PURWOREJO, purworejo24.com – Gelaran Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Kabupaten Purworejo Tahun 2026 resmi berakhir dengan sukses pada Minggu (31/5/2026).
Ajang olahraga pelajar paling bergengsi di tingkat kabupaten tersebut berlangsung selama sepekan, mulai 25 hingga 31 Mei 2026, dan melahirkan sejumlah atlet muda berbakat yang siap mewakili Purworejo di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Kompetisi yang diikuti pelajar jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini mempertandingkan enam cabang olahraga utama, yakni atletik, renang, bulu tangkis, pencak silat, senam (khusus SD), serta panjat tebing (khusus SMP).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, S.STP., M.M., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan dengan lancar dan penuh semangat sportivitas.
“Alhamdulillah, semua cabang lomba sudah selesai tanggal 31 Mei kemarin dan berjalan sangat lancar. Antusiasme serta semangat juang anak-anak luar biasa, persaingannya sangat ketat,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Menurut Yudhie, para juara pertama dari masing-masing cabang olahraga akan menjadi delegasi resmi Kabupaten Purworejo untuk berlaga pada O2SN Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung di Semarang pada 30 Juni hingga 3 Juli 2026.
Pelaksanaan O2SN tahun ini menunjukkan kualitas pembinaan olahraga pelajar yang semakin baik. Pada jenjang SD, sejumlah atlet berhasil tampil dominan di cabang yang mereka ikuti.
Di cabang Kids Atletik Putra, Karesditya Nararya Rizqi dari SDN 1 Maron, Loano berhasil meraih juara pertama. Sementara pada cabang Bulu Tangkis Putra, gelar juara diraih Azka Azfar Rabbani dari SD Muhammadiyah Kemiri.
Pada cabang Pencak Silat Putra, Rolando Bikr Ardinata dari SDN Wangunrejo tampil sebagai yang terbaik dengan nilai 9.895. Sedangkan di cabang Renang Putra, Affan Arsalan Marine Junior dari SDN Sebomenggalan, Purworejo sukses menjadi juara setelah meraih dua medali emas.
Untuk cabang Senam Putra, Dzanwar Ajie Wicaksana dari SDN Kalinongko, Loano keluar sebagai juara pertama dengan nilai 21,2.
Sementara itu, pada jenjang SMP, persaingan berlangsung tidak kalah ketat. Di cabang Atletik Putra, Abid Lanang Prasetyo dari SMP Negeri 1 Purworejo berhasil menjadi juara pertama dengan total skor 1.473 poin.
Pada kategori putri, posisi puncak ditempati Khaula Kharirotum Muflikhah dari sekolah yang sama.
Cabang Renang SMP Putra dimenangkan oleh Tatag Iqbal Setiawan dari SMP Negeri 4 Purworejo dengan raihan dua medali emas.
Sedangkan kategori putri diraih Hasna Sakilla Azzahra dari SMP Negeri 27 Purworejo.
Pada cabang baru Panjat Tebing SMP, juara putra diraih Prastya Arva Cleophila dari SMP Negeri 1 Purworejo, sementara kategori putri dimenangkan Kaesang Ayu Wandira, juga dari SMP Negeri 1 Purworejo.
Di cabang Bulu Tangkis SMP Putra, Raihan Dhio dari SMP Negeri 1 Purworejo berhasil merebut gelar juara. Adapun kategori putri dimenangkan oleh Wulan Maharani dari SMP Negeri 2 Purworejo.
Sedangkan pada cabang Pencak Silat SMP Putra, Vico Naufalgani dari SMP Negeri 26 Purworejo menjadi yang terbaik dengan nilai 9.905. Untuk kategori putri, juara pertama diraih Naswa Nabila dari SMP Negeri 19 Purworejo.
Yudhie menjelaskan bahwa O2SN 2026 menghadirkan sejumlah pembaruan sesuai petunjuk teknis dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
“Ada penambahan cabor baru yang mengacu dari pusat. Untuk jenjang SD ada penambahan di cabor bulu tangkis, senam, dan renang. Sedangkan untuk jenjang SMP, ada tambahan baru yaitu cabor panjat tebing,” jelasnya.
Penambahan cabang olahraga tersebut diharapkan dapat memperluas ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan minat olahraga yang dimiliki sejak usia dini.
Optimistis Raih Prestasi di Jawa Tengah
Terkait peluang di tingkat provinsi, Yudhie menilai seluruh cabang olahraga memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi.
Menurutnya, atlet yang tampil di tingkat kabupaten merupakan hasil seleksi terbaik dari masing-masing kecamatan.
“Semua cabor bagi kami adalah unggulan karena atlet-atletnya memiliki potensi merata. Kemarin saya melihat sendiri di panjat tebing, anak-anak lincah dan cepat sekali. Target kami tentu meraih hasil maksimal di semua lini,” katanya.
Dindikbud Purworejo berharap prestasi O2SN tahun ini mampu melampaui capaian sebelumnya. Pada tahun 2025, keterbatasan sistem pelaksanaan dan efisiensi anggaran membuat prestasi di tingkat provinsi belum maksimal.
Namun pada tahun 2024, Purworejo berhasil mengirimkan wakil hingga tingkat nasional.
“Kalau tahun 2024 lalu kita bahkan ada yang tembus sampai nasional. Harapan kami, tahun 2026 ini prestasi itu bisa kembali diraih, bahkan lebih baik. Kami mohon doa restu dari masyarakat Purworejo,” harapnya.
Menjelang pelaksanaan O2SN Jawa Tengah di Semarang, para atlet terpilih akan menjalani pembinaan dan latihan intensif bersama pelatih serta guru pembina di sekolah masing-masing.
Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan teknik, fisik, serta mental bertanding agar mampu mengharumkan nama Kabupaten Purworejo di tingkat yang lebih tinggi.
Ajang O2SN tidak hanya menjadi wadah kompetisi olahraga pelajar, tetapi juga sarana pembentukan karakter, sportivitas, disiplin, dan semangat berprestasi.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan lahir generasi atlet muda Purworejo yang mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







