Pendidikan

Sekolah Bersih Tanpa Tempat Sampah, Ini Program yang Dilaksanakan di SD Negeri Kroyokulon, Purworejo

3502
×

Sekolah Bersih Tanpa Tempat Sampah, Ini Program yang Dilaksanakan di SD Negeri Kroyokulon, Purworejo

Sebarkan artikel ini
Kepala SD Negeri Kroyokulon, Erti Widaryati
Kepala SD Negeri Kroyokulon, Erti Widaryati

KEMIRI, purworejo24.com – SD Negeri Kroyokulon, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, kini terlihat bersih dan rapi, meski tidak disediakan tempat sampah di sekolah tersebut, hal itu terjadi karena adanya penerapan program ‘Sampahku Tanggungjawabku’, sehingga siswa tidak membuang sampah ditempat sampah atau sembarang tempat namun siswa dituntut untuk bisa mengelola sampah secara mandiri.

Awalnya ketika saya datang ke sekolah ini itu keprihatinanya banyak sampah dari plastik. Nah saya hanya ingin mengurangi sampah plastik, maka anak- anak di SD Negeri Kroyokulon ini saya sarankan dan saya minta untuk membawa alat untuk jajan berupa mangkok atau piring kemudian gelas, yang itu nanti disimpan dikelasnya masing- masing dan kami sekolah menyediakan rak piring. Nah anak- anak ketika jajan misalnya beli bakso dan gorengan atau jajan yang lain itu tidak dibungkus dengan plastik tapi menggunakan alat – alat yang dibawa tersebut,” kata Kepala SD Negeri Kroyokulon, Erti Widaryati, saat ditemui dikantornya, pada Jumat (21/2/2025).

Sejalan dengan itu, lanjutnya, SD Negeri Kroyokulon, saat itu sedang ada program untuk membuat tempat sampah dibelakang sekolah, namun karena beberapa hal, terutama biaya, kemudian timbul di pemikiran mereka dan muncul ide dari guru untuk melaksanakan program Sampahku Tanggungjawabku, sehingga sekolah tidak perlu lagi membuat tempat sampah dibelakang sekolah, terlebih sekolah berada ditepi jalan raya, agar tidak terlihat kumuh atau kotor, kemudian anak- anak diwajibkan untuk mengelola sampahnya sendiri.

Artinya ketika mereka jajan sampahnya itu dikembalikan kepada penjual jajan tersebut atau dibawa pulang kerumah,” jelasnya.

SD Negeri Kroyokulon kemudian memutuskan untuk meniadakan pengadaan tempat sampah disekolah, hal itu dilakukan agar anak- anak lebih fokus untuk mengelola sampah tersebut dan tidak ada kesempatan untuk menbuang sampah ketempat sampah.

Ini kita mulai sejak bulan Januari 2025 lalu, tapi kalau program pengurangan sampah plastik sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2024,” ujarnya.

Seluruh siswa merespon kebijakan itu dengan sangat antusias, mereka tanggung jawab dengan komitmen mereka untuk mengelola sampahnya sendiri, dan pihak sekolah juga bekerjasama dengan pemerintah desa, juga komite, untuk mengawasi anak- anak agar anak- anak tidak membuang sampah dipinggir jalan atau membuang sampah sembarangan saat pulang sekolah.

Kalau itu dilanggar berarti Itu namanya tidak mengelola sampah tapi hanya memindahkan sampah,” terangnya.

Diungkapkan, ide itu muncul hanya dari pemikiran kepala sekolah dan guru yang kemudian disampaikan kepada siswa, lalu disampaikan ke komite, dan juga bekerjasama dengan penjual yang ada di lingkungan SD Negeri Kroyo Kulon.

Dan kemarin kegiatan P5 kita ada tema Memilih Gaya Hidup Berkelanjutan, yaitu dengan mengelola sampah yang dibuat menjadi barang yang bermanfaat, seperti menjadi tempat minuman mineral, menjadi vas bunga, lalu plastik kresek dibuat menjadi bunga dan lain sebagainya. Dari kami kemarin juga kebetulan mendapatkan tugas Ikatan Keluarga Pendidikan (IKP) di SD Kemiri Lor, pada Hari Ibu kami mengadakan lomba pengolahan limbah plastik menjadi barang yang berdaya guna atau bernilai ekonomis. Dan alhamdulillah itu SD- SD di Wilcambidik Kemiri sangat antusias, mereka mengirimkan wakilnya untuk mengikuti lomba, hasilnya bagus- bagus, kita ambil juara 1 sampai 6, dan hasilnya dibawa pulang oleh sekolah masing- masing, dan yang menang saat itu dari ,SD Negeri Kalimeneng, Wonosuko, Semayu, Kerep, Wanurojo dan Rebug,” ungkapnya.

Disebutkan SD Negeri Kroyokulon memiliki siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan jumlah 73 siswa. Dan ia berharap dengan kegiatan pengelolaan sampah ini bisa mewujudkan lingkungan sekolah menjadi bersih dan tertata.

Kemudian tidak hanya dilingkungan sekolah saja namun bisa ke sekeliling sekolah, di warga masyarakat dan kita bisa menjadi percontohan bagi mereka,” harapnya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.