LOANO, purworejo24.com – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardyanto, melaksanakan kegiatan reses di Balai Desa Kebon Gunung, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mensosialisasikan sejumlah program pembangunan yang akan direalisasikan pada tahun 2026.
Dalam keterangannya, Sofwan Dedy menyampaikan bahwa masa reses merupakan kewajiban anggota DPR untuk kembali ke daerah pemilihan (dapil) guna mendengar langsung kebutuhan masyarakat.
Ia mengaku telah lebih dari sepekan berkeliling di Dapil VI Jawa Tengah, dan khusus pada hari tersebut fokus berada di wilayah Purworejo.
“Hari ini saya bertemu dengan beberapa kepala desa dan perwakilan masyarakat yang insyaallah pada tahun 2026 akan menerima berbagai program dari pemerintah pusat, baik melalui skema aspirasi maupun program kementerian,” ujarnya.
Sejumlah program yang disampaikan dalam pertemuan tersebut antara lain Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), bantuan sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas), serta Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Program P3-TGAI yang menyasar sektor pertanian memiliki pagu anggaran sekitar Rp195 juta per desa, sementara program Sanimas untuk pondok pesantren mencapai Rp500 juta. Adapun BSPS diberikan sekitar Rp20 jutaan per unit rumah.
Sofwan menjelaskan, pada tahun 2026 terdapat 36 desa di Kabupaten Purworejo yang akan menerima program P3-TGAI. Sementara untuk BSPS, total bantuan di Dapil VI mencapai sekitar 2.000 unit rumah yang tersebar di berbagai wilayah.
Khusus di Desa Dadirejo, ia menyebut terdapat 25 penerima BSPS yang saat ini tengah dalam proses administrasi.
Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan administrasi masyarakat agar bantuan dapat tersalurkan secara optimal.
“Seringkali kendala terjadi pada kelengkapan administrasi. Maka tadi saya pertemukan langsung antara warga, pemerintah desa, dan fasilitator agar tidak ada kuota yang terlewat,” jelasnya.
Menurut Sofwan, kehadiran program dari pemerintah pusat ini diharapkan dapat menjadi solusi di tengah keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi dan penurunan transfer dana ke daerah maupun desa.
“Dengan kondisi fiskal daerah yang terbatas, program dari pusat ini diharapkan bisa menjadi ‘obat’ untuk tetap mendorong pembangunan di desa,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setyabudi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menilai bantuan yang disalurkan melalui aspirasi DPR RI sangat membantu meringankan beban anggaran daerah.
“Kami bersyukur bisa berkoordinasi langsung dengan Bapak Sofwan Dedy Ardyanto. Di tengah keterbatasan fiskal akibat efisiensi dan pengurangan transfer, bantuan ini sangat berarti bagi pembangunan desa, baik di sektor irigasi, sanitasi pondok pesantren, maupun infrastruktur lainnya,” ujarnya.
Dion juga berharap program-program tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan pembangunan sesuai dengan petunjuk teknis agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Kami minta kepada para penerima manfaat agar melaksanakan pembangunan sesuai spesifikasi dan aturan yang berlaku, sehingga hasilnya benar-benar bermanfaat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Kepala Desa Kebon Gunung, Fatah Kusumo Handogo, turut menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah pusat melalui aspirasi anggota DPR RI. Ia menyebut desanya bersama beberapa desa lain seperti Trirejo dan Banyuasin Separe menjadi penerima program P3-TGAI.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Program irigasi sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan di desa kami. Dengan keterbatasan dana desa saat ini, bantuan seperti ini sangat membantu percepatan pembangunan,” ungkapnya.
Ia juga berharap komunikasi dan koordinasi antara pemerintah desa dan wakil rakyat dapat terus terjalin, sehingga aspirasi masyarakat desa dapat tersalurkan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan reses ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan desa semakin kuat dalam mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di sektor pertanian, perumahan, dan sanitasi yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







