PURWOREJO, purworejo24.com – BPBD Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menghimbau kepada masyarakat untuk waspada, menyusul ramai dikabarkan bahwa Indonesia telah terpa gelombang panas atau fase heatwave pada awal bulan Mei 2024 ini.
Meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memastikan bahwa fenomena udara panas yang melanda Indonesia di awal bulan ini bukanlah gelombang panas atau heatwave, namun BPBD Purworejo tetap meminta masyarakat Purworejo untuk mewaspadainya, karena gelombang panas atau heatwave dikabarkan telah melanda disejumlah negara lain, seperti Nyanmar, Thailand, India, Bangladesh, Laos, Vietman, Nepal dan China hingga menimbulkan korban jiwa. Jika dinegara lain suhu panas bisa mencapai 40 derajat celsius bahkan lebih, di Inbonesia saat ini suhu panas masih dikisaran rata- rata 33- 35 derajad celsius. Namun demikian tidak menutup kemungkinan gelombang panas atau heatwave berpotensi bisa terjadi juga di Indonesia.
“Terkait dengan adanya perubahan iklim atau gelombang panas, fenomena itu memang saat ini dikabarkan sedang melanda ke Indonesia. Beberapa informasi yang kami terima dari masyarakat demikian dan informasi ini juga datang dari BMKG, dan tentunya jika gelombang panas ini terjadi pasti akan berdampak pada suhu yang ada disekitar kita, ini yang harus diwaspadai karena suhu panas ini bukan saja dirasakan pada siang hari, tapi juga akan terasa dimalam hari,” kata Kepala BPBD Kabupaten Purworejo, Haryono, saat ditemui dikantornya, pada Jumat (3/5/2023) sore.
Menurutnya, gelombang panas harus diwaspadai karena akan berdampak pada kehidupan manusia. Berbagai gejala akan timbul jika terjadi gelombang panas atau heatwave. Gejala itu diantaranya keringat berlebih, kulit terasa panas dan kering, rasa berdebar atau jantung terasa berdetak lebih cepat, kulit terlihat pucat, kram pada kaki maupun abidomen, mual, muntah, pusing, urin sedikit, berwarna kuning dan bau.
“Apabila muncul gejala- gejala ini, harapanya tubuh bisa segera didinginkan dengan kain basah atau sponge basah, baik pada pergelangan tangan, leher dan lipatan tubuh lainya, serta banyak minum air. Harapanya gejala ini tidak berlanjut, tapi jika masih bergejala, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat atau konsultasi ke pihak dokter, untuk mendapatkan perawatan,” pesannya.
Haryono berharap masyarakat paham akan situasi cuaca yang terjadi saat ini, dan dengan informasi yang muncul, masyarakat bisa mewaspadaii segala hal yang akan terjadi.
“Masyarakat janganlah takut tapi untuk diwaspadai, hal apa yang perlu dilakukan, untuk mengantisipasi terjadinya fenomena ini. Saya mengharapkan masyarakat peka dengan situasi yang ada disekitar kita ini, semoga informasi yang disampaikan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







