BAGELEN,purworejo24.com – SMP Negeri 17 Purworejo, Jawa Tengah, menggelar Pameran Hasil Karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, di gedung aula pertemuan sekolah setempat, pada Senin 10 Oktober 2022.
Pameran dengan mengusung tema Gaya Hidup Berkelanjutan itu fokus dengan topik membuat hasil karya kreasi dari pengolahan limbah yang ada di lingkungan sekitar.
Berbagai hasil karya yang dibuat oleh para siswa kelas 7 itu dipamerkan dan diperagakan dalam bentuk kreasi busana indah dari limbah, aneka souvenir, aneka benda hias dan aneka benda pakai.
Khusus untuk kreasi busana indah, siswa memperagakan dalam bentuk fashion show. Mereka berlenggak lenggok bagai peragawati yang berjalan di atas catwalk dengan hasil kreasi busana yang indah dari bahan limbah plastik.

Pameran hasil karya itu dibuka dengan ditandai pemukulan gong oleh Kepala SMP Negeri 17 Purworejo, Budi Hartono SPd MM serta dinikmati oleh seluruh siswa dan guru serta karyawan di SMP Negeri 17 Purworejo.
Hasil karya Projek itu merupakan hasil pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan membuat kreasi dari lingkungan sekitar oleh peserta didik yang dibimbing oleh para guru.
Melalui program Penguatan Profil Pelajar Pancasila, peserta didik dilatih untuk dapat memiliki karakter Profil Pelajar Pancasila, di antaranya Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, Berkebhinekaan, Bergotong Royong, Mandiri dan Kreatif.
Ketua panitia kegiatan yang juga sebagai guru Prakarya di SMP Negeri 17 Purworejo, Teky Renggani, mengatakan, kegiatan itu adalah selebrasi yang merupakan puncak dari hasil kegiatan proyek yang sudah dilaksanakan hampir tiga mingguan.
“Proyek yang wajib dalam kurikulum merdeka ini, kami membuat Proyek Penguatan Profil Pancasila, dengan tema memilih gaya hidup berkelanjutan, dengan topik pengolahan limbah yang ada di lingkungan sekitar,” kata Teky saat ditemui disela kegiatan.
Proyek yang dilaksanakan selama tiga minggu itu, lanjutnya, untuk menanamkan karakter bagi peserta didik yaitu agar mempunyai karakter dapat mencintai lingkungan sekitarnya.
“Di mana di sekitar kita itu ada limbah limbah yang berserakan, limbah yang tidak dikelola sehingga ketika ada proyek ini kita memberikan kepada anak pemahaman yang juga pengarahan supaya anak itu bisa peduli terhadap lingkungan, bahwa limbah-limbah itu ada pemilahan, lalu pengelolaanya, kemudian ada limbah yang bisa dijadikan suatu karya,” jelasnya.
Dari pemilahan itu, maka dibuatlah karya-karya dari pengolahan limbah yang ada di lingkungan sekitar yang dibuat menjadi empat kelompok, yaitu kelompok kreasi busana indah dari limbah, kelompok aneka souvenir, kelompok aneka benda hias dan kelompok aneka benda pakai.
“Beberapa hari lalu itu memang anak-anak betul-betul mencari limbah-limbah yang sesuai dengan rancanganya, sekaligus anak-anak disuruh merancang, membuat perencanaan karya tersebut. Nah hasilnya, hasil karya anak-anak itu kita pamerkan dengan tujuan bisa memotivasi teman-teman yang lain atau kakak kelas yang lain, yang menyaksikan hasil karya hari ini.
Jadi hari ini adalah puncaknya proyek tersebut dengan menampilkan pagelaran busana indah kemudian dilanjutkan dengan pameran-pameran yang ada di sini,” ujarnya.
Disebutkan, hasil karya itu dibuat khusus oleh para siswa kelas 7 yang telah mengikuti kurikulum merdeka. Ada 7 kelas di kelas 7 yang ada di SMP Negeri 17 Purworejo. Sementara itu kelas 8 dan kelas 9 hadir untuk mengapresiasi dan menonton serta melihat hasil karya yang dibuat oleh para siswa kelas 7.
“Sementara ini masih sebatas dipamerkan untuk pengenalan, nanti untuk selanjutnya Insya Allah anak-anak akan diajak untuk membuat sesuatu karya yang maksimal yang mempunyai nilai jual. Sehingga nanti kita akan mengarahkan anak-anak agar bisa menghitung bagaimana si karyanya bisa dijual itu seperti apa, mulai dari kelayakannya, sampai nilai jualnya.
Harapannya ini bisa menanamkan sikap karakter anak, bagaimana iman dan takwanya kepada Tuhan itu melalui cinta lingkungan dan menambah kreatifitasnya lebih tergugah lagi, karena setiap anak itu Insya Allah rata-rata punya potensi. Dengan diadakanya kegiatan seperti ini diharapkan potensi setiap anak itu tumbuh sehingga menjadikan kreatif dan mandiri kemudian bisa bekerjasama dengan teman lainnya,” harapnya.
Sementara itu, Zahra Prariwi, siswi kelas 7D dan Lestari Rahayu, siswi kelas 7E, mengaku senang dan bahagia bisa mengikuti kegiatan pameran hasil karya itu. Dengan kegiatan itu, dirinya bisa menunjukkan hasil karya yang telah dibuatnya.
“Busana fashion show ini dibuat sendiri secara berkelompok mewakiki kelas, busana dibikin dari limbah plastik. Untuk persiapanya sudah minggu, intinya senang dan bahagia. Harapannya ini bisa membangun karakter anak agar bisa menjadi pribadi yang baik,” katanya.(P24/Wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








