PolitikSeni Budaya

Lewat Monolog, KTP Angkat Spirit Soekarno di Bulan Bung Karno

122
×

Lewat Monolog, KTP Angkat Spirit Soekarno di Bulan Bung Karno

Sebarkan artikel ini
Achmad Fajar Chalik (Komunitas Teater Purworejo) KTP) mementaskan monolog berjudul Bisikan Bung Besar
Achmad Fajar Chalik (Komunitas Teater Purworejo) KTP) mementaskan monolog berjudul Bisikan Bung Besar

PURWOREJO, purworejo24.com – Spirit kejuangan Bung Karno diangkat Komunitas Teater Purworejo (KTP) lewat sebuah pagelaran monolog berjudul Bisikan Bung Besar yang diperankan oleh Ketua KTP, Achmad Fajar Chalik, pada Minggu 5 Juni 2022.

Berlangsung di ruang dalam Gedung DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pertunjukan sekitar 30 menit itu sukses mengajak puluhan penonton untuk kembali memahami pemikiran-pemikiran sekaligus meneladani jasa besar Sang Proklamator.

Bermain dengan menonjolkan sisi keaktoran, Achmad Fajar Chalik yang akrab disapa Jojon tampil cukup total sejak awal. Ia muncul mengejutkan dari deratan penonton menuju sebuah level hitam di panggung utama. Ia lalu menyatu dengan iringan biola dipadu alat musik akustik dan tradisional.

Adegan demi adegan diperankannya dengan gesture tubuh dan vokal dinamis. Tidak hanya tokoh sentral yang merupakan imajiner sosok rekan Bung Karno, Jojon juga beberapa kali berperan sebagai Bung Karno serta tokoh-tokoh terkait lainnya.

Naskah Monolog yang disajikan sore itu ditulis oleh pembina KTP, Haryanto Djee. Mengusung konsep surealis dengan setting tempat sebuah penjara imajiner, penonton diajak untuk berpikir lebih dalam untuk memahami setiap dialog dan adegannya.

Sederet perenungan disampaikan secara simbolis dengan menggambarkan beragam persoalan bangsa saat ini, lunturnya nasionalisme khususnya. Konflik yang dibangun dalam beberapa adegan lalu dilerai dengan beberapa dialog yang menjadi kunci pesan moral.

Seperti dalam dialog yang menggambarkan pentingnya Pancasila dan nilai gotong-royong dalam pertengahan pertunjukan.

Salah satu kalimat yang dilontarkan dalam monolog itu adalah “Marilah kita menyelesaikan karyo, gawe, pekerjaan, amal ini bersama-sama! Gotong-royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagian bersama. Holopis kuntul baris buat kepentingan bersama”.

Hingga pertunjukan berakhir, penonton juga diajak untuk melihat kilas balik perjuangan Bung Karno demi kemerdekaan Indonesia.

Ditemui usai pentas, Jojon menyebut Monolog Bisikan Bung Besar didedikasikan untuk merawat ingatan perjuangan Bung Karno yang lahir pada 6 Juni 1901. Ia bersama tim mengaku tertarik untuk menampilkan lakon itu mengingat sejumlah penonton yang hadir merupakan tokoh politik yang juga anggota DPRD dari Fraksi PDIP. Diharapkan, keteladanan Bung Karno lewat monolog yang disajikan sekaligus dapat memberi sepercik pencerahan.

“Sebagaimana kita tahu bahwa teater itu bukan sekadar tontonan, malinkan juga tuntunan. Karena itu, kami berharap pentas yang masih banyak keterbatasan ini dapat memberikan kontribusi untuk kemajuan pemikiran dalam membangun daerah dan bangsa,” katanya.

Sementara itu? Ketua DPC PDI Perjuangan yang juga Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, menyampaikan apresiasi terhadap pementasan yang disajikan KTP. Pihaknya mengaku, teater sengaja dihadirkan untuk melengkapi pembukaan rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang akan berlangsung selama Juni ini. Selain teater, pihaknya juga menggandeng pelukis purworejo untuk menggelar pameran lukisan Bung Karno bertajuk Bung Besar.

“Rangkaian peringatan Bulan Bung Karno dengan menggandeng para seniman ini merupakan bagian dari media pendidikan politik yang diinisiasi oleh partai. Harapannya momentum Bulan Bung Karno ini menjadi medan pengingat bagi kami, umumnya masyarakat Indonesia tentang pemikiran serta kepribadian sosok pendiri bangsa yang harus selalu kita teladani bersama,” ungkap Dion.(P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.