EkonomiPemerintahanPendidikanSosial

Belum Dibayar, Subkon Pembangunan Gedung MTs N 7 Kebumen Gelar Aksi Demo Tagih Pembayaran

530
×

Belum Dibayar, Subkon Pembangunan Gedung MTs N 7 Kebumen Gelar Aksi Demo Tagih Pembayaran

Sebarkan artikel ini
Aksi injuk rasadi gedung mTS N Kebumen menuntut pembayaran
Aksi injuk rasadi gedung mTS N Kebumen menuntut pembayaran

KEBUMEN – Sejumlah warga yang mengataskan namakan sebagai Subkon dan mitra kerja juga penyedia/penyuplai barang bersama beberapa tenaga kerja lain dalam proyek pembangunan gedung SBSN MTs N 7 Kebumen, Jawa Tengah, tahun 2021, mendatangi gedung MTs N 7 Kebumen pada Selasa tanggal 29 Maret 2022.

Kedatangan mereka di MTs N 7 Kebumen guna menggelar aksi damai menuntut pembayaran kekurangan dana pekerjaan proyek yang belum terbayarkan dan meminta bantuan kepada pihak MTs N Kebumen sebagai penerima manfaat pembangunan gedung dan Kementerian Agama Kabupaten Kebumen sebagai penyedia anggaran, untuk memfasilitasi komunikasi terhadap PT. Reka Esti Utama yang menjadi pemenang lelang dan pelaksana pekerjaan proyek pembangunan gedung SBSN MTs N 7 Kebumen yang masih memiliki tanggungan pembayaran terhadap subkon dan penyedia material yang belum terbayarkan.

Dengan membawa sejumlah spanduk dengan berbagai tulisan, mereka melakukan orasi menuntut pihak PT untuk segera membayarkan tagihan kekurangan biaya yang belum terbayarkan.

Usai melakukan aksi demo, warga kemudian menggelar pertemuan mediasi bersama pihak MTs N 7 Kebumen, PPK, perwakilan Kemenag Kabupaten Kebumen dengan disaksikan oleh petugas Kepolisian Sektor Prembun dan Satpol PP Kebumen.

“Tujuan kami ke sini ya untuk meminta penyelesaian sisa- sisa pembayaran yang belum dibayarkan yaitu senilai total Rp 5.277.458.000, sementara uang yang sudah dibayarkan senilai Rp 910.000.000, dan pihak PT masih memiliki tanggungan yang belum dibayar sebanyak Rp 4,3 Miliyar lebih, dan sampai sekarang belum dibayarkan,,” ungkap Subkon, Ngatiman Ngatio bersama Anto Prasetyo saat ditemui usai mediasi.

Dikatakan, dirinya sengaja mengajak sejumlah orang yang bernasib sama dalam proyek pembangunan gedung itu untuk melakukan aksi demo agar mendapat respon dari pihak terkait untuk membantu menyelesaikan persoalan itu.

“Karena sampai sekarang belum dibayar, dan pihak PT sudah tidak bisa lagi dihubungi. Pokoknya kita minta kepada pihak MTs N 7 dan Kemenag untuk membantu mengkomunikasikan atau menghubungkan dan meminta kepada pihak PT untuk segera membayar walau tanpa keuntungan cukup kembali modal kami sudah cukup senang,” ujarnya.

Dikatakan, dengan aksi itu dirinya berharap ada perhatian dari berbagai pihak utamanya pelaksana pekerjaan proyek untuk segera membayar tagihan. Jika dalam waktu yang ditentukan tidal mendapat respon pihaknya akan kembali melakukan aksi demo kembali.

“Sementara menunggu kabar dari pihak sekolah dan PPK  yang akan membantu menghubungkan kami dengan pihak PT, jika tidak ada respon kami akan boikot dan duduki gedung MTs yang telah jadi karena tagihan belum dibayarkan,” tegasnya.

Hal senada juga dikatakan Edi Iryanto asal Temanggung yang menjadi pemilik toko besi atau penyuplai barang material sesuai pesanan dalam pembangunan gedung itu. Dirinya juga mengaku material yang disediakan sesuai pesenan belum terbayarkan.

