manfaat, tidak hanya sekarang, tetapi juga untuk anak cucu kelak,” jelasnya.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Purworejo, H. M. Tashilul Manasik (Gus Ahil), menambahkan bahwa gerakan tanam pohon ini merupakan bentuk sinergi dan tanggung jawab kolektif Nahdliyin dalam merawat bumi.
“Pagi hari ini saya bersama sahabat-sahabat BAGANA Banser, Ketua PAC Ansor Kaligesing, dan elemen lainnya melaksanakan giat asuh bumi. Kita menanam pohon untuk Abad Kedua Nahdlatul Ulama, merawat jagat demi kebaikan masa depan,” ujarnya.
Ketua Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU Jawa Tengah, Abdul Gani, menegaskan bahwa gerakan tersebut sejalan dengan prinsip pembangunan dan pertanian berkelanjutan.
“Kelestarian alam bukan hanya untuk kita nikmati hari ini, tetapi juga untuk anak cucu kita kelak. Jangan sampai kita hanya ingin memanen, tetapi enggan menanam,” tegasnya.
Ia juga menyinggung kearifan lokal para wali yang kerap menanam pohon di kawasan petilasan atau makam sebagai simbol perawatan alam yang sarat nilai spiritualitas.
Sementara itu, Suroto, Kades Kaligono, Kecamatan Kaligesing, mengapresiasi program PCNU Purworejo yang dinilainya menyentuh langsung hingga tingkat desa.
“Di Kaligesing terdapat makam yang dikeramatkan. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap kelestarian lingkungan, khususnya di sekitar makam, dapat terus terjaga. Terima kasih kepada PCNU Kabupaten Purworejo,” ujarnya.
Rais PCNU Kabupaten Purworejo turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Kaligono atas dukungan dan fasilitas yang diberikan. Ia mengajak seluruh peserta membuka kegiatan dengan doa.
“Mari kita buka program ini dengan bismillah, semoga mendapat rida Allah SWT,” tuturnya.
Selain penanaman pohon, kegiatan dilanjutkan dengan Sobo Punden Kaligesing. Pada malam harinya digelar Selapanan Setu Pahingan TULADHA #4 bertema “Bincang Ekoteologi: Antara Air, Tanah, dan Iman” yang terbuka untuk umum.
Gerakan ini menegaskan komitmen Nahdlatul Ulama Kabupaten Purworejo dalam merawat alam sebagai bagian dari ibadah serta tanggung jawab moral, sosial, dan spiritual Nahdliyin dalam menyongsong Abad Kedua NU. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








