BAGELEN, purworejo24.com – Gelaran Expo Purworejo, yang digelar oleh Pemkab Purworejo dalam rangka Hari Jadi ke -192 Kabupaten Purworejo yang diselenggarakan di komplek Pendopo Kabupaten Purworejo, pada tanggal 15- 19 Februari 2023 telah usai dilaksanakan. Kegiatan itu sukses digelar dengan keberhasilan meraih omzet hingga miliaran rupiah, namun kegiatan itu menyisakan sebuah cerita yang kurang menyenangkan dan menjadi pengalaman tersendiri bagi seorang warga yang hadir dan turut serta berbelanja dalam ajang pameran dan bazar tingkat kabupaten itu.
Warga itu bernama Sumarwijiyah, yakni warga yang tinggal di Dusun Kepondon Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah. Dirinya mengaku kecewa usai membeli perabotan rumah tangga berupa produk elektronik di salah satu stand pada Expo Purworejo tersebut.
Pasalnya barang yang dibelinya itu dianggap tak sesuai dengan promosi yang dilakukan oleh salah satu pegawai marketing di stand tersebut, alhasil Sumarwijiyah mengaku kecewa, menyesal dan merugi setelah membeli barang dengan harga jutaan rupiah di gelaran Expo itu.
Saat ditemui di rumahnya, di RT 4 RW 4 Desa Krendetan, Sumarwijiyah mengaku telah mendatangi lokasi Expo Purworejo, bersama suaminya pada tanggal 17 Februari 2023 lalu. Saat itu dirinya bersama suaminya berkeliling melihat-lihat produk pameran yang dipajang di setiap stand yang ada.
“Saat itu saya pergi ke arah stand elektronik, sebenarnya saya sudah lewat, nah di situ trus dijawil sama masnya, bilang sini liat, lalu ditarik untuk melihat oven multifungsi bisa buat ini itu, pomosinya itu bagus banget, masak ini masak itu hanya 8 menit sudah mateng, trus tidak repot repot pakai tupperware apa pakai piring biasa katanya juga bisa, pokoknya untuk masak apa aja bisa.
Disitu juga dipraktekkan tapi cuma telor sama kentang satu, 5 menit matang dan saya agak percaya, lalu goreng krupuk ga pakai minyak, semua krupuk bisa, dan saya tertarik lalu saya DP 500 ribu dan pelunasannya nanti setelah barang dianter,” kisahnya, pada Rabu 22 Februari 2023.
Selang sehari, lanjutnya, barang itu diantar di rumah Sumarwijiyah. Dirumah itu pengirim barang juga mempraktekkan penggunaan barang untuk memasak, tapi ternyata dalam prakteknya tidak sesuai dengan apa yang dipromosikan saat pameran.
“Masaknya itu ribetnya setengah mati tidak sesuai yang dipromoin dan tidak mateng. Intinya saya itu seperti terkecoh padahal saya itu sudah curiga masake ribet ga mateng malah mogol kabeh. Saya juga disuruh transfer dan setelah pulang transfer lihat barangnya lagi lah kok saya merasa bodo banget, barang tidak bisa dipakai kok dibayar, padahal waktu promo masnya yang di pameran sudah bilang nek ndak sesuai barangnya jangan dibayar, memang sudah bilang begitu, tapi saya seperti terkecoh tetap transfer dan setelah nyadar kok barangnya tidak sesuai yang di promosikan. Makanya saya jadi nyesel banget,” lanjutnya.
Dalam pembelian barang itu, Sumarwijiyah membayar dengan harga 4.050.000. Sumarwijiyah mendapat harga promo saat pameran dari harga barang ditoko yang semestinya dijual dengan banderol harga 6 juta.
“Sudah saya bayar lunas. Niatnya pada tanggal 19 Februari malam saya ke sana untuk komplain, tapi ternyata ke sana sudah tutup, mau komplain lewat no hp yang diberikan juga sudah tidak direspon lagi,” katanya.
Kejadian itu menjadi pengalaman bagi Sumarwijiyah. Dirinya berharap ke depannya jika ada expo lagi, penyelenggara diminta lebih selektif dengan mendatangkan barang- barang yang benar-benar berkualitas agar pembeli menjadi tidak rugi saat membelinya.
Terpisah, Kepala Dinas KUKMP Kabupaten Purworejo, Gathot Suprapto, yang mengetahui cerita kejadian itu, meminta kepada warga masyarakat untuk berhati- hati, jeli dan teliti sebelum membeli suatu barang yang diinginkan.
“Teliti sebelum membeli, hati-hati pokoke. Barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan, ada perjanjiannya. Saya juga dirayu untuk beli produk tersebut, namun tidak tertarik,” katanya.
Hal senada juga dikatakan Sekretaris DinKUKMP Purworejo, Titik Mintarsih, yang meminta kepada warga untuk segera komplian atau meminta penjelasan kepada penjual atau perusahaannya.
“Saya ikut prihatin, segera komplin atau minta penjelasan kepada penjual atau perusahaan, jangan ditunda,” tegasnya.(P24/Wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








