Gara-gara Status WA, Ratusan Warga Desa Guntur Geruduk Desa Donorati

oleh -
Puluhan warga Desa Guntur mendatangi Desa Donorati terpicu unggahan status WA salah satu warga Desa Donorati
Puluhan warga Desa Guntur mendatangi Desa Donorati terpicu unggahan status WA salah satu warga Desa Donorati

PURWOREJO, purworejo24.com – Akibat tersinggung dengan status WhatsApp tentang adanya penganiyaan salah satu warga desanya, ratusan warga Guntur geruduk Desa Donorati. Hal tersebut sontak membuat geger warga sekitar Desa Donorati Kecamatan Purworejo Jawa Tengah.

<

Ratusan warga Desa Guntur tersebut mendatangi Desa Donorati Kecamatan Purworejo, untuk meminta pertanggung jawaban dan klarifikasi atas video yang beredar pada status Whatsapp yang diunggah oleh salah satu warga Desa Donorati.

Kapolsek Purworejo AKP Bruyi Rohman menjelaskan, Kejadian ini bermula pada hari Sabtu malam 7 Mei 2022 dilaksanakan acara Halal Bi Halal di Desa Donorati. Saat kejadian tersebut warga Desa Guntur sedang kerasukan/mendem karena Ndolalak, dianiaya oleh warga Desa Donorati.

“Dan rekaman vidio kejadian (penganiyaan) tersebut diunggah di medsos oleh salah satu warga Desa Donorati,” katanya pada Kamis 12 Mei 2022.

Akibat kejadian tersebut warga Desa Guntur marah, dan mendatangi Desa Donorati, hari ini pada pukul 14.30 WIB. Untuk menyelesaikan hal tersebut pihak desa mengadakan audiensi di Balai Desa setempat.

Ratusan warga yang menggeruduk akhirnya Diterima oleh Kepala Desa Donorati Paryoto dan dimediasi oleh Kapolsek Purworejo AKP Bruyi Rohman. Dalam kesempatan tersebut Kapolsek menyampaikan agar persoalan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan, dengan kepala dingin, warga jangan melakukan tindakan anarkis yang dapat merugikan kedua belah pihak.

“Kami akan hadirkan orang yang mengupload video tersebut, tetapi tidak bisa sekarang mengingat kerawanannya, kami juga menyarankan agar nantinya peng-upload video membuat video klarifikasi dan permintaan maaf yang selanjutnya diunggah di media sosial,” katanya.

Kapolsek menghimbau jika ada pihak yang tidak bisa menerima atas dugaan kasus penganiayaan tersebut maka pihak yang merasa dirugikan bisa melaporkan ke aparat penegak hukum.

“Bisa dilaporkan ke Polsek Purworejo untuk ditindaklanjuti. hal ini menjadi pelajaran kita bersama dalam bermedia sosial agar tidak terjadi di kemudian hari,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Desa Donorati, Paryoto mengatakan pihaknya atas nama masyarakat Desa Donorati menyesali hal tersebut dan meminta maaf telah membuat gaduh suasana di Purworejo.

“Atas nama Warga Donorati, kami akan bertanggungjawab kepada korban penganiayaan dengan mengganti biaya pengobatannya,” katanya.

Setelah dilakukan mediasi, pada pukul 15.45 WIB masa dari kedua desa akhirnya membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing. (P24-bayu)

Tinggalkan Balasan