Religi

Pokjaluh Kemenag Purworejo Gelar Pembinaan di Bruno, Perkuat Peran Penyuluh Agama

45
×

Pokjaluh Kemenag Purworejo Gelar Pembinaan di Bruno, Perkuat Peran Penyuluh Agama

Sebarkan artikel ini
Foto bersama
Foto bersama

PURWOREJO, purworejo24.com – Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan pembinaan dan pertemuan rutin di rumah Ika Damayanti, S.Ag., di Desa Brunorejo, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Selasa (8/7/2025).

Agenda yang berlangsung secara bergiliran setiap bulan ini merupakan bagian dari program silaturahmi dan pembinaan internal guna mempererat tali persaudaraan serta menyatukan visi, misi, dan tugas pokok para Penyuluh Agama Islam. Peserta terdiri dari penyuluh berstatus PNS, CPNS, dan PPPK di lingkungan Kemenag Kabupaten Purworejo.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Purworejo, Muhamad Basuni, S.Ag.; Ketua PD IPARI, Zulfah Kirom, M.Ag.; Ketua Pokjaluh, H. Solikhin, S.Ag.; serta 53 orang Penyuluh Agama Islam.

Ketua Pokjaluh, H. Solikhin, S.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan rutin ini menjadi wadah kawah candradimuka bagi para penyuluh untuk memaksimalkan potensi diri agar semakin berkualitas dalam menjalankan tugas.

Ia menegaskan bahwa seluruh kegiatan Pokjaluh murni dibiayai secara swadaya oleh anggotanya, kecuali kegiatan besar seperti Qurban Peduli Umat yang melibatkan dukungan dari stakeholder dan donatur tidak mengikat.

Sementara itu, Kasi Bimas Islam, Muhamad Basuni, S.Ag., dalam arahannya menekankan pentingnya peran penyuluh agama dalam menyikapi isu-isu sosial, moral, dan keagamaan yang berkembang di masyarakat.

Menurutnya, penyuluh harus hadir memberikan nasihat, pedoman, dan pemahaman yang sesuai ajaran agama dalam menghadapi persoalan-persoalan kompleks tersebut.

Senada dengan itu, Ketua PD IPARI, Zulfah Kirom, M.Ag., mengingatkan bahwa tugas utama penyuluh adalah memberikan pembinaan spiritual dan moral kepada masyarakat.

Dalam menghadapi tantangan seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, judi online, pernikahan usia dini, hingga stunting, penyuluh agama diharapkan menjadi sumber inspirasi dan bimbingan.

“Selain berdakwah dan mengajarkan agama, penyuluh juga harus mampu menyampaikan ajaran secara kontekstual, mudah dipahami, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Bahkan, mereka juga dituntut untuk memiliki pendekatan interkultural dan antaragama,” pungkas Zulfah. (P24-bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.