PURWOREJO, purworejo24.com – Sekertaris Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo dari Fraksi PKB, H. Much Dahlan, SE mengajak masyarakat untuk menjadikan momen lebaran ditahun 1446 H/ 2025 M ini untuk mempererat persatuan dan silaturahim.
Menurutnya, Lebaran tahun ini terasa istimewa karena umat Islam di Indonesia merayakannya secara serentak tanpa perbedaan waktu.
Tak hanya bersilaturahim atau bertemu dengan berkunjung ke rumah tokoh dan ulama, momen Lebaran ini juga dimanfaatkan oleh H Much Dahlan untuk menjaring aspirasi dimasyarakat
“Alhamdulillah kami sudah melaksanakan kegiatan silaturahim pada tokoh- tokoh masyarakat, tokoh- tokoh agama, karena kita perlu sekali dimomen lebaran ini untuk kita bisa bersilaturahim, apalagi kami sebagai anggota DPRD ingin juga menyerap aspirasi dari tokoh- tokoh maayarakat yang nanti mestinya kami perjuangkan dilembaga legislatif dan ini memang momen yang sangat luar biasa, kami bisa berkomunikasi bersama tokoh agama maupun tokoh masyarakat dan kontituen tentunya,” kata H Much Dahlan, saat ditemui dirumahnya, pada Senin (7/4/2025).
Disebutkan, ada sejumlah tokoh dan ulama yang telah ia kunjungi, diantaranya, KH R Dawud Masykuri selaku ketua Rois NU Kabupaten Purworejo, KH Chalwani Nawawi, Gus Tabik, KH Rofik Hamid, dan Kyai Ja’far Samsudin.
“Untuk Kaligesing ada beberapa tokoh diantaranya ketua Suriyah Kecamatan Kaligesing, KH Zamzami, dan ini masih kita lanjutkan silaturahim, belum selesai, karena paling tidak selama bulan syawal ini kita bisa terus lanjutkan silaturahmi,” ujarnya.
Meskipun hari raya dilaksanakan secara bersamaan, H Much Dahlan melihat ada penurunan jumlah pemudik di Purworejo tahun ini, diduga karena kondisi dan situasi ekonomi saat ini yang mempengaruhi kurangnya pemudik untuk pulang ke kampung halaman.
“Tapi kita tetep kompak dan tidak mengurangi momen lebaran ini, dan momen tradisi mudik dan silaturahim ini bisa tetap berjalan dengan baik,” jelasnya.
H Much Dahlan mengajak kepada masyarakat di momen lebaran ini untuk dijadikan sebagai sarana instropeksi diri, dan kedepan ia berharap dengan kondisi ekonomi saat ini, terlebih dengan adanya program efisiensi anggaran, Indonesia bisa lebih baik lagi kedepanya.
“Dan khususnya di Purworejo kita juga berharap nanti kedepan bisa berubah dengan kepemimpinan bupati dan wakil bupati yang baru, dengan visi misi yang lebih baik lagi,” harapnya.
Ia juga mengharapkan ada investor yang datang atau masuk di Purworejo, agar Purworejo bisa lebih maju dan masyarakatnya bisa terbantu secara ekonomi dan lebih sejahtera.
“Apalagi kita ketahui banyak potensi- potensi yang luar biasa ada di Purworejo ini,” katanya.
Terkait dengan program efisiensi dan menyebabkan pengurangan anggaran- anggaran khususnya dari infrastruktur, banyak masyarakat mengharapkan efisiensi ini hanya berjalan hingga satu tahun ini saja, masyarakat berharap ditahun anggaran kedepan bisa kembali normal seperti sebelumnya.
“Apalagi kita ada pokok- pokok aspirasi dewan yang harus bisa dilaksanakan oleh pemerintah daerah, terutama insfrastruktur, jika masih perlu ada efisiensi ya jangan terlalu besar lagi, tapi kita memang masih juga menunggu informasi dari pusat, mudah- mudahan ini khususnya di Purworejo nanti bisa mengatasi masalah ini,” terangnya.
H Muh Dahlan beranggapan dengan mengembalikan situasi menjadi normal kembali akan berpengaruh dengan roda perekonomian di Kabupaten Purworejo.
“Efisiensi khususnya untuk fisik ini juga berpengaruh dengan lainya, apalagi informasi efisiensi itu hampir 80 miliar di Kabupaten Purworejo, efisiensi murni 42 miliar dan efisiensi yang kaitanya dengan soal SILPA yang ternyata target dari pendapatan yang diperkirakan SILPA itu meleset, akhirnya itu bisa mengurangi kegiatan – kegiatan yang sudah direncanakan, dari sisi pendapatan yang ternyata bisa memenuhi, meleset dari target,” tandasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








