PURWOREJO, purworejo24.com – Upaya memperkuat kewaspadaan dini masyarakat dalam mencegah eskalasi konflik sosial terus dilakukan di Kabupaten Purworejo. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purworejo bekerja sama dengan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan Dialog Kewaspadaan Dini Masyarakat, Senin (25/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung dengan suasana interaktif tersebut dibuka langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Purworejo, Puguh Trihatmodjo, SH, MH. Hadir dalam kegiatan itu Ketua FKDM Kabupaten Purworejo H.M. Adi Prawira atau yang akrab disapa Gus Adi, Camat Purworejo, Camat Bruno, Camat Purwodadi, Sekcam Gebang, perwakilan 12 kecamatan lainnya, serta pengurus FKDM Kabupaten dan Kecamatan.
Dalam sambutannya, Puguh Trihatmodjo menegaskan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah, terutama menjelang agenda besar daerah seperti Pilkades Serentak 2027 yang tahapannya akan segera dimulai.
“Deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya eskalasi konflik sosial. Semua pihak harus bersinergi agar potensi konflik bisa diantisipasi sejak awal,” ujarnya.
Dialog yang dimoderatori oleh Lisnur dari FKDM Kabupaten Purworejo menghadirkan dua narasumber yang membahas strategi pencegahan konflik sosial secara komprehensif.
Narasumber pertama, M. Arwani dari FKDM Kabupaten Purworejo, memaparkan materi bertajuk “Sinergi Kuat, Lingkungan Aman”. Ia menekankan pentingnya membangun segitiga sinergi antara masyarakat, FKDM, dan pemerintah dalam upaya pencegahan konflik sosial.
Menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan melalui pola temu cepat, cek fakta, dan koordinasi agar informasi yang berkembang di masyarakat tidak memicu keresahan maupun konflik berkepanjangan.
Sementara itu, narasumber kedua, Nanang Agus Gutomo SE, MM, menjelaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mencegah konflik sosial. Ia menyampaikan bahwa FKDM, pemerintah, dan masyarakat perlu bergerak bersama dalam mempercepat penyelesaian persoalan sosial di lingkungan masing-masing.
“Deteksi dini, pemetaan wilayah rawan konflik, penguatan toleransi, budaya gotong royong, hingga respon cepat terhadap potensi konflik menjadi langkah penting dalam menjaga kondusivitas daerah,” jelas Nanang.
Dialog berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dan masukan dari peserta. Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain pola pendeteksian dini di tingkat kecamatan, kewaspadaan wilayah rawan bencana, fenomena anak usia sekolah yang bolos, arena adu ayam ilegal, kos bebas, hingga optimalisasi pos ronda dan siskamling.
Di akhir kegiatan, Ketua FKDM Kabupaten Purworejo, Gus Adi, didampingi pengurus FKDM Arbaah Mintaraga, menegaskan bahwa sinergi antara FKDM, pemerintah, dan masyarakat harus menjadi ruh dalam perjalanan organisasi FKDM di tingkat kabupaten maupun kecamatan.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan FKDM agar mampu mengaktualisasikan deteksi dini, waspada dini, dan cegah dini secara maksimal.
“Harapannya, melalui sinergi yang kuat, Purworejo tetap menjadi daerah yang guyub rukun, berseri, aman, dan kondusif,” pungkasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







