Sosial

Pertama Kali, Hari Teknologi Alat Bantu Sedunia Diperingati di Purworejo

119
×

Pertama Kali, Hari Teknologi Alat Bantu Sedunia Diperingati di Purworejo

Sebarkan artikel ini
Suasana kegiatan seminar nasional di pendopo kabupaten Purworejo, pada Selasa (4/6/2024)
Suasana kegiatan seminar nasional di pendopo kabupaten Purworejo, pada Selasa (4/6/2024)

PURWOREJO, purworejo24.com– Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRYAKKUM) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo dengan dukungan HelpAge Internasional, UNOPS dan AT Scale menyelenggarakan peringatan hari teknologi alat bantu sedunia yang baru pertama kali diperingati di seluruh dunia, di pendopo Kabupaten Purworejo, pada Selasa (4/6/2024).

Peringatan Pertama Hari Teknologi Alat Bantu Sedunia (World Day for Assistive Technology) itu diisi dengan kegiatan Senam Lansia dan Disability, Expo Bazar UMKM Disabilitas, Konvoi kendaraan roda 3 Disabilitas, dan Seminar Nasional Teknologi Alat Bantu sebagai Wujud Nyata Pembangunan Inklusi secara Streaming dan Luring.

Senam dan Expo Bazar UMKM dilaksanakan di halaman pendopo kabupaten, adapun konvoi dilakukan dengan mengelilingi jalan- jalan protokol kota Purworejo, dan seminar nasional dilaksanakan di pendopo Kabupaten Purworejo.

Seminar Nasional dilakukan secara Streaming dan Luring dengan menghadirkan sejumlah tokoh yang berkompeten diantaranya dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI dengan Tema Kebijakan Program Penanggulangan GIF dan Peta Jalan Kesehatan Inklusi Disabilitas, lalu Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Lansia, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes Republik Indonesia dengan mengambil Tema Kebijakan Program Penanggulangan GIF dan Peta Jalan Kesehatan Inklusi Disabilitas.

Nara sumber lain yaitu dari Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa, PDT dan
Transmigrasi RI dengan Tema Peluang Alokasi Prioritas Penganggaran Dana Desa untuk emenuhan alat bantu penyandang disabilitas, Sentra Antasena Kemensos RI dengan Tema ATENSI sebagai upaya pemenuhan alat bantu Kelompok Kerja Pemenuhan Alat Bantu Kabupaten Purworejo dengan mengambil Tema Pokja Alat Bantu dan PANUNTAS sebagai Inovasi Layanan Alat Bantu.

Dalam seminar itu juga diisi Sesi Tanggapan dengan menghadirkan Direktorat Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat BAPPENAS RI, Komisi Nasional Disabilitas RI, Organisasi Disabilitas Kabupaten Purworejo, dan Organisasi Lansia Kabupaten Purworejo

Dengan kegiatan itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya alat bantu, serta menguatkan jejaring dan tentunya partisipasi terutama bagi penyandang disabilitas dan kelompok lansia.

Bupati Kabupaten Purworejo, Hj Yuli Hastuti SH yang hadit melalui siaran video greeting juga mengkonfirmasi bahwa alat bantu menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi hidup penyandang disabilitas dan lansia khususnya di Kabupaten Purworejo.

Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Lansia Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes Republik Indonesia, dr. Nida Rokhmawati menyatakan bahwa hari ini menjadi salah satu sejarah peringatan hari teknologi sedunia yang pertama di Indonesia dan dilaksanakan di Kabupaten Purworejo.

Peringatan hari teknologi alat bantu sedunia pada hari ini juga menjadi pengingat bahwa kesiapan pelayanan kesehatan di Puskesmas masih menjadi tantangan. Sebagian besar peuskesmas kekurangan SDM. Fasilitas yang dimiliki juga masih belum aksesibel bagi disabilitas. Kedepannya kami akan berupaya untuk memperbaiki hal tersebut salah satunya dengan memperkuat peran Posyandu untuk melakukan deteksi dini disabilitas dan memperkuat pelayanan kepada lansia,” katanya.

Disebutkan, di Indonesia dari 278 juta penduduk, sekitar 5,3 persen adalah penyandang Disabilitas, baik Disabilitas fisik maupun Disabilitas intelektual atau kecerdasan, Disabilitas mental dan Disabilitas sensori atau pancaindra serta Disabilitas multi.

Dikabupaten Purworejo ini ternyata telah banyak melakukan inovasi dan memberikan hak kepada para penyandang Disabilitas. Saya dengar dari sekitar 800 ribuan penduduk ada sekitar 7000an merupakan penyandang Disabilitas. Dan telah dilakukan bersama- sama pemda Purworejo, sampai dengan Pemdes, bagaimana untuk menyediakan alat bantu. Dan ternyata sudah ada Pokja tentang Disabilitas di kabupaten ini, hal ini merupakan praktek baik yang bisa ditiru oleh daerah lain,” jelasnya.

Untuk Disabilitas, lanjutnya, pemerintah telah menerbitkan undang- undang kesehatan no 17 tahun 2023. Disabilitas tidak hanya dilakukan pelayanan yang sudah ketemu disabilitasnya, namun dimulai sejak pencegahan, yaitu sejak masa dalam kandungan.

