Lingkungan Hidup

Kekeringan Dimusim Kemarau Mulai Melanda, BPBD Kabupaten Purworejo Siapkan 1.200 Tangki Air Bersih untuk Disuplai Ke Daerah yang membutuhkan

205
×

Kekeringan Dimusim Kemarau Mulai Melanda, BPBD Kabupaten Purworejo Siapkan 1.200 Tangki Air Bersih untuk Disuplai Ke Daerah yang membutuhkan

Sebarkan artikel ini
Kabid Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, Suparyono, saat ditemui dikantornya, pada Jumat (19/7/2024)
Kabid Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, Suparyono, saat ditemui dikantornya, pada Jumat (19/7/2024)

PURWOREJO, purworejo24.com – Memasuki musim kemarau di tahun 2024 ini, sejumlah desa di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mulai mengalami krisis air bersih, hal itu disebabkan karena dampak mulai mengeringnya sumber mata air dan sumur- sumur yang ada di pemukiman warga desa tersebut.

Menyikapi hal itu, BPBD Kabupaten Purworejo telah menyiapkan bantuan air bersih untuk disuplai atau diberikan kepada desa – desa yang mengalami kekeringan dan membutuhkan air bersih.

Kabid Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, Suparyono, menyebutkan, dibulan Juli 2024 ini sudah ada sekitar 5 desa di 4 kecamatan yang sudah mengalami kekeringan dan mendapatkan bantuan air bersih dari pemerintah.

Droping air bersih sudah mulai berjalan sejak tanggal 1 Juli 2024 kemarin, sampai hari ini sudah ada 58 tangki air bersih yang dikirim,” ungkap Suparyono, saat ditemui dikantornya, pada Jumat (19/7/2024).

Disebutkan 5 desa yang telah mendapatkan bantuan air bersih itu diantaranya Desa Somorejo dan Desa Tlogokotes, Kecamatan Bagelen, kemudian Desa Karangsari, Kecamatan Purwodadi, Desa Rowodadi, Kecamatan Grabag, dan Dusub Jambean, Desa Sidorejo, Kecamatan Purworejo.

Ini baru masuk lagi permintaan air untuk Dusun Kalimaro, Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen,” sebutnya.

Ditahun 2024 ini BPBD Kabupaten Purworejo telah menyediakan 900 tangki air bersih. Selain itu dengan anggaran APBD perubahan, BPBD Purworejo juga mendapatkan tambahan alokasi sebanyak 300 tangki air bersih.

Karena satu permintaan dari desa, dimana dimusim kemarau ini air bersih posisinya dibeberapa desa memang sudah kering atau susut dan tidak bisa lagi mencukupi kebutuhan air bersih dimasyarakat. Adapun sistem droping kita kemarin di tanggal 21 Juni 2024, kita sudah koordinasi dengan kecamatan, bahwa sistem droping kami meminta desa sudah mempersiapkan tempat penampungan air, baik menggunakan penampungan eks pamsimas atau bak menggunakan terpal, dengan maksud kami droping air bersih langsung ke lokasi, tidak ngecer pakai ember karena pasti waktunya lama dan banyak air yang terbuang kalau menggunakan ember. La nanti masyarakat sendiri yang akan mengambil air bersih di tempat penampungan tersebut,” jelasnya.

Menurut keterangan dari BMKG untuk Kabupaten Purworejo musim kemarau ditahun 2024 ini sudah dimulai sekitar bulan Mei lalu, namun demikian, dari BMKG juga menyampaikan bahwa dimusim kemarau ini, curah hujan dalam kategori rendah masih terjadi.

Prediksi puncak musim kemarau akan terjadi di bulan Agustus dan September mendatang,” terangnya.

Untuk kebutuhan air bersih, ditahun 2024 ini memang tidak seperti tahun kemarin, yaitu banyak desa yang mengalami kekeringan, karena tahun lalu sungai Bogowonto juga susut, saluran Kedungputri juga ditutup, dan aliran dari Wadaslintang juga ditutup, sehingga mempengaruhi debit air ke pemukiman, yang menyebabkan debit sumber mata air menjadi susut.

Untuk pengajuan permohonan menggunakan surat desa, karena kami prinsip semua permintaan itu harus melalui desa. Kemudian desa diketahui oleh camat, lalu dilampirkan atau diterangkan posisi penampungan berada dimana dan jumlah KK serta jiwa. Untuk KK dan jiwa agar bisa kami rekap tahun ini ada berapa KK atau jiwa yang membutuhkan air bersih dan bisa kita cukupi,” terangnya.

Dalam sehari BPBD secara maksimal melakukan droping sebanyak 12 kali. Dengan menggunakan 3 armada tangki, dengan kapasitas armada 5000 liter.

Dan tahun ini insyaallah akan kita proses pengadaan satu truk lagi, untuk menggantikan truk yang lama yang sudah tidak layak dan tidak berani naik ke daerah tinggi. Untuk kebutuhan air bersih ini kita kerjasama dengan pemerintah desa, dengan relawan dan air diambil dari PDAM, kita beli air kepada PDAM, karena kita sudah dianggarkan oleh pemerintah kabupaten untuk membeli air bersih itu, dan untuk menjamim kualitas bersihnya dengan kita membeli air di PDAM,” pungkasnya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.