Pendidikan

Belasan Siswa SMK PN Purworejo yang Terancam Putus Sekolah Kini Bisa Ikuti UTS Lagi

864
×

Belasan Siswa SMK PN Purworejo yang Terancam Putus Sekolah Kini Bisa Ikuti UTS Lagi

Sebarkan artikel ini
Hafid bersama staff anggota DPR RI Fraksi Gerindra Dapil 6 Jateng, Aziz Subekti

PURWOREJO, purworejo24.com – Haru dan rasa syukur terpancar dari wajah belasan siswa SMK PN Purworejo yang sempat terancam putus sekolah akibat kesulitan melunasi biaya pendidikan.

Berkat perhatian dari Anggota Fraksi Gerindra DPR RI, Azis Subekti, serta dukungan dari Presiden Prabowo Subianto, para siswa tersebut kini bisa kembali bersekolah dan mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS).

Salah satu siswa penerima bantuan, Hafid, mengaku sangat lega dan bahagia karena bisa kembali belajar bersama teman-temannya. Ia tidak menyangka persoalan yang dihadapinya mendapat perhatian langsung dari pejabat tinggi negara.

Alhamdulillah sudah terlunasi, sehingga hari ini saya dan teman-teman bisa mengikuti ujian susulan. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Pak Azis Subekti, dan juga rekan-rekan pers di Purworejo,” ujar Hafid saat ditemui di halaman SMK PN Purworejo, pada Senin (20/10/2025).

Hafid merupakan satu dari empat siswa yang mendapatkan bantuan pelunasan biaya pendidikan dari Azis Subekti.

Sebelumnya, ia sempat putus asa karena orang tuanya tidak mampu membayar sisa biaya sekolah, hingga akhirnya ia tidak dapat mengikuti UTS bersama teman-teman sekelasnya.

Kini, setelah masalah tersebut terselesaikan, Hafid bertekad untuk lebih giat belajar dan menjaga prestasinya. Ia juga mengaku tidak merasa canggung saat kembali ke ruang ujian.

Saat masuk kelas tadi, saya merasa nyaman. Tidak ada yang mengejek atau membully. Sekali lagi, terima kasih Pak Azis. Berkat bantuan beliau, kami bisa terus melanjutkan sekolah,” tambahnya.

Pada hari pertama ujian susulan, para siswa mengikuti tiga mata pelajaran. Secara keseluruhan, terdapat 11 mata pelajaran yang akan diujikan selama pelaksanaan UTS susulan tersebut.

Hafid berharap pihak sekolah dan yayasan dapat lebih bijak dan transparan dalam menyampaikan kebijakan kepada wali murid agar kasus serupa tidak terulang kembali.

Sementara itu, Pembina Yayasan Pembaharuan, Haryo Koco Buwono, mengungkapkan bahwa seluruh tunggakan biaya pendidikan dari belasan siswa tersebut kini telah diselesaikan. Para siswa pun sudah mulai mengikuti ujian susulan sejak 13 Oktober 2025.

Dari belasan siswa yang menunggak, empat di antaranya dibantu oleh Pak Azis Subekti, sementara sisanya diselesaikan oleh alumni dan orang tua masing-masing,” jelas Haryo.

Terkait persoalan ini, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah juga menurunkan tim untuk melakukan klarifikasi langsung ke SMK PN Purworejo pada Senin (20/10/2025) ini.

Pertemuan tadi hanya untuk meminta penjelasan mengenai duduk permasalahannya. Semua sudah kami jelaskan secara terbuka,” tutur Haryo. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.