EkonomiHukumLingkungan HidupPemerintahanPertanian

Proses Penambangan Wadas Lanjut, Sebagian Lahan Siap di Aprasial

309
×

Proses Penambangan Wadas Lanjut, Sebagian Lahan Siap di Aprasial

Sebarkan artikel ini
Lokasi pembangunan Proyek Strategis Nasional Bendung Bener
Lokasi pembangunan Proyek Strategis Nasional Bendung Bener

PURWOREJO, purworejo24.com – Progres pembangunan Bendungan Bener memasuki babak baru. BPN Kabupaten Purworejo beserta sejumlah tokoh telah melaksanakan Penandatanganan Berkas Yuridis Inventarisasi dan Identifikasi Bidang Tanah Quarry dalam rangka Pembangunan Bendungan Bener Tahap II. Artinya lahan penambangan Quarry di Desa Wadas segera di Aprasial.

Kegiatan penandatanganan bertempat di rumah Sekdes Kaliwader Kecamatan Bener, Sri Mulyani, pada Sabtu 5 Maret 2022 pagi. Sejumlah tokoh dan pejabat yang hadir antara lain dari BPN Purworejo, Nurhasyim (Lurah Cacaban Kidul), aktivis LBH Nyi Ageng Serang, serta Sabar selaku Korlap Wadas Cerdas dan warga pro Quarry.

Sabar menjelaskan Penandatanganan Tahap II tersebut semula menargetkan 136 berkas bidang tanah milik warga Desa Wadas. Namun, terdapat 2 warga tidak hadir sehingga total yang ditandatangani hanya sebanyak 134 bidang.

“Sedangkan dalam Penandatanganan Tahap I, dilakukan terhadap 163 berkas bidang lahan warga. Dari kedua kegiatan ini, total 297 lahan telah ditandatangani berkas yuridis inventarisasi dan identifikasi lahannya,” katanya.

Menurut sabar, penandatanganan ini membuka harapan warga di Wadas, lahannya segera di-appraisal dan dibayar oleh pemerintah. Sebab, penandatanganan berkas yuridis merupakan awal dari kegiatan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) dan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk menaksir (apraisal) nilai lahan warga.

Setidaknya terdapat tiga harapan utama tentang pentingnya proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Bener untuk kemajuan bangsa menurut sabar, Pertama, mereka amat mengharapkan lahan yang dinilai tinggi akan memberikan modal untuk membuka usaha baru dan membeli lahan pengganti di tempat lain.

Kedua, penambangan andesit di desa Wadas menciptakan penghematan yang luar biasa bagi pembangunan bendungan Bener.  Konon 1,9 triliun rupiah bisa dihemat pemerintah bila penambangan dilakukan di desa Wadas.

“Kesediaan warga Wadas yang merelakan desa mereka dijadikan lahan tambang andesit merupakan salah satu bentuk pengorbanan dan patriotisme yang bernilai tinggi. Nilai 1,9 triliun yang dihemat, dapat dialokasikan pemerintah untuk kegiatan lain yang juga meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia,” katanya.

Sabar menambahkan harapan Ketiga warga yakni proyek Bendungan Bener merupakan harapan baru bagi warga khususnya di Jawa Tengah bagian selatan. Proyek ini memberikan harapan bagi perkembangan ekonomi warga karena akan mengairi lahan seluas 15.069 Ha, mengurangi debit banjir sebesar 210 M³/detik dan menyediakan pasokan air baku sebesar 1,60 M³/detik.

“Tidak hanya itu nantinya jika terealisasi PLTA, tenaga listrik yang dihasilkan dari proyek bendungan ini diperkirakan mencapai sebesar 6 Mega Watt. Jumlah energi listrik yang fantastis karena dapat mendukung cadangan listrik dari sejumlah daerah di Jawa Tengah bahkan sebagian Jawa barat,” katanya


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.