KUTOARJO, purworejo24.com- Suasana semarak penuh semangat kebangsaan terlihat di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Purworejo, Minggu (15/6/2025).
Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, berbagai kegiatan diadakan, seperti lomba mewarnai untuk anak-anak TK dan SD di pagi hari, serta lomba baca puisi bertema kebangsaan di siang harinya.
Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purworejo, menyampaikan bahwa Bulan Juni merupakan waktu yang istimewa untuk mengenang jasa Bung Karno sebagai bapak bangsa.
Salah satu bentuk penghormatan tersebut adalah mewajibkan peserta lomba baca puisi untuk membawakan karya Bung Karno berjudul Aku Melihat Indonesia.
“Puisi ini menggambarkan bagaimana Bung Karno memandang Indonesia bukan hanya sebagai negara kaya sumber daya alam, tetapi juga kaya akan keberagaman geografis dan budaya. Dengan memahami puisi ini, kita bisa lebih mengenal dan mengapresiasi pemikiran beliau,” ujar Dion di sela-sela kegiatan.
Dion menambahkan bahwa semangat kepemimpinan pro-rakyat yang diajarkan Bung Karno terus menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kabupaten Purworejo. Salah satu bentuk implementasi nilai tersebut adalah rencana peluncuran kebijakan jaminan kesehatan untuk warga miskin non-BPJS.
Kebijakan ini dijadwalkan mulai Oktober 2025 dan akan memberikan layanan gratis di kelas 3 rumah sakit.
Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Tunaryo, juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya menanamkan semangat nasionalisme dan kesadaran politik sejak usia dini.
“Di tangan generasi muda inilah masa depan bangsa ini. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan membangun generasi yang tidak alergi terhadap politik, tetapi justru menjadi bagian dari perubahan,” ungkap Tunaryo.
Tunaryo juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya melatih bakat anak-anak, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan atas perjuangan Bung Karno.
Sementara itu, anggota DPRD Jawa Tengah, Muhammad Hajar Zaenudin, menyoroti pentingnya bulan Juni sebagai bulan bersejarah bagi Indonesia. Ia menyebutkan bahwa bulan ini memperingati tiga momen besar, yaitu Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, kelahiran Bung Karno pada 6 Juni, dan wafatnya Bung Karno pada 21 Juni.
“Bung Karno mengajarkan kita untuk terus kreatif dan inovatif. Tanpa itu, kita hanya akan menjadi penonton di negeri sendiri,” ujar Zaenudin.
Zaenudin juga mengajak generasi muda untuk terus menggelorakan semangat perjuangan Bung Karno agar nilai-nilai kebangsaan tetap hidup dan relevan di era modern.
Dengan rangkaian kegiatan ini, diharapkan semangat nasionalisme dapat terus diwariskan kepada generasi penerus sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa Bung Karno bagi Indonesia. (P24-bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







