PURWOREJO, purworejo24.com – Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setyabudi, secara tegas mendesak pemerintah pusat untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Bendungan Bener yang hingga kini belum rampung.
Penegasan tersebut disampaikan Dion saat menghadiri pertemuan reses Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardyanto, di Balai Desa Kebon Gunung, Kecamatan Loano, Jumat (1/5/2026).
Bendungan Bener merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mulai dikerjakan sejak 2017–2018 dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp2,03 triliun hingga Rp2,06 triliun, yang bersumber dari APBN.
Proyek ini dirancang untuk mengairi lahan pertanian seluas 15.069 hektare, mengendalikan banjir, serta menyediakan pasokan air baku bagi masyarakat di Kabupaten Purworejo.
Namun, meski awalnya ditargetkan selesai dan beroperasi pada 2023, hingga kini progres pembangunan masih mengalami berbagai kendala di lapangan.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan molornya target penyelesaian, bahkan hingga 2029 dinilai sulit tercapai jika tidak ada intervensi serius dari pemerintah pusat.
“Saya kira ini harus diperjuangkan bersama, karena ini merupakan kebijakan yang telah disepakati melalui APBN beberapa tahun lalu. Manfaat Bendungan Bener ini sangat ditunggu masyarakat, baik untuk pertanian, penyediaan air bersih, hingga potensi pariwisata,” tegas Dion.
Ia menekankan bahwa persoalan utama saat ini bukan pada berhentinya proyek, melainkan keterbatasan anggaran yang tersedia sehingga memperlambat progres pembangunan.
Menurutnya, tanpa tambahan dukungan anggaran yang signifikan, target penyelesaian akan semakin sulit direalisasikan.
“Kalau dibilang mandek tidak, tetapi kemampuan anggaran yang ada saat ini memang belum cukup untuk mengejar target. Karena itu, kami berharap Bendungan Bener menjadi prioritas pemerintah pusat agar ada penguatan pendanaan untuk percepatan pembangunan,” lanjutnya.
Dion juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Purworejo terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Komisi V DPR RI, dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Dalam sejumlah forum resmi, pihaknya secara konsisten menyuarakan pentingnya komitmen pusat dalam menuntaskan proyek tersebut.
“Kami sudah menyampaikan dalam rapat bersama gubernur, Komisi V, dan Kementerian PU. Harapan kami jelas, ada perhatian dan komitmen lebih kuat dari pemerintah pusat. Dengan kondisi saat ini, target selesai 2029 masih sangat berat,” ujarnya.
Secara kritis, keterlambatan proyek bernilai triliunan rupiah ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas perencanaan dan konsistensi penganggaran proyek strategis nasional.
Di tengah kebutuhan mendesak masyarakat terhadap air irigasi dan air bersih, molornya pembangunan Bendungan Bener berpotensi menghambat produktivitas pertanian dan kesejahteraan warga.
Masyarakat pun berharap pemerintah tidak hanya menjadikan proyek ini sebagai agenda jangka panjang di atas kertas, tetapi benar-benar memastikan penyelesaiannya tepat waktu dan tepat manfaat.
Tanpa langkah percepatan yang konkret, Bendungan Bener berisiko menjadi proyek besar yang terus tertunda, sementara kebutuhan masyarakat semakin mendesak. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







