PURWOREJO, purworejo24.com – Gelombang penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi di Kabupaten Purworejo memasuki jilid 3. Semua elemen masyarakat berduyun-duyun menolak kebijakan pemerintah yang satu ini.
Sebelumnya penolakan datang dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang melakukan demonstrasi di Kantor Bupati Purworejo pada 7 September 2021, dilanjutkan oleh aksi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo digedung DPRD Kabupaten Purworejo pada i September 2021.
Kali ini giliran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Purworejo menggelar aksi Aksi dengan kegiatan flashmob menolak kenaikan harga BBM bersubsidi di depan Terminal Bus Purworejo tepatnya di Jl Gajah Mada Km. 5, Desa Candisari, Kecamatan Banyuurip, Sabtu 10 September 2022.
Dalam aksi tersebut diikuti sekitar 200 massa terdiri dari anggota dan simpatisan PKS Purworejo dengan membagikan sayuran gratis kepada para pengguna jalan dan warga yang terdampak kenaikan harga BBM.
Aksi dimulai sekitar pukul 07.00 WIB, mereka dengan membentangkan spanduk berbagai tulisan menolak kebijakan pemerintah meniakkan harga BBM.
Spanduk-spanduk tersebut antara lain bertuliskan “PKS menolak kenaikan harga BBM subsidi”, “Jangan bikin rakyat tambah susah”, dan “Menolak kenaikan harga BBM subsidi” serta tulisan-tulisan perlawanan lainnya.
Sekertaris Umum DPD PKS Purworejo, Sigit Haryono mengatakan, bahwa aksi ini adalah aksi bersama sebagai bentuk penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi. Karena menurutnya, dengan adanya kenaikan tersebut akan sangat berdampak terhadap masyarakat, terutama masyarakat kecil.
“Pada kesempatan pagi ini ada ratusan orang yang ikut gabung dalam aksi. Kami menyayangkan sikap pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi yang telah diumumkan oleh Pemerintah pada Sabtu 3 September yang lalu,” katanya.
Menurut Sigit, keputusan menaikkan harga BBM bersubsidi ini sungguh tidak berempati terhadap kondisi masyarakat saat ini yang masih dalam kesulitan ekonomi akibat dampak pandemi. Terlebih harga kebutuhan pokok ikut melonjak naik yang ini sangat memberatkan masyarakat.
“Beberapa waktu yang lalu masyarakat cukup terpukul dengan kenaikan harga minyak goreng, belum juga selesai dengan minyak goreng harga telur pun juga ikut naik, sekarang harga BBM bersubsidi naik. Ya, tentunya hal ini akan menambah masyarakat merasa sangat terbebani, rumah tangga di seluruh Indonesia akan sangat terpukul dengan kenaikan harga BBM bersubsidi ini,” ungkapnya.
Sigit melanjutkan, karena dengan kenaikan harga BBM ini, maka sangat mempengaruhi segala sektor ekonomi di masyarakat. Menurutnya hal ini bisa mempengaruhi daya beli masyarakat terutama masyarakat kecil yang kondisi ekonominya belum pulih sepenuhnya.
Ia menyebut, dampak naiknya harga BBM bersubsidi ini akan sangat dirasakan oleh tukang ojek, supir angkot, supir truk, pedagang kaki lima, tukang becak, petani, nelayan, emak-emak, pelajar, dan juga elemen masyarakat lainnya.
“Mereka akan menjerit karena semakin sulit bangkit dari keterpurukan ekonomi, kedepan harga bahan pokok dan yang lainnya pasti akan mengalami kenaikan dan ini sudah mulai dirasakan oleh masyarakat saat ini, beberapa harga bahan pokok mulai naik, transportasi umum juga sudah naik, tegasnya.
Menurut Sigit, bahwa ia yakin pasti ada solusi atau cara lain untuk memperbaiki kondisi saat ini jangan sampai kebijakan pemerintah malah justru semakin memberatkan masyarakat.
“Jangan menambah susah masyarakat khususnya masyarakat kecil karena dampak pandemi yang belum usai, adanya kenaikan harga BBM bersubsidi ini akan sangat mempengaruhi banyak sektor,” ujarnya.
Oleh karena itu, PKS Purworejo bersama masyarakat Purworejo menolak kenaikan BBM bersubsidi ini karena akan menimbulkan beban baru bagi masyarakat, yang ekonominya baru mulai tumbuh karena dampak pandemi.
“Sebagai salah satu bentuk kepedulian kita kepada masyarakat pagi hari ini kita membagikan sayuran gratis sebanyak 1 mobil bak buka dengan berbagai macam sayuran semoga ini bisa sedikit membantu masyarakat,” pungkasnya.(P24-bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








