PURWOREJO, purworejo24.com – Pemerintah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menggelar kegiatan High Level Meeting Kesiapan Pemerintah dalam rangka menghadapi Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1446 H, di Pendopo Hotel Ganesha Purworejo, pada Rabu (26/2/2025).
Rapat itu diselenggarakan oleh Bagian Perekonomian Setda Purworejo dengan dihadiri lembaga atau instansi terkait. Rapat itu digelar menyusul adanya Surat Edaran Menteri Dalam negeri Nomor 400.6.1/749/SJ tanggal 17 Februari 2025 tentang Kesiapsiagaan Pemerintah Dalam Mendukung Arus Mudik Lebaran Tahun 2025 (1446 Hijriah).
Rapat dibuka oleh wakil bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi dan menghadirkan narasumber utama PJ Sekda Purworejo, Drs R Achmad Kurniawan Kadir.
“Jadi rapat kali ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran dari Kementrian Dalam Negeri terkait kesiapan pemerintah dalam menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H, dimana kabupaten/kotapun harus mempersiapkan Ramadhan dan Syawal ini dengan melakukan koordinasi lintas pemangku kepentingan, utamanya dari pemerintah kabupaten, dinas terkait kemudian dari kepolisian, yang dikemas dalam High Level Metting atau rapat koordinasi paling tinggi daerah dengan melibatkan Forkompimda,” kata Kabag Perekonomian dan SDM, Setda Purworejo, Anggit Wahyu Nugroho, saat ditemui usai rapat.
Untuk kesiapan, lanjutnya, ada 5 bidang yang disampaikan dalam rapat, mulai dari keagamaan, trantib, ekonomi, pariwisata, kesehatan dan infrastruktur perhubungan.
“Masing- masing dinas menyampaikan kesiapannya, mulai dari personilnya, infrastrukrurnya, posko dan lainya, yang tadi disampaikan langsung oleh PJ Sekda sebagai nara sumber dan materinya dari dinas,” lanjutnya.
Diungkapkan, ada beberapa hal yang cukup krusial terkait dengan kesiapan dalam rangka menghadapi Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1446 H, diantaranya infrastruktur jalan dimana daerah saat ini tengah menghadapi efisiensi anggaran dan bagaimana cara mempertahankan kualitas jalan selama menghadapi masa mudik dan balik agar tetap pada kondisi yang prima karena saat ini kondisi jalan di Kabupaten Purworejo dalam kondisi sedang.
“Kemudian masalah cuaca diakhir musim penghujan dibulan Maret 2025 nanti, jadi kemungkinan ada cuaca- cuaca buruk dan ini harus diantisipasi oleh dinas PUPR maupun BPBD. Lalu masalah harga juga perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah kabupaten sehingga pantauan harga, kepastian stok itu ada terus, ini dilakukan oleh dinas KUKMP,” ungkapnya.
Seperti apa yang disampaikan oleh wakil bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, persoalan lain yang harus di persiapkan yaitu dengan adanya arus mudik dan arus balik selama lebaran yang diprediksi akan terjadi pada tanggal 24 Maret 2025 ssmpai dengan 30 Maret 2025 untuk arus mudik dan tanggal 2 April 2025 sampai dengan 7 April 2025 untuk arus balik, adanya stok Beras di Gudang Butuh per tanggal 19 Februari 2025 sebanyak 5.635 ton, lalu rencana Penerimaan Beras di Bulan Mei – Juni Gudang Butuh sebanyak 1.500 ton, dan kesiapan 27 puskesmas di 16 kecamatan yang buka selama 24 jam.
“Harapanya dengan forum ini tentunya semua pemangku kepentingan baik dari pemerintah kabupaten, seluruh dinas terkait kemudian instansi vertikal baik TNI maupun Kepolisian juga beberapa BUMN dan BUMD yang terlibat secara langsung dalam menyambut Ramadhan dan Idul Fitri ini bener – bener siap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, baik masyarakat Purworejo maupun pemudik yang nanti masuk wilayah Purworejo,” harapnya.
Disampaikan pula sesuai arahan Kementrian Dalam Negeri, selama bulan Ramadhan akan diadakan Operasi Pasar Serentak. Program itu akan diselaraskan dengan program Ramadhan Bupati Moro Tandang yang rencana digelar mulai tanggal 24 Februari hingga 9 Maret 2025.
Program Ramadhan Bupati Moro Tandang masuk dalam visi RPJPD tahun 2025-2045 Kabupaten Purworejo dan merupakan Akronim dari MAju sejahteRA berkelanjuTAN dan beDAya saiNG.
Ada 5 komoditas yang disediakan dalam Operasi Pasar Serentak itu diantaranya minyak kita, bawang putih, gula konsumsi, daging kerbau beku, beras SPHP.
“Saat ini kami tengah minta dari kecamatan untuk lokasi usulanya, kemudian melalui persetujuan bupati untuk desa- desa yang akan dijadikan lokasi Operasi Pasar Serentak. Terkait harga, kita akan gandeng distributor besar supaya harga tidak terlalu tinggi, karena pemerintah daerah memang tidak punya alokasi anggaran untuk memberikan subsidi jadi nanti kami gandeng distributor besar kemudian kami bantu transportasinya untuk sampai ke lokasi sehingga harga bisa menjadi tercover atau terjangkau dimasyarakat,” ujarnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