Untuk hari peringatan teknologi alat bantu sedunia, kita memberikan perhatian dari berbagai sektor untuk dapat menjadikan teman- teman penyandang Disabilitas ini terbantu, agar mereka bergerak, dapat terlibat, dapat melihat dan dapat mendengar, dengan alat bantu ini sehingga mereka bisa berkarya seperti kita semua, itu harapan kita,” harapnya.

M. Aditya Setiawan, Kepala Bagian Program Rehabilitasi Holistik, Pusat Rehabilitasi YAKKUM menjelaskan bahwa hari ini menjadi momentum penting dalam peringatan alat bantu, dengan adanya pelaksanaan Hari Teknologi Alat Bantu Sedunia yang dilaksanakan pertama kali secara serempak di berbagai negara di Indonesia.

Hari ini menjadi hari yang sangat Istimewa dengan terselanggaranya peringatan hari alat bantu sedunia yang dilaksanakan di Pedopo Bupati Kabupaten Purworejo. Pusat Rehabilitasi YAKKUM sendiri sudah menginisiasi pembentukan kolaborasi kerja multisektor dengan adanya Kelompok Kerja Alat Bantu. Kami sangat berharap nantinya kita memastikan bersama dan mendorong modelling sistim pemenuhan yang sudah dibangun ini,” kata Aditya.

Perwakilan kelompok kerja pemenuhan alat bantu Kabupaten Purworejo, Iman Tjiptadi menjelaskan bahwa inovasi penyediaan alat bantu di Kabupaten Purworejo yang dimulai sejak tahun 2022 dan tahun 2023 menunjukkan komitmen pemerintah Kabupaten yang ditunjukkan dengan adanya SK struktur Kelompok Kerja Alat Bantu.

Satu desa satu alat bantu menjadi modelling yang menjadi inovasi dan kami dorong untuk pemaksimalan penggunaan dana desa bagi disabillitas. Standar harga akan dibuat dan membangun Kerjasama dengan pihak yang relevan seperti apotik daerah. Sehingga hal tersebut akan betul-betul dapat mewujudkan mimpi satu desa satu alat bantu dengan mekanisme berbasis bukti,” jelasnya.

Disebutkan, sejak awal tahun 2024, pihaknya telah menyalurkan alat bantu sebanyak 83, lalu diakhir bulan Mei lalu pihaknya juga telah menyalurkan 100 alat bantu bagi 100 penerima manfaat.

Ada 15 jenis alat bantu yang diterimakan, salah satunya ada alat bantu dengar, alat bantu berjalan, walker dan kursi roda adaptif. Melalui mekanisme Pokja alat bantu, mekanisme ini didukung sepenuhnya oleh pusat rehabilitasi YAKKUM Yogyakarta,” sebutnya.

Sementara itu Direktorat Jendral Pembanguan Desa dan Pedesaan Kementerian Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Sappe Mangirin Patuan Sirait, S.TP, M.Si juga menyatakan bahwa konsep satu desa satu alat bantu sangat memungkinkan untuk dilaksanakan.

Dana desa bisa digunakan untuk peningkatan kapasitas penyandang disabilitas dan masyarakat. Silahkan menggunakan forum musyawarah desa sampai dengan reviewnya. Mimpi ini masih sangat bisa terwujud ditahun 2024 karena musyawarah desa baru akan dilaksanakan ditahun ini. Sehingga kita perlu untuk memprovokasi dana desa untuk memastikan partisipasi dan penggunaan dana desa salah satunya untuk pemenuhan alat bantu,” ujarnya.

Didik Sugiyanto dari Jaringan Kawal Jawa Tengah Inklusi (Jangka Jati) sebagai penanggap dalam forum ini menyampaikan apresiasi kepada Pokja Pemenuhan Alat Bantu Kabupaten Purworejo sekaligus menyampaikan harapannya.

Pemerintah kabupaten Purworejo mampu menangkap permasalahan dan peluang terkait dengan pemenuhan alat bantu, yaitu dengan membentuk pokja pemenuhan alat bantu. Kami di tingkat Jateng belajar dari prkatik baik kabupaten Purworejo ini. Kami menginisiasi penyusunan dokumen peta jalan pemenuhan alat bantu penyandang disabilitas dan lansia agar pemenuhan alat bantu ini bisa lebih terstruktur dan terarah. Kami mengharapkan dukungan dari pemerintah pusat dan daerah untuk menjadikan dokumen ini sebagai acuan dalam perencaan aksi nasional dan aksi daerah pemenuhan hak-hak disabilitas,” terangnya.

Menanggapi hal – hal yang disampaikan diatas, Ibu Dwi Rahayu Ningsih, perwakilan dari BAPPENAS, Direktorat Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyaraka juga mengkonfirmasi bahwa terkait kebijakan, Pemerintah Indonesia saat ini sedang berupaya mengegser proses berpikir implementasi kebijakan penyandang disabilitas. Sebelumnya implementasi kebijakannya berupa bantuan atau asistensi, sekarang bergeser ke pemenuhan hak-haknya, layanan disarm kesehatan, infrastruktur, dan lain-lain.

Terutama pada sektor kesehatan, alat bantu yang perlu dipenuhi adalah tidak hanya fisiknya tetapi juga fasilitas layanannya perlu dipenuhi. Perlu juga memastikan cakupan jaminan kesehatan bisa mencover penyandang disabilitas untuk pemenuhan alat bantu yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka,” pungkasnya. (P24/wid/bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.