HukumPemerintahanPolitik

Kuatkan Budaya Literasi Pemilu, Bawaslu Purworejo Launching dan Bedah Buku Mozaik

53
×

Kuatkan Budaya Literasi Pemilu, Bawaslu Purworejo Launching dan Bedah Buku Mozaik

Sebarkan artikel ini
Bawaslu Kabupaten Purworejo meluncurkan Buku Mozaik Sejarah, Peran, dan Dinamika Pengawasan di Kabupaten Purworejo pada Selasa 9 Agustus 2022
Bawaslu Kabupaten Purworejo meluncurkan Buku Mozaik Sejarah, Peran, dan Dinamika Pengawasan di Kabupaten Purworejo pada Selasa 9 Agustus 2022

PURWOREJO, purworejo24.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menggelar acara Launching dan Bedah Buku Mozaik, Sejarah, Peran dan Dinamika Pengawasan di Kabupaten Purworejo, di Ruang Sidang Nur Hadi, kantot Bawaslu Kabupaten Purworejo, pada Selasa 9 Agustus 2022 malam.

Launching buku itu dilakukan langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Purworejo, Nur Kholiq, dengan ditandai penyerahan buku kepada para mantan pengawas pemilu dan mitra Bawaslu.

Selain melaunching buku Mozaik, Sejarah, Peran dan Dinamika Pengawasan di Kabupaten Purworejo, Bawaslu juga melaunching film pendek Bawaslu berjudul Ojo Wedi.

Adapun kegiatan Bedah Buku, Bawaslu menghadirkan tiga narasumber, diantaranya Ketua PWI Jateng, H Amir Mahmud NS, Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi pada Bawaslu Kabupaten Purworejo, Rinto Hariyadi dan Ketua KPU Kabupaten Purworejo, Dulrokhim.

Ketua Bawaslu Kabupaten Purworejo, Nur Kholiq, menjelaskan, buku Mozaik pengawasan (sejarah, peran, dan dinamika di Kabupaten Purworejo) itu merupakan bentuk nyata komitmen Bawaslu Kabupaten Purworejo untuk terus menguatkan budaya literasi pemilu di Kabupaten Purworejo.

“Sebelumnya beberapa karya pustaka juga telah diterbitkan oleh Bawaslu Purworejo, baik yang berupa majalah, buku serial khutbah pengawasan lintas agama, antologi puisi, maupun buku-buku yang isinya catatan hasil pengawasan dan penanganan pelanggaran Pemlu 2019 dan 2020,” ungkap Nur Kholiq.

Dikatakan, setidaknya ada dua alasan yang melatarbelakangi penulisan buku sejarah itu, yaitu Bawaslu Propinsi Jawa Tengah memandang perlu mendokumentasikan sejarah pengawasan dari masa ke masa. Rentan waktunya dibatasi pada perhelatan pemilu setelah reformasi. Pendokumentasian itu diwujudkan dalam bentuk penulisan buku sejarah pengawasan yang terjadi di masing-masing kabupaten/kota.

“Keinginan ini tentu bisa dipahami sebagai ikhtiar membangun budaya literasi pemilu. Pemikiran tersebut kemudian mendorong Bawaslu Propinsi Jawa Tengah memutuskan penulisan buku sejarah ini menjadi prioritas di tingkat kabupaten/kota pada tahun 2022. Buku sejarah ini juga menjadi kado istimewa dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bawaslu kabupaten/kota ke 4 pada tahun 2022,” katanya.

Menurutnya, secara obyektif, literaratur yang khusus membahas soal pengawasan pemilu masih sangat sedikit, setidaknya jika dibandingkan dengan literatur teknis penyelenggaraan pemilu. Kondisi obyektif itu mendorong juga dalam penulisan buku sejarah pengawasan itu.

“Harapannya akan semakin menambah khasanah literasi di bidang pengawasan pemilu. Pada gilirannya budaya literasi pengawasan pemilu juga diandalkan akan terus mengalami peningkatan,” harapnya.

Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi pada Bawaslu Kabupaten Purworejo, Rinto Hariyadi, mengatakan, Bawaslu membuat buku itu dari Panwas tahun 2004 sampai terakhir Pilkada pada tahun 2020. Buku berjudul Mozaik itu ditulis oleh 5 Komisioner Bawaslu Kabupaten Purworejo, yaitu Nur Kholiq, Rinto Haryadi, Anik Ratnawati, Ali Yafie dan Abdul Aziz.

“Kami ingin mendokumentasikan kerja-kerja Panwaslu terdahulu mulai dari tahun 2004 sampai tahun 2020, jadi buku ini bercerita tentang kisah-kisah perjalanan pengawas pemilu di era masing-masing, dengan dinamika seperti apa, proses pengawasannya seperti apa, termasuk dengan pelanggaran-pelanggarannya prosesnya seperti apa dan tentu dari tahun ke tahun, periode ke periode berbeda karena aturan atau perundangannya berbeda,” ujarnya.

Rinto berharap dengan diterbitkannya buku itu bisa memperkaya literiasi kepemiluan yang ada di Purworejo, karena selama ini dasar literasi ilmu pengawasan di Kabupaten Purworejo masih cukup minim.

“Nanti Bawaslu melalui buku ini akan memperbanyak khasanah keilmuan, memperkaya literasi, jadi referensi bagi temen-temen yang akan terjun di dunia kepemiluan,” jelasnya.

Dengan buku itu pula, lanjutnya, Bawaslu mengajak kepada seluruh masyarakat agar ikut terlibat dalam proses demokrasi melalui cerita-cerita terdahulu, bahwa pejuangan Panwaslu zaman dulu itu luar biasa meski dengan keterbatasan pendanaan, fasilitas tapi tetap bisa melakukan pengawasan dan sukses pemilu pada eranya.

“Harapannya masyarakat bisa terlibat dalam proses pemilu dari masa ke masa. Dan tentu ini juga menjadi prolog pemanasan kami mengumpulkan energi, menggugah spirit Bawaslu maupun masyarakat dalam menghadapi pemilu tahun 2024, di mana tahapan pemilu sudah berjalan yang saat ini adalah masuk dalam tahapan pendaftaran partai politik,” harapnya.

Buku Mozaik itu dibuat tidak untuk diperjual belikan kepada masyarakat dan hanya dicetak terbatas untuk mitra-mitra Bawaslu. Meski demikian bagi masyarakat bisa mengakses buku itu melalui website Bawaslu dan bisa mengunduh serta membacanya dalam bentuk PDF.(P24/Wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.