“Total kerugiannya ya mencapai sekitar 2,5 miliyar lebih. Klo dihitung perbankan malah lebih dari 2,6 miliyar.  Yang menjadi beban itu saya pinjam perbankan jadi saya harus nanggung untuk membayar bunga per hari sebesar 800 ribu belum satu tahun kami harus memperbaharui kontrak jika tidak bisa membayar maka kewajiban kami adalah toko dan rumah kami tentu saja akan menjadi milik perbankan,” katanya.

Edi mengaku telah mengadukan persoalan itu ke pihak berwajib dengan harapan hak- hak dirinya bisa diterima sesuai dengan perjanjian awal.

Pejabat Pembuat Komitmen proyek pembangunan gedung MTs N 7 Kebumen, Khoirudin, mengatakan, proyek pembangunan gedung yang bersumber dari dana SBSN dengan jumlah pagu anggaran sebesar 7,2 Miliyar untuk pembangunan dua gedung dengan masing- masing tiga lantai tersebut telah dilakukan dengan baik dan sesuai prosedur.

Lelang melalui LPSE, KPA dan PPK MTsN 7 Kebumen juga melakukan pembayaran berdasarkan termin selesainya pekerjaan hingga selesai.  Adapun hubungan kekurangan pembayaran adalah menjadi wilayah kontraktor, atau pelaksana pekerjaan yaitu PT. Reka Esti Utama.

“Intinya para mereka yang datang ke sini itu untuk menyampaikan aspirasi bahwa mereka belum dibayarkan oleh pemborong. Kita bersama pihak MTs N 7 berkontrak dengan PT. Reka Esti Utama, jadi kita pembayaran proyek ya ke PT. Reka Esti Utama.

Sementara pihak PT. Reka Esti Utama saat itu memang diberi keleluasaan untuk menggandeng pekerja sendiri, supplier sendiri, akan tetapi ternyata di belakang ada permasalahan utang piutang atau barang atau pekerja yang belum dibayar dan memang semuanya sepenuhnya menjadi tanggung jawab PT. Reka Esti Utama selaku pemborong,” katanya.

Disampaikan, warga yang datang meminta kepada pihak MTs N 7 dan PPK untuk membantu mengkomunikasikan dengan pihak  PT. Reka Esti Utama.

“Kami sampai saat ini masih berusaha untuk komunikasi dengan pihak PT. Reka Esti Utama, dan akan kami upayakan untuk terus berkomunikasi agar dapat menyelesaikan persoalan ini, apalagi saat ini masih dalam masa pemeliharaan,” ujarnya.

Kepala MTs N 7 Kebumen, Muhammad Nazadudin Alim bersama Waka Kesiswaan, Bakri, mengaku prihatin atas persoalan itu. Pihaknya mengaku empati untuk membantu para pekerja yang belum terbayarkan.

“Yang bisa kami lakukan mencoba untuk mengkomunikasikan dengan pihak PT dan kami mohon pihak PT untuk segera menyelesaikan,” katanya.

Dikatakan, proyek pembangunan gedung itu merupakan proyek pembangunan kelas baru bagi MTs N 7 Kebumen. Bantuan pembangunan yang diberikan oleh pemerintah diberikan dua kali yaitu pada tahun anggaran 2020 dan 2021.

“Kita dapat bantuan untuk pembangunan gedung kelas baru, karena sekolah di lokasi lama yaitu yang berada di Kauman tidak memungkinkan untuk perkembangan akhirnya pemerintah memberikan bantuan. Rencana pembangunan ini sudah sejak lama, kita melakukan pengadaan tanah di tahun 2004 dan alhamdulillah tahun 2020 dan 2021 dapat bantuan dan pembangunan gedung kelas baru dibangun di lokasi pengadaan lahan yang baru,” ungkapnya.

Disebutkan, ada sekitar 899 siswa yang belajar di MTs N 7 Kebumen, dan pihak sekolah mengaku sangat berterimakasih terhadap pemerintah yang telah membantunya.

“Ini sebagai bentuk empati kita karena kita telah diberikan bantuan maka kita akan bantu kepada pihak yang bekerja yang belum terbayarkan. Harapannya pihak PT bisa menyelesaikan persoalan ini,” pungkasnya.(P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.