Iklim

BPBD Purworejo Ajak Warga Waspadai Dampak Perubahan Iklim

88
×

BPBD Purworejo Ajak Warga Waspadai Dampak Perubahan Iklim

Sebarkan artikel ini
Kepala Pelaksana BPBD, Wasit Diono
Kepala Pelaksana BPBD, Wasit Diono

PURWOREJO, purworejo24.com – Cuaca panas ekstrem yang belakangan dirasakan masyarakat Purworejo mendapat perhatian serius dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo.

Kepala Pelaksana BPBD, Wasit Diono, bersama Penyuluh Bencana, Ariyanto, menegaskan bahwa kondisi ini merupakan dampak nyata dari perubahan iklim global.

Cuaca yang sekarang kita rasakan memang lebih panas dari biasanya. Itu merupakan salah satu akibat dari perubahan iklim, yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tapi juga pada kesehatan manusia,” ungkap Wasit Diono, kepada purworejo24.com, pada Senin (29/9/2025).

BPBD Purworejo telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak kekeringan. Salah satunya dengan mendistribusikan air bersih bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan pasokan.

Pimpinan kami sudah menginstruksikan agar distribusi air bersih digencarkan, khususnya di wilayah yang terkendala kebutuhan air,” jelasnya.

Selain itu, BPBD juga terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana lanjutan pasca-kekeringan, seperti banjir dan tanah longsor. Tahun 2025, pihaknya memfasilitasi 10 desa tangguh bencana di daerah rawan longsor, serta memasang sejumlah peralatan Early Warning System (EWS) untuk memperkuat sistem peringatan dini.

Menurut Ariyanto, fenomena cuaca panas yang terjadi di Purworejo merupakan bagian dari tren global yang dipengaruhi perubahan iklim, bukan hanya di Jawa Tengah atau Indonesia, melainkan di seluruh dunia.

Badai siklon misalnya, itu berputar melintasi berbagai negara dan bisa ikut memengaruhi kondisi cuaca kita. Namun, untuk prakiraan detail di Purworejo tetap mengacu pada BMKG,” jelasnya.

BPBD Purworejo juga rutin menyampaikan edukasi melalui kegiatan sosialisasi desa tangguh bencana maupun mitigasi bencana di berbagai wilayah. Dalam kesempatan itu, masyarakat dihimbau agar lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan.

Kalau kita bisa menjaga lingkungan dengan baik, alam juga akan menjaga kita. Dengan suhu panas seperti sekarang, masyarakat harus menjaga kesehatan. Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi, karena tenggorokan cepat kering. Selain itu, cuaca panas juga meningkatkan debu yang bisa mengganggu pernapasan, jadi perlu lebih waspada,” pesannya.

Ia menambahkan, masyarakat diimbau tidak panik, melainkan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, terutama menjelang musim penghujan.

Biasanya setelah periode panas ekstrem, curah hujan akan turun dengan intensitas tinggi. Maka dari itu, kesiapan menghadapi kemungkinan banjir dan longsor harus ditingkatkan,” pungkasnya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.