PURWOREJO, purworejo24.com – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Purworejo berlangsung meriah di SDN Purworejo, pada Selasa (9/9/2025).
Seluruh sekolah dasar (SD) di Kecamatan Purworejo turut berpartisipasi dalam ajang yang mengangkat kearifan budaya Jawa tersebut.
Guru SDN Purworejo, Sri Kawan Jiapri, menjelaskan bahwa FTBI digelar sebagai upaya nyata melestarikan bahasa dan budaya Jawa di kalangan generasi muda.
“Kami ingin mengenalkan serta menumbuhkan rasa cinta budaya Jawa sejak dini. Karena itu, seluruh peserta diwajibkan memakai pakaian adat Jawa,” ungkapnya.
Tercatat ada tujuh cabang yang diperlombakan, yakni geguritan, cerkak, nulis Jawa, Macapat, Sesorah, Dongeng, dan Ndhagel Ijen (komedi tunggal).
Setiap sekolah berhak mengirimkan maksimal dua peserta di setiap cabang lomba.
Sri Kawan menambahkan, pemenang di tingkat kecamatan akan melaju ke tingkat kabupaten, lalu berkesempatan tampil di tingkat provinsi.
“Harapannya anak-anak bisa semakin percaya diri sekaligus menjadi duta pelestari budaya Jawa,” katanya.
Menariknya, antusiasme peserta tidak hanya datang dari siswa berdarah Jawa.
Sri Kawan Jiapri, salah satu guru pendamping, mengungkapkan ada beberapa peserta yang berasal dari latar belakang berbeda namun tetap semangat mengikuti lomba.
“Ini bukti bahwa budaya Jawa bisa diterima luas dan dipelajari dengan gembira,” tuturnya.
Di antara para pemenang, salah satunya adalah Syakila Aufia Sanum, siswi SDN 2 Cangkrep Lor, yang berhasil meraih juara 1 cabang Ndhagel Ijen (komedi tunggal).
“Perasaannya senang banget bisa juara 1. Aku cuma latihan sekitar satu minggu,” ucap Syakila penuh semangat.
Perlombaan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga sore ini disambut antusias oleh siswa, guru, maupun orang tua.
FTBI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk memperkuat identitas budaya Jawa di tengah arus globalisasi. (P24/Widya)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







