Lingkungan Hidup

KUA Kutoarjo Launching Kebun Pengantin, Puluhan Pasangan Tanam Pohon Alpukat di Tanah Wakaf Desa Kuwurejo

264
×

KUA Kutoarjo Launching Kebun Pengantin, Puluhan Pasangan Tanam Pohon Alpukat di Tanah Wakaf Desa Kuwurejo

Sebarkan artikel ini
Salah satu pasangan calon pengantin saat menanam pohon di kebun pengantin
Salah satu pasangan calon pengantin saat menanam pohon di kebun pengantin

KUTOARJO, purworejo24.com – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kutoarjo resmi melaunching “Kebun Pengantin” yang berlokasi di tanah wakaf Desa Kuwurejo, Kecamatan Kutoarjo, pada Kamis (28/8/2025).

Puluhan pasangan pengantin yang terdaftar di KUA Kutoarjo turut ambil bagian dalam kegiatan ini dengan menanam pohon alpukat sebagai simbol komitmen pelestarian lingkungan sekaligus wujud implementasi ajaran agama.

Kepala KUA Kutoarjo, Mohammad Makhrus, S.Ag., M.S.I., menjelaskan bahwa program kebun pengantin merupakan tindak lanjut dari program prioritas Kementerian Agama tentang ekoteologi.

Menurutnya, menjaga dan melestarikan alam adalah bagian dari ajaran agama yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam bimbingan perkawinan, kami menyisipkan edukasi tentang ekoteologi agar para pengantin memiliki kesadaran menjaga lingkungan. Setelah itu, sebagai bentuk praktik, mereka kami ajak menanam pohon. Hal ini sejalan dengan PMA 422 Tahun 2025 yang mendorong setiap pasangan pengantin menanam pohon berbuah dan keras,” ujarnya.

Makhrus menambahkan, pemilihan pohon alpukat dilakukan atas permintaan nadhir wakaf yang nantinya juga akan mengelola tanah wakaf seluas 1.360 meter persegi tersebut.

Kenapa alpukat? Karena pohon ini punya nilai ekonomi, bermanfaat, dan hasilnya bisa diserahkan untuk kemaslahatan umat. Dengan begitu, tanah wakaf yang sebelumnya belum tergarap akan menjadi produktif dan membawa manfaat,” jelasnya.

Selain itu, Makhrus berharap kehadiran kebun pengantin ini bisa menjadi awal bagi Desa Kuwurejo untuk berkembang menjadi desa ekowisata.

InsyaAllah, setiap pasangan pengantin yang menikah di KUA Kutoarjo akan menanam bibit di kebun ini. Seiring waktu, kebun akan penuh dengan pohon alpukat. Jika sudah penuh, kami akan membuka lokasi baru. Harapan besar kami, kebun ini bermanfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi daya tarik wisata berbasis ekologi,” ungkapnya.

Ketua Panitia, Muh Nur Sodiq, menjelaskan bahwa tanah wakaf yang kini dijadikan kebun pengantin sebelumnya merupakan lahan kosong yang tidak terurus. Melalui kerja sama dengan KUA Kutoarjo dan Bumdes Srikandi Jaya Desa Kuwurejo, lahan tersebut kini bisa dioptimalkan.

Kami targetkan ada 100 pohon alpukat yang ditanam. Tradisi menanam pohon oleh pengantin sebenarnya sudah lama ada, dulu biasanya pohon kelapa. Kali ini, tradisi itu kami revitalisasi dengan alpukat, yang lebih sesuai dengan kondisi lahan. Kami juga sudah kontrak kerja sama 5 tahun dengan Bumdes Srikandi Jaya untuk pengelolaan dan perawatan jangka panjang,” terangnya.

Nur Sodiq menambahkan, selain kebun pengantin, pihaknya juga menjalin komunikasi dengan kepolisian untuk pengembangan lahan pertanian lain, seperti penanaman jagung dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kami ingin kebun pengantin ini berlanjut dan mandiri. Harapannya, dalam 5 tahun ke depan, nadhir bisa mengelola sendiri dan hasilnya memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu pasangan pengantin yang ikut menanam, Yusuf Hidayat (25) asal Desa Purwosari bersama pasangannya Ria Adhani (26) asal Desa Kuwurejo, mengaku senang bisa terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini sangat baik, positif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami merasa bangga bisa ikut menanam pohon di kebun pengantin ini. Semoga program ini bisa terus berjalan dan memberi manfaat untuk banyak orang,” ungkap Yusuf.

Launching kebun pengantin ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Desa Kuwurejo serta masyarakat setempat.

Kehadiran program ini tidak hanya sebagai inovasi KUA Kutoarjo dalam membumikan nilai-nilai agama melalui ekoteologi, tetapi juga membuka peluang baru bagi desa untuk berkembang di sektor lingkungan dan ekonomi berkelanjutan.

Acara launching yang dihadiri oleh Kabag Kesra Setda Purworejo, KanKemenag Purworejo, Muspika Kutoarjo, Pemdes Kuwurejo dan sejumlah tamu undangan itu juga diisi dengan penandatanganan MoU antara KUA Kutoarjo dengan Bumdes Srikandi Jaya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.