PURWOREJO, purworejo24.com — Sosok berseragam cokelat itu tampak berbeda sore itu. Bukan sedang mengatur lalu lintas atau memberi arahan keselamatan berkendara seperti biasanya.
Di tengah hamparan lahan hijau di Kelurahan Borokulon, Kecamatan Banyuurip, anggota Polres Purworejo, Bripka Sariyanta justru terlihat akrab dengan tanah, pupuk, dan tanaman cabe yang tumbuh subur di sekelilingnya.
Tangannya cekatan menelusuri batang cabe yang baru memasuki panen pertama.
Satu per satu buah yang memerah atau menua dipetik dengan hati-hati. Di wajahnya tersirat kebanggaan—hasil kerja keras dari tanah yang baru ia beli pasca lebaran lalu, kini mulai berbuah manis.
“Kemarin kami panen pertama kali, alhamdulillah hasilnya cukup bagus karena memang tanahnya subur,” ucap Sariyanta sambil tersenyum, saat ditemui pada Sabtu (29/11/2025)
Lahan seluas sekitar 550 meter persegi itu dulunya kosong. Belum ada rencana besar untuk pembangunan rumah karena keterbatasan dana. Alih-alih dibiarkan terbengkalai, ia memilih memanfaatkannya menjadi kebun produktif.
Awalnya ia menanam kacang tanah, lalu menyusul cabe yang ia tumpangsarikan bersama tanaman jagung. Dari situlah kecintaannya terhadap bercocok tanam tumbuh.
Baru lima bulan berjalan, kebun itu tak hanya menjadi sumber hasil panen, tetapi juga ladang ketenangan di luar jam dinas.
“Daripada di rumah menganggur, saya pilih berkebun. Selain hiburan, hasilnya bisa saya bagikan ke tetangga biar mereka ikut merasakan juga,” tuturnya.
Baginya, keberadaan kebun ini bukan tentang keuntungan, namun tentang manfaat—baik untuk lingkungan maupun sosial. Setiap panen, ia selalu menyisihkan sebagian untuk warga sekitar.
Kini, di antara tanaman cabenya, tumbuh pula singkong, pepaya california, hingga bibit durian yang perlahan meninggi.
Masa depan lahan ini sudah dirancangnya, tetap menjadi ruang hijau yang produktif dan penuh kebermanfaatan.
Sariyanta sadar bahwa sebagai anggota kepolisian, kesehariannya tak hanya berkutat pada tugas formal. Ia ingin tetap produktif, dan kebun cabe adalah jalannya untuk menyeimbangkan pikiran dan aktivitas.
“Saya tidak mau diam saja di luar jam dinas. Lebih baik melakukan hal yang bermanfaat untuk diri sendiri dan juga orang lain,” jelasnya.
Ia tinggal di Perum Vila Gardenia, Dukuhrejo, Bayan, namun hampir setiap hari menyempatkan waktu menengok tanamannya.
Tanpa banyak teori, ia belajar sambil berjalan. Bahkan ketika beberapa bibit tak tumbuh, ia selang-seling mengganti hingga lahan kini ditumbuhi cabe yang merata.
Ke depan, ia punya harapan sederhana namun sarat makna, terus mengembangkan kebun, menjaga penghijauan, dan menikmati hasil bumi dari tangan sendiri.
Di tengah tugas menjaga lalu lintas tetap tertib, Sariyanta juga menjaga bumi agar tetap hidup—melalui cabai-cabai kecil yang pedas, namun penuh cerita. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







