TransportasiWisata

Driver Jadi Guide, Dinporapar Gandeng Dishub Bekali Sopir Angkot Pengetahuan Wisata Purworejo

33
×

Driver Jadi Guide, Dinporapar Gandeng Dishub Bekali Sopir Angkot Pengetahuan Wisata Purworejo

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Sumber Daya Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Dinporapar Purworejo, Neira Anjar Pujisusilo
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Sumber Daya Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Dinporapar Purworejo, Neira Anjar Pujisusilo

PURWOREJO, purworejo24.com – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo bersama Dinas Perhubungan mengambil langkah kreatif untuk mendorong tumbuhnya pariwisata lokal.

Sebanyak 40 sopir angkutan kota (angkot) telah dibekali pengetahuan mengenai destinasi wisata sekaligus pelatihan pelayanan prima agar mampu berperan sebagai pemandu wisata sederhana bagi para penumpang.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Sumber Daya Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Dinporapar Purworejo, Neira Anjar Pujisusilo, mengungkapkan bahwa program ini lahir dari diskusi bersama Dishub mengenai bagaimana angkot dapat lebih berdaya guna bagi ekonomi daerah.

Slogannya waktu itu ‘driver ya guide’. Sopir angkot setiap hari berinteraksi dengan penumpang, dan semua penumpang itu potensial menjadi wisatawan,” ujarnya.

Menurut Neira, pihaknya ingin menegaskan bahwa berwisata tidak harus jauh atau membutuhkan biaya besar.

Purworejo memiliki banyak objek wisata lokal yang menarik dan dapat dikunjungi oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak sekolah hingga keluarga.

Kami memberikan pemahaman kepada sopir bahwa di Purworejo ada banyak objek wisata potensial. Mereka bisa menceritakan kepada penumpang, baik saat menunggu maupun dalam perjalanan,” jelasnya.

Pada kegiatan yang sudah dilaksanakan tersebut, para sopir juga menerima dua stiker barkode (barcode) yang dipasang di dasbor depan dan di pintu samping angkot.

Barkode ini akan mengarahkan penumpang ke website Dolan Purworejo yang berisi informasi lengkap tentang daya tarik wisata, termasuk kuliner dan event.

Tipikal penumpang berbeda-beda. Ada yang suka ngobrol, ada yang suka bermain gadget. Dengan barkode ini, mereka tinggal scan dan langsung mendapatkan informasi lengkap,” imbuh Neira.

Selain itu, brosur wisata juga dibagikan untuk menambah bekal literasi pariwisata para sopir.

Dalam pelatihan ini, aspek pelayanan profesional menjadi sorotan penting. Dishub dan Dinporapar meminta para sopir menjaga kondisi kendaraan, tampil rapi, serta tidak merokok saat mengangkut penumpang.

Dari sisi wisata, sopir diharapkan mengedepankan hospitality atau keramahtamahan.

“Keramahtamahan itu sederhana—kendaraan sehat, sopir ramah, penampilan rapi. Ini ikut membentuk pengalaman wisata,” kata Neira.

Para sopir juga diberikan contoh cara berkomunikasi dengan wisatawan oleh pemandu profesional yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut.

Program ini juga membuka peluang bagi sekolah untuk memanfaatkan angkot sebagai transportasi kegiatan outing class dalam kota.

Dishub siap memfasilitasi permintaan dari sekolah dan meneruskannya ke paguyuban sopir angkot.

Outing class sederhana dengan biaya murah dapat dilakukan di Purworejo saja. Misalnya berkunjung ke objek dalam kota dan ditutup berenang di Arta Tirta. Ini menambah pemasukan sopir dan memudahkan sekolah,” jelas Neira.

Dinporapar juga meminta agar saat angkot dicarter untuk wisata atau ziarah, sopir memasang identitas khusus agar tidak menimbulkan salah paham ketika melintasi jalur di luar trayek.

Purworejo memiliki dua jenis destinasi, yakni yang dikelola pemerintah serta yang dikelola desa atau masyarakat.

Melalui strategi promosi berbasis sopir angkot, Dinporapar berharap kunjungan ke destinasi tersebut semakin meningkat.

Kami ingin setiap hari ada yang ‘dolan’ di Purworejo. Sopir angkot punya kesempatan besar mengajak penumpang berwisata setiap hari, selama objek wisatanya siap,” tegasnya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.