Bencana AlamKecelakaan

Lompat dari Bendungan Kedungloteng Setinggi 4 Meter, Seorang Pelajar Tewas Tenggelam

134
×

Lompat dari Bendungan Kedungloteng Setinggi 4 Meter, Seorang Pelajar Tewas Tenggelam

Sebarkan artikel ini
Seorang bocah tewas tenggelam di Bendungan Kedungloteng Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo
Seorang bocah tewas tenggelam di Bendungan Kedungloteng Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo

PURWOREJO, purworejo24.com – Seorang pelajar asal Desa Bener berinisial MFS (16) meninggal dunia setelah melompat dari Bendungan setinggi 4 meter. Anak tersebut tewas lantaran tidak bisa berenang saat bermain bersama teman-temannya di Bendungan Kedungloteng Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo.

Aris Fahani, Sekretaris Desa Kedungloteng yang sempat menolong anak tersebut mengatakan, sekitar pukul 14.02 WIB rombongan anak-anak (termasuk korban) berjumlah 4 anak orang bermain air di Bendungan Kedungloteng. Keempat anak tersebut bermain lompat-lompatan dari atas bendungan setinggi 4 meter dan dengan kedalaman air sekitar 3-4 meter.

“Mereka melompat dari bibir bendungan, Anak tersebut sudah diperingatkan temannya untuk tidak ikut lompat, karena temannya melihat korban tersebut ragu,” katanya, pada Senin 14 Maret 2022 petang.

Aris menambahkan, namun peringatan teman korban tak dihiraukan, anak tersebut tetap lompat ke dalam bendungan. Setelah beberapa saat akhirnya korban lompat ke dalam air, anak tersebut tidak kunjung muncul ke permukaan.

“Teman-temannya panik dan minta pertolongan kepada warga. Berhubung lokasi kejadian berdekatan dengan kantor Balai Desa Kedungloteng, ada warga yg lapor ke kantor desa,” katanya.

Aris bercerita Saat kejadian tersebut pihaknya sedang rapat bersama perangkat desa yang lain. Dengan laporan adanya laporan warga tersebut pihaknya dan perangkat yang lain langsung menuju lokasi kejadian.

“Itu kita sedang meeting, mendengar laporan trsebut kita langsung lari ke lokasi. Sesampai di lokasi kita langsung menuju tempat anak itu bermain air,  saya dan perangkat desa yang lain menyelam kedalam air,  dan Alhamdulillah beberapa saat langsung menemukan anak tersebut,” katanya.

Setelah berhasil menarik korban, Anis langsung mengangkat ke tepian bendungan. Namun naas nyawa korban yang beralamat di Desa Bener tersebut tak tertolong.

“Kita angkat ke tepi, kita berikan pertolongan pertama, Tetapi ternyata anak  tersebut sudah meninggal waktu di dalam air,” katanya.

Setelah berhasil dievakuasi dari dalam sungai, pihaknya langsung melaporkan kejadian meninggalnya pelajar tersebut ke Polsek, Koramil, Puskesmas, Kecamataan Bener dan Pemdes domisili anak dan keluarganya tinggal.

“Korban Anak kelas 9 SMP, domisilinya di Desa Kaliboto,” katanya. (P24-bayu/Wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.