Angkat Heritage Pendopo Eks Kawedanan Kutoarjo, Empat Dinas di Purworejo Bakal Gelar Purworejo Creative Festival
Sebarkan artikel ini
Barongan Mahesa Suro menjadi salah satu penampil dalam event PCF
KUTOARJO, purworejo24.com – Empat dinas di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yaitu Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar), Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Dinkukmp), Dinas Perindustrian Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Dinperintransnaker) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), secara kolaborasi akan menggelar event akbar bernama Purworejo Creative Festival (PCF).
Event yang merupakan inisiasi dari pelaku seni Purworejo, Nungky Nur Cahyani ini juga mengundang Heru Prasetya selaku Direktur Mataya Heritage Solo sebagai kurator pameran yang akan digelar selama tiga hari yaitu pada tanggal 15, 16 dan 17 Juli 2022.
Berbagai penampilan/pertunjukan seni baik tari, musik, dan teater baik dari para seniman lokal Kabupaten Purworejo dan daerah lain akan mengisi dan mewarnai event bergensi itu yang mengambil tempat area trotoar Alun- alun Kutoarjo dan pendopo eks Kawedanan Kutoarjo (saat ini difungsikan sebagai Rumah dinas Wakil Bupati).
Nungky Nur Cahyani, inisiator dan sekaligus konseptor PCF kepada purworejo24.com mengatakan, PCF adalah even berbentuk pentas seni pertunjukan/hiburan unik non panggung yang bertempat di salah satu wilayah yang memiliki keunikan atau ciri khas di daerah Purworejo yakni di area pendopo eks Kawedanan Kutoarjo, dengan tujuan untuk mengangkat kekhasan heritage bangunan pendopo tersebut.
Selain panggung hiburan juga terdapat booth/stand pameran sekaligus sebagai tempat peragaan produksi bagi pengrajin (UMKM) yang langsung dijual dengan dikoordinir satu kasir oleh pihak penyelenggara untuk memudahkan pengecekan produksi dan penjualan.
Dan nantinya pengunjung atau penonton yang datang tidak dipungut biaya masuk atau gratis selama event berlangsung.
“Dalam event itu kami akan menampilkan 20 crafter yang karyanya akan dikurasi, dan 5 crafter luar kota. Yaitu pertunjukan tari, musik, teater dari Magelang, Solo, Malang dan seniman Purworejo.
Pertunjukan Topeng Ireng pada Safest 2019. yang juga diinisiasi Nungky Nur Cahyani.
Juga dipamerkan karya para perupa Purworejo, dalam konsep street art dengan memanfaatkan area trotoar Alun- alun Kutoarjo, dan pendopo eks kawedanan Kutoarjo/rumah dinas wakil bupati Purworejo untuk sesi workshop kreatifitas. Acara itu juga didukung oleh komunitas kopi Purworejo untuk turut berpartisipasi selama kegiatan berlangsung,” ungkap Nungky Nur Cahyani.
Disampaikan, maksud dan tujuan dilaksanakan event itu sebagai wujud kepedulian penyelenggaraan terhadap perkembangan seni kerajinan dan seni pertunjukan khususnya di daerah Purworejo, meningkatkan apresiasi seni kerajinan dan seni pertunjukan bagi masyarakat Purworejo dan sekitarnya, memberikan hiburan yang menarik, kreatif dan atraktif kepada masyarakat Purworejo dan sekitarnya.
Memberikan inspirasi bagi para insan kreatif Purworejo dan peserta festival, mengangkat kesenian kekhasan seni kerajinan Purworejo sekaligus seni pertunjukan tradisional kerakyatan Purworejo dan kontemporer serta memperluas wawasan kesenian di Purworejo, menguatkan ekosistem dan kegotongroyongan sebagai upaya pemajuan kebudayaan di daerah dengan strategi elaborasi pelaku seni kerajinan dan seni budaya di centrum-centrum budaya nasional.
“Ini dari bentuk kegelisahan insan panggung yang sementara berhenti akibat pandemi covid-19, dan memendam konsep-konsep dalam kepala juga karena pandemi. Lalu ini didukung penuh oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purworejo, yang kemudian menggandeng dinas-dinas yang lain dan menjadi event kolaborasi empat dinas pertama di Purworejo,” ujarnya.
Event dengan sasaran masyarakat umum, anak muda/mahasiswa itu, diharapkan bisa menjadi event bergengsi berlevel nasional, dan akan diselenggarakan sebagai event tahunan.(P24/Wid)