PendidikanReligi

KH Achmad Chalwani Launching IAI An-Nawawi, Kampus Berbasis Pesantren Pertama di Purworejo

206
×

KH Achmad Chalwani Launching IAI An-Nawawi, Kampus Berbasis Pesantren Pertama di Purworejo

Sebarkan artikel ini
Ketua Dewan Senat KH Achmad Chalwani, Ketua Yayasan An Nawawi KRM Maulana Alwi, S.H. dan Rektor IAIAN Hj Ashfa Khoirunnisa, M.Si., melakukan penekanan tombol launching logo terbaru IAIAN.
Ketua Dewan Senat KH Achmad Chalwani, Ketua Yayasan An Nawawi KRM Maulana Alwi, S.H. dan Rektor IAIAN Hj Ashfa Khoirunnisa, M.Si., melakukan penekanan tombol launching logo terbaru IAIAN.

PURWOREJO, purworejo24.com – Institut Agama Islam An Nawawi (IAIAN) menggelar launching institut pada Kamis (16/02/2023) di auditorium KH Nawawi Shidieq kompleks IAI An Nawawi Purworejo.

Ketua Dewan Senat IAI An-Nawawi KH Achmad Chalwani menjelaskan, bahwa kampus yang dulunya bernama STAI An-Nawawi ini berdiri atas cita-cita dari KH Nawawi yang menginginkan berdirinya sekolah tinggi dengan membuka prodi syariah.

“Beliau ingin di Berjan ini ada fakultas syariah. Dan apa yang diinginkan orang tua saya (KH Nawawi) terkabul dan senantiasa berkembang sampai saat ini,” Kata KH Achmad Chalwani saat menyampaikan sambutan.

Diketahui, IAI An-Nawawi merupakan kampus yang berbasis pesantren pertama di Kabupaten Purworejo. Hal ini menjadikan kampus yang yang terletak di kawasan komplek pondok pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo ini menjadi rujukan dari berbagai daerah di Indonesia.

Launching Institut diawali dengan penyerahan SK Menteri Agama no: 1501 tahun 2022 tentang alih status, yang diserahkan oleh Sub Koordinator bidang Kelembagaan Swasta Diktis Kemenag RI, Dr A Rofiq Zainul Mun’im, M.Fil.I., kepada Ketua Yayasan An Nawawi, KRM Maulana Alwi, S.H.

Kegiatan launching yang disiarkan secara live streaming YouTube ini, diikuti para dosen dan mahasiswa baru, serta dihadiri Kepala MTs An Nawawi, Kepala MA An Nawawi, Koperasi An Nawawi, Kepala Ponpes putra dan putri An Nawawi, serta segenap tamu undangan lainnya.

Launching Institut dilakukan oleh Ketua Dewan Senat KH Achmad Chalwani, Ketua Yayasan An Nawawi KRM Maulana Alwi, S.H. dan Rektor IAIAN Hj Ashfa Khoirunnisa, M.Si., yang ditandai dengan penekanan tombol launching logo terbaru IAIAN.

Logo yang dilaunching merupakan hasil dari lomba desain logo IAIAN yang dilaksanakan beberapa waktu sebelumnya.

Ketua Yayasan An Nawawi, KRM Maulana Alwi, S.H., berpesan, dengan beralihnya institut ini menandakan bahwa tidak hanya berubah secara nama saja, tapi dari kwalitas dan kwantitas juga harus ditingkatkan.

“Harapan kita dengan alih status ini dapat meningkatkan kualitas dari semua segi. Proses alih status ini merupakan upaya dari kuta untuk membalas kepercayaan masyarakat yang sudah menitipkan anaknya di pondok pesantren An-Nawawi Berjan,” kata KRM Maulana Alwi.

Miftahur Rahman, SHI., MSI, selaku Ketua Panitia menyebut, dengan adanya alih status ini merupakan sebuah momen yang sangat bagus untuk upaya peningkatan kualitas dan kuantitas kampus. Launching juga dibarengkan dengan Stadium General yang diisi oleh Dr A Rofiq Zainul Mun’im, M.Fil.I., yang menyampaikan materi tentang ‘Strategi Perguruan Tinggi Berbasis Pondok Pesantren.

“Tujuannya adalah agar mahasiswa, terutama mahasiswa baru lebih mengenal kampus IAIAN ini, mulai dari sejarah berdirinya, hingga pimpinan maupun rektornya,” ujar Rahman, di sela kegiatan.

Kedepan, ungkap Rahman, sesuai Rencana Induk Pengembangan, pihaknya akan membuka prodi-prodi umum, seperti Bahasa Inggris, Matematika dan Bahasa Indonesia. Dan beberapa tahun kedepan IAIAN bisa berubah menjadi universitas.

“Sudah ada peningkatan SDM, dengan adanya 14 dosen yang sekarang sedang menempuh program doktoral. Ini juga persiapan menyambut Universitas kedepannya,” kata dia.

Untuk mahasiswa sendiri, kata Rahman, sudah ada workshop MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), untuk peningkatan kapasitas. Artinya mahasiswa dituntut untuk belajar tidak hanya di kampus saja, tapi boleh berkolaborasi dengan kampus lain dan juga mengikuti organisasi ekstra maupun intra kampus.

“Mahasiswa diperbolehkan untuk mencari ilmu yang tidak hanya di bangku perkuliahan saja,” kata Rahman.

Diketahui, mahasiswa IAIAN ini secara menyeluruh hampir mayoritas dari kalangan santri. Akan tetapi mereka tidak hanya belajar yang terkait dengan pondok pesantren saja tapi pengetahuan umum juga dipelajari secara sistematis dan mendalam.

“Kita selalu mendukung mahasiswa untuk berproses dimanapun tempatnya,” pungkas Rahman, yang juga menjadi Kaprodi Perbankan Syariah ini.(P24-bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.