EkonomiPemerintahanSosial

Demo Tolak BBM di Kantor Bupati Purworejo Sempat Memanas, Mahasiswa Paksa Masuk ke Ruang Audiensi

200
×

Demo Tolak BBM di Kantor Bupati Purworejo Sempat Memanas, Mahasiswa Paksa Masuk ke Ruang Audiensi

Sebarkan artikel ini
Aksi unjuk rasa dilakukan oleh ratusan mahasiswa PMII Kabupaten Purworejo di depn Kantor Bupati Purworejo
Aksi unjuk rasa dilakukan oleh ratusan mahasiswa PMII Kabupaten Purworejo di depn Kantor Bupati Purworejo

PURWOREJO, purworejo24.com – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Purworejo diwarnai adu mulut dengan anggota dewan.

Seratusan mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM tersebut sempat adu mulut dengan perwakilan DPRD Kabupaten Purworejo Kelik Susilo Ardani. Adu mulut dipicu saat mahasiswa yang akan masuk ruang audiensi diperingatkan dan dibatasi untuk masuk ruang audiensi.

Suasana sempat memanas karena ada mulut yang terjadi antara demonstran dan DPRD tersebut. Setelah kurang lebih setengah jam akhirnya semua peserta aksi diizinkan masuk ke ruang audiensi. Dalam audiensi yang dilakukan di ruang Arahiwang pada Rabu 7 September 2022 ini para mahasiswa menyampaikan sedikitnya 3 tuntutan.

Pertama, PMII mendesak DPRD Purworejo untuk menyampaikan kepada pemerintah pusat bahwa masyarakat Purworejo diwakili oleh PMII Purworejo menolak kenaikan harga BBM bersubsidi.
Kedua, mendesak DPRD Purworejo untuk menyampaikan kepada pemerintah pusat bahwa masyarakat Purworejo meminta untuk segera menerapkan kebijakan subsidi tepat sasaran.

Huda menyebut, akan terus mengawal petisi yang disampaikan melalui DPRD Purworejo pada aksi kali ini. Jika dalam seminggu ke depan aspirasinya tidak disampaikan ia mengancam akan menurunkan masa yang lebih besar lagi.

“Jika tidak disampaikan kepada pemerintah pusat maka kami akan datang kembali dengan masa yang lebih banyak,” Kata Zaidul Huda selaku Ketua PMII Kabupaten Purworejo.

Dalam aksi ini masa berkumpul di depan Kantor Bupati Purworejo dengan membawa sejumlah atribut dari mulai panji-panji hingga poster dan spanduk bertuliskan kalimat protes terkait kenaikan harga BBM.

Orator terus membakar semangat para masa aksi yang sedang berkumpul. Salah satunya dengan menyanyikan lagu naik-naik ke puncak gunung tapi dengan lirik yang diubah menjadi naik-naik harga BBM naik.

“Naik-naik BBM naik, tinggi, tinggi sekali,” teriak orator dihadapan ratusan masa dan dikawal ketat oleh pihak kepolisian.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Purworejo Kelik Susilo Ardani mengapresiasi atas apa yang disampaikan PMII kepada DPRD Kabupaten Purworejo. Ia mengatakan, akan segera menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat.

“Tuntutannya kita kirimkan hari ini, untuk tindak lanjutnya kita akan bahas mungkin minggu depan kita juga akan mengundang temen-temen PMII untuk mengawal,” katanya. (P24-bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.