KEMIRI, purworejo24.com – Usai melaksanakan kampanye di Manado, Sulawesi Utara, Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mengunjungi Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Kamis (1/2/2024) sore.
Dikabupaten tempat tinggal orang tua dan kerabatnya itu, Ganjar bertemu dengan sejumlah petani pembibitan CV Wahyu Tani Putra, di Desa Karangduwur, Kecamatan Kemiri.
Ganjar yang tiba sekitar pukul 18.00 wib itu disambut antusias oleh ratusan warga yang telah menanti dilokasi.
Ganjar kemudian melihat bibit tanaman serta menyapa para petani dan berdialog tentang seputar pembibitan.
Usai bertemu petani, Ganjar kemudian berorasi menyapa ratusan warga yang hadir menyambutnya.
“Warga Desa Karangduwur, njenengan tak dongakke sehat kabeh, ini ada yang menarik karena ada pembibitan yang dilakukan oleh ibu- ibu dan yang menarik lagi ternyata omzetnya cukup bagus disebarkan di seluruh Indonesia, inilah potensi ekonomi yang sangat bagus, nah saya titip betul kwalitasnya dijaga kalau perlu dijadikan daerah kawasan pembibitan, menjadi pusat pembibitan yang ternyata sudah terkenal dibanyak tempat, kalau anak mudanya mau, kalau perempuannya mau maka sebenarmya kekuatan kita akan terjaga di desa karena desa bisa menyuplai bibit ke seluruh Indonesia,” kata Ganjar dihadapan warga.
Menurutnya, dengan menjadikan kawasan pembibitan, maka kelak bisa menjadikan pendapatan bagi ibu- ibu, dan dari anak mudanya bisa diajari turun temurun sehingga bibit menjadi lebih banyak, jenis bibit juga banyak dan dicari oleh orang untuk mencari bibit di lokasi itu.
“Ini akan menjadi legenda, maka pemerintahnya, kelompoknya bisa membantu bahwa desa Karangduwur menjadi tempat pembibitan terbaik di Indonesia,” ujarnya.
Ganjar juga menyampaikan terima kasih atas sambutan warga dan masih akan melanjutkan agenda dengan bertemu para peternak.
“Terima kasih atas sambutanya setelah ini saya akan bertemu dengan para peternak, karena kemarin para peternak juga mengalami kesulitan terkait dengan jagung, maka saat saya temui di beberapa tempat mereka menyampaikan kondisi- kondisi dimana pak tolonglah kami dibantu, maka kalau koperasi petani berjalan maka semua akan bisa mengisi dan ini yang kemarin saya sampaikan, peternak, petani dan perkebunan harus bisa bekerjasama semuanya. Tak dongake sehat kabeh sing rukun,” lanjut Ganjar.
Usai mengunjungi petani pembibitan di Desa Karangduwur, Ganjar kemudian menyempatkan waktu singgah di rumah orang tuanya di Kutoarjo, kemudian bertolak ke Jakarta untuk melanjutkan agenda kampanye di lokasi lain.
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kabupaten Purworejo, yang juga sebagai Ketua Tim Pemenangan Cabang (TPC) Ganjar-Mahfud Kabupaten Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, yang hadir menemani Ganjar, mengatakan, Ganjar hadir di Purworejo dengan satu agenda yaitu bertemu dengan petani pembibitan di Desa Karangduwur.
“Bertemu dan mendengarkan keluh kesah petani bibit kendala kedepan dan pak Ganjar menyampaikan bahwa potensi di Kecamatan Jemiri termasuk di Desa Karangduwur ini luar biasa, apabila nanti dikelola lebih serius, kita dorong dengan lebih baik, kita optimis bahwa ini bisa menjadi pemicu untuk meningkatkan roda perekonomian di Kecamatan Kemiri yang saat ini sudah luar biasa, kita dorong untuk menjadi lebih baik lagi,” ungkap Dion saat ditemui dilokasi.
Adanya potensi itu, lanjut Dion, dirinya akan mendorong para petani bibit untuk pelabelan tanaman, memperkuat pohon induk, karena ketika petani ingin masuk ke ranah pengadaan pemerintah, petani harus mempunyai pohon induk.
“Nah ini yang kita dorong, karena pohon induk ini pengsertifikatanya akan dilakukan melalui Kementrian Pertanian. Ini yang nanti harus kita dorong Dinas Pertanian Purworejo bahwa petani pembibit harus bisa menciptakan pohon- pohon indukan, baik itu tanaman buah maupun tanaman keras, sehingga labelnya bisa digunakan bagi para petani untuk mengikuti pengadaan- pengadaan pemerintah yang mungkin selama ini temen- temen petani ini mengikuti kegiatan- kegiatan pengadaan pemerintah, tapi sudah tangan ketiga, artinya melalui perantara. Maka harapanya ketika kita dorong teman- teman petani itu bisa langsung menjadi mitra pemerintah ini saya kira keuntunganya akan lebih besar bagi teman- teman petani,” ujarnya.
Menurutnya, pengadaan pemerintah harus ada label dan sertifikasinya, dan harus ada pohon induknya.
“Harapan kedepan tentu perlu ada pembinaan, bahwa sertifikasi ini melalui proses sampai ditingkat kementrian, nanti disitu ada survai dari kementrian, dilihat pohon induknya layak atau tidak, ketika pohon indukanya ada maka akan dikeluarkan serfitikasi, nah setelah sertifikasi dari hasil pohon indukan ini bisa dikembangkan lagi bisa mendapatkan label. Nah selama ini petani ini ada ditangan ketiga, belum langsung menjadi mitra pemerintah. Ini yang harus kita dorong supaya teman- teman ini bisa paham bagaimana bisa ikut tender pemerintah, bagaimana bisa mengikuti langsung pengadaan yang langsung dilakukan oleh pemerintah daerah, maka itu hasilnya akan luar biasa,” jelasnya.
Yang akan didorong lebih lanjut, tambah Dion, petani harus memiliki koperasi, karena untuk bisa mengikuti tender pemerintah ini tidak bisa perorangan, namun harus dengan koperasi
“Nah selama ini banyak dilakukan kelompok- kelompok yang sifatnya mungkin masih perorangan, sehingga ini perlu dibentuk sebuah koperasi untuk mendorong itu, maka pohon indukan ini jadi milik koperasi dan nanti yang bisa ikut tender pemerintah itu adalah koperasi yang didirikan oleh teman- teman petani dan hasilnya langsung dimanfaatkan oleh teman- teman petani,” pungkasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








