BAGELEN, purworejo24.com – Sebanyak 850 peserta terdiri dari 400 anak- anak Taman Kanak – kanak (TK), 400 orang tua wali dan 50 guru dari 20 Lembaga PAUD Formal se Wilcambidik Kecamatan Bagelen, mengikuti Pawai Budaya dan Gelar Karya di Desa Bagelen, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Jumat (6/12/2024).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh IGTKI dan PGRI Kecamatan Bagelen itu dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke- 79 tahun 2024 ini.
Pawai Budaya dan Gelar Karya dibuka dan dilepas oleh Koordinator Wilcambidik Kecamatan Bagelen, Dewi Nurhidayati. Tampak hadir dalam pelepasan itu Kapolsek Bagelen, AKP Ida Widaastuti, Kepala Desa Bagelen, Sarimin, perwakilan Koramil Bagelen dan pengurus IGTKI Kecamatan Bagelen.
Pawai Budaya dan Gelar Karya dilaksanakan secara jalan kaki dengan star di halaman TK Pembina Bagelen dan menyusuri jalan desa serta jalan nasional Purworejo-Yogyakarta hingga finish di halaman Bakpia Jeane Bagelen atau depan Taman Bagelen, dengan jarak tempuh sekitar 1 KM.
Pawai Budaya dan Gelar Karya itu tampak semarak dengan penampilan busana adat berbagai daerah dan pakaian berbagai profesi yang dikenakan oleh anak- anak TK dan orang tua /wali serta guru. Alunan group drum band juga alat musik lainya yang dibawa oleh masing- masing perwakilan Lembaga PAUD menambah kegiatan menjadi meriah.
Kegiatan yang digelar pertama kali di Kecamatan Bagelen itu menjadi tontonan gratis bagi pengendara yang melintas dan warga yang hadir untuk nelihat langsung jalanya Pawai.
“Ini dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI, kami menyelenggarakan Gelar Karya dan Pawai Budaya dan juga anak itu mempunyai karya- karya, karya itu dalam bentuk kegiatan P5, kami pamerkan ke masyarakat Bagelen supaya masyarakat Bagelen perso (melihat) bahwa anak- anak TK di Wilcambidik Bagelen itu memiliki karya yang luar biasa,” kata Ketua IGTKI Kecamatan Bagelen, Tuti Hidayati bersama Ketua 1 IGTKI Bagelen, Yuli Setyowati, saat ditemui disela kegiatan.
Selain memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI, Pawai Budaya dan Gelar Karya itu sebagai puncak kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bagi Lembaga PAUD Formal di Wilcambidik Bagelen.
“Mereka antusias, luar biasa, senang sekali, dan ketika dipamerkan itu bangga, apalagi dengan baju yang macem macem, ada baju drumb band, pakaian adat, dan lainya. Jadi jika di sekolah mereka pakai seragam maka hari ini tidak pakai seragam tapi menggunakan baju yang warna warni, macem- macem, itu semua menunjukkan ke-Bhinneka-an global,” ujarnya.
Kegiatan itu, lanjutnya, hanya dilaksanakan secara pawai saja dan tidak dikompetisikan atau dilombakan. Dengan pawai mereka memamerkan hasil karya dari masing- masing Lembaga PAUD yang ikut kepada masyarakat.
“Adanya kolaborasi karena sekarang yang ditekankan adalah kolaborasi dan ternyata orang tua, guru, kepala sekolah, semua antusias, bahkan dari masyarakat sekitar seperti dari Polsek, Koramil, kepala desa, kadus, karang taruna, semuanya mendukung kegiatan ini. Sungguh luar biasa dan kami sangat senang sekali. Dengan kegiatan ini diharapkan bisa menuju generasi yang unggul, cerdas dan sukses,” jelasnya.
Ia berharap kedepan Pawai Budaya dan Gelar Karya ini bisa dilanjutkan lagi dan guru- guru di masing- masing Lembaga PAUD bisa selalu mempersiapkan anak- anak yang kreatif.
“Sehingga nanti pada puncaknya bisa digelar kegiatan seperti ini lagi,” harapnya.

Sementara itu Koordinator Wilcambidik Kecamatan Bagelen, Dewi Nurhidayati mengapresiasi kegiatan Pawai Budaya dan Gelar Karya itu.
“Ini luar biasa sekali, ini adalah ide yang luar biasa dari IGTKI Kecamatan Bagelen dalam rangka peringatan Guru Nasional dan HUT PGRI, kegiatan yang diikuti kurang lebih 850 peserta, jadi antuasiasme dari murid juga guru serta wali murid yang ada diwilayah Kecamatan Bagelen ini memang sangat luar biasa sekali, dan alhamdulillah tadi saya lihat pelaksanaannya juga tertib, ada rundown acara yang memang sudah disepakati oleh panitia sehingga semua kegiatan hari bisa berjalan dengan lancar,” katanya.
Terkait dengan pelaksanaan kegiatan ini, lanjutnya, memang sebagai bentuk apresiasi dari adanya P5 yang memang merupakan pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah- sekolah. Dalam kegiatan ini anak- anak juga guru- guru bisa mengekspresikan apa yang sudah dilaksanakan di sekokah supaya bisa dikenali oleh maayarakat umum.
“Kemudian nanti kedepanya kami akan mengevaluasi dari kegiatan ini supaya kedepan ada beberapa agenda- agenda, karena hasil kegiatan ini juga untuk melatih kemandirian anak, kemudian melatih kreatifitas dari para guru, wali murid,, melatih kolaborasi, jadi memang sangat luar biasa sekali,” lanjutnya.
Dewi melihat anak- anak tampak sangat gembira dan senang sekali, mereka juga tampak sehat sehingga anak- anak benar- benar bisa dilatih dalam kemandirian, kepercayaan diri, dan juga dilatih dalam berkreasi.
“Disini tadi juga ada budaya yang ditampilkan sehingga itu akan menambah perbendaharaan mengenai budaya- budaya dan juga berbagai profesi ditampilkan dalam pawai budaya ini. Harapanya nanti anak- anak bisa memiliki sebuah semangat untuk sebagai bekal ketika nanti anak- anak itu meraih cita- citanya, jadi dengan adanya berbagai kebudayaan dan profesi yang ditampilkan hari ini mereka jadi memiliki sebuah cita- cita dan semangat sehingga bisa mendukung mereka untuk berekspresi dan meningkatkan kecerdasan mereka lagi,” pungkasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








