PURWOREJO, purworejo24.com – Pemasangan polisi tidur baru di sekitar SMA Negeri 7 Purworejo menuai banyak keluhan dari pengguna jalan.
Dalam unggahan di laman Info Purworejo di Facebook, warganet meminta perhatian Dinas Perhubungan karena keberadaan polisi tidur berwarna kuning-hitam itu dinilai terlalu tinggi dan membahayakan pengendara.
“Mohon perhatian dinas perhubungan… polisi tidur di dekat SMA 7 yang warna kuning-hitam sangat mengganggu sekali. Terlalu tinggi, bisa rontok sistem peredam kejut motor maupun mobil. Sangat berbahaya sekali,” tulis akun di grup Facebook Info Purworejo dalam unggahan yang telah disukai lebih dari 180 orang dan dikomentari ratusan pengguna.
Keluhan tersebut mendapat beragam tanggapan dari warga. Beberapa komentar menyindir pihak yang memasang polisi tidur tersebut tanpa perhitungan matang.
“Purworejo kotane wis adem ayem aman, kok malah ditambahi sing ora genah,” tulis pengguna bernama @Arif Yudi Wibowo dikutip pada Senin (10/11/2025).;
Warga lain mengaitkan pemasangan polisi tidur dengan alasan penggunaan anggaran.
“Udah terlanjur dibuat anggaran soalnya,” tulis @Faisal A Yudhistira.
Sementara itu, pengguna lain bernama @Mei Rindah Mawarti mengaku hampir celaka karena keberadaan polisi tidur tersebut.
“Iya tadi kaget tiba-tiba refleks ngerem, untung nggak ngebut,” tulisnya.
Akun @Pak’e Al Sha menandai akun @Dikyasa Purworejo dalam komentarnya, meminta agar pihak terkait menindaklanjuti keluhan warga.
“ijin ndan Dikyasa Purworejo Banyak banget yang berkeluh kesah tentang polisi tidur yang baru dipasang ini,” ujarnya.
Bahkan, salah satu pengguna, @Mas Satrio Wahyu, mengunggah foto bagian kendaraan yang rusak disertai keterangan “Korban polisi tidur,” menunjukkan dampak langsung dari polisi tidur yang terlalu tinggi tersebut.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo Agus Widiyanto menjelaskan pemasangan speed bump atau polisi tidur di Jalan Mayjend Sutoyo itu dilaksanakan dengan berbagai pertimbangan.
Agus menyebut, kendaraan yang kearah utara selepas SD Pangen Gudang kebanyakan berkecepatan tinggi, Jalan Mayjend Sutoyo banyak persimpangan keluar masuk sehingga potensi menimbulkan rawan laka.
“Sepanjang jalan tersebut banyak fasilitas publik seperti sekolah, perkantoran, rumah sakit, tempat usaha dan lainnya,” kata Agus.
Agus menambahkan, pada saat tertentu jalan tersebut menjadi dua arah sebagai alternatif penutupan jalan di sekitar alun alun jika ada kegiatan. Selain itu malam hari identik digunakan untuk memacu kendaraan yg mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pengguna jalan khususnya yg melewati Jalan Mayjend Sutoyo, tujuan kami adalah untuk mengantisipasi agar tidak ada kejadian laka lantas yang disebabkan laju kendaraan yg melebihi batas di Jalan Mayjend Sutoyo,” tutupnya. (P24-byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








