Kecelakaan

Peringati 7 Hari Meninggalnya 11 Guru dan Driver SD ITQ As Syafi’iyah, Masyarakat Desa Kalijambe dan Yayasan As Syafi’iyah Gelar Doa Bersama dan Tabur Bunga Dilokasi Kecelakaan

300
×

Peringati 7 Hari Meninggalnya 11 Guru dan Driver SD ITQ As Syafi’iyah, Masyarakat Desa Kalijambe dan Yayasan As Syafi’iyah Gelar Doa Bersama dan Tabur Bunga Dilokasi Kecelakaan

Sebarkan artikel ini
Warga saat melakukan tabur bunga dilokasi kecelakaan
Warga saat melakukan tabur bunga dilokasi kecelakaan

BENER, purworejo24.com – Warga masyarakat Dusun Surogenen, Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, bersama keluarga korban dan keluarga besar Yayasan As Syafi’iyah, Mendut, mengadakan doa bersama di Masjid Baitul Mustaqin Desa Kalijambe, pada Rabu (14/6/2025) malam.

Doa bersama itu dilaksanakan guna memperingati 7 hari meninggalnya 11 guru dan driver SD ITQ As Syafi’iyah, yang menjadi korban dalam kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Magelang- Purworejo, ikut Desa Kalijambe, pada Rabu (7/6/2025) lalu.

Selain doa bersama, mereka juga melaksanakan kegiatan tabur bunga dilokasi terjadinya kecelakaan.

Hari ini hari ke 7 dari kecelakaan yang menimpa rombongan dari SD ITQ As Syafi’iyah Mendut, Magelang, tadi sore kita sudah melaksanakan kegiatan doa bersama di SD dan malam ini kita juga menutup acara peringatan 7 hari dengan doa bersama dengan masyarakat Dusun Surogenan, Desa Kalijambe, dilanjutkan dengan tabur bunga di lokasi kecelakaan. Kita niatnya mendoakan, semoga Allah SWT Ridho memberikan rahmat serta maghfiroh kepada almarhumah khususnya,,” kata Ketua Yayasan As Syafi’iyah Mendut, DR Habib Syafi’i M, saat ditemui dilokasi doa bersama.

Terkait masalah kecelakaan yang menimpa 11 guru dan driver SD ITQ As Syafi’iyah Mendut, Yayasan masih menunggu iktikad baik dari pemilik perusahaan.

Sampai sekarang sudah ada dua orang yang datang mengaku dari pemilik mobil itu. Tapi setelah kita coba tanya- tanya, dia bukan pemilik mobil itu, dia orang suruhan saja. Dan sampai sekarang belum ada iktikad baik. Informasi yang saya peroleh keluarga korban juga belum ada yang dikunjungi,” jelasnya.

Menurutnya, peristiwa kecekakaan yang menimpa guru dan driver SD ITQ As Syafi’iyah Mendut itu merupakan musibah dan pihaknya bisa menerima dengan ikhlas, namun demikian yang dinanti oleh pihak yayasan bersama keluarga korban adalah sisi kemanusian dari pemilik perusahaan.

Supir itu mungkin bagian kecil, dari buruknya manajemen keselamatan di sebuah perusahaan. Sehingga tanggung jawabnya tidak bisa hanya pada supir. Seluruhnya dari perusahaan yang tanggung jawab,” ujarnya.

Pihak yayasan dan keeluarga korban menyerahkan semua persoalan itu kepada pihak kepolisian, untuk bisa menyelesaikanya secara tuntas dan baik.

Negara ini punya alat, namanya kepolisian, yang akan membantu masyarakat untuk mengusut tuntas perkara seperti kecelakaan. Sudah tupoksi dari kepolisian, kita tidak bisa mencampuri itu, sehingga kita serahkan semua kepada alat negara yaitu kepolisian untuk menyelesaikan penyelidikan peristiwa kecelakaan ini,” terangnya.

Pihak yayasan pun mengaku telah berkomunikasi aktif dengan pihak Polda Jawa Tengah, untuk memantau dan mengawal serta menanyakan setiap perkembangan dari kasus kecelakaan itu.

Alhamdulillah kami dapat suport penuh dari beliau, pak Wakapolda, dan saya akan laporkan secara rutin atas perkembangan yang terjadi,” katanya.

Jika kepolisian tidak bisa menguak kasus kecelakaan inj secara tuntas, utamanya terkait tanggung jawab sang pemilik kendaraan, pihaknya bersama keluarga korban tidak akan bisa melakukan apapun, namun akan melaksanakan istighosah bersama, akan melaksanakan doa dengan mengundang masyarakat di Magelang dan sekitarnya, untuk mohonkan doa kepada Allah SWT agar kasus itu bisa selesai dengan baik.

Tidak ada ijab bagi doa hamba- hamba yang teraniaya, inget ini daerah suhada, darah mujaahid yang meninggal dalam kesyahidan dan saya hanya menghimbau jangan pernah mempermainkan kasus ini, kalau peristiwa tragis ini tidak mau terjadi pada kalian yang mencoba mempermainkan peristiwa ini. Dan perlu saya tekankan lagi mungkin kecelakaan ini dari sisi dhohir adalah kecelakaan, tapi secara batin Allah punya kehendak lain, ini memuliakan dari para ustadhah kami. Kita bisa melihat betapa orang antusias mendoakan, betapa banyak pesantren- pesantren dan sekolah- sekolah mengirimkan doa melaksanakan sholat ghoib, dan itu bukti bahwa mereka dicintai oleh Allah, saya yakin ketika ada orang- orang yang berusaha untuk membelokkan kasus ini, pasti akan mendapat azab dari Allah dan saya yakin itu. Kita tidak akan berbuat lebih dari itu hanya mempercayakan kepada kepolisian selanjutnya kita berserah diri, biar Allah yang akan menegakkan keadilan ini,” pungkasnya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.