Viral Video Pemandu Karaoke Berseragam Putih Abu-abu, Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Purworejo Diminta Lakukan Investivigasi

oleh -
Pemandu karaoke berpakain seragam putih abu-abu
Pemandu karaoke berpakain seragam putih abu-abu

PURWOREJO, purworejo24.com – Video pemandu karaoke berseragam putih abu-abu yang viral di media sosial masih mendapat perhatian luas dari berbagai elemen masyarakat.

<

Salah satu tanggapan berasal dari Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) yang mendorong Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Purworejo untuk turun melakukan investigasi.

“Harus dipastikan apakah mereka ada yang anak-anak atau semua dewasa. Kalau sampai ditemukan masih di bawah umur, maka perlu bagaimana memperkuat perlindungan anaknya. Agar anak-anak tidak terpapar informasi ke tempat-tempat yang rentan kekerasan seksual,”  ucap Nur Laila Hafidhoh Direktur LRC-KJHAM saat dikonfirmasi purworejo24.com melalui sambungan telepon pada Kamis 13 Januari 2022.

Ditegaskan, PPPA Purworjeo harus memastikan dan memantau karaoke-karaoke yang ada di Kabupaten Purworejo agar terbebas dari eksploitasi seksual, khususnya anak-anak yang akan menjadi korban.

“Perlu pencegahan dari Pemda. Ciptakan budaya bebas kekerasan seksual. Jika ditemukan kasus, masyarakat harus peka dan bisa segera lapor ke polisi, pemerintah juga harus memetakan dan memastikan tempat-tempat yang rawan kekerasan seksual,” tegasnya.

Dijelaskan, Pasal 74 Ayat (2) Undang-Undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menjelaskan, bahwa pekerjaan terburuk anak meliputi segala pekerjaan dalam bentuk perbudakan atau sejenisnya.

“Segala pekerjaan yang memanfaatkan, menyediakan atau menawarkan anak untuk pelacuran, produksi pornografi, pertunjukan porno,” jelasnya.

Sementara itu Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Purworejo menuntut agar pihak berwajib segera menyelesaikan persoalan tersebut. Tidak hanya itu para penegak peraturan daerah harus menutup tempat hiburan malam yang tidak berijin.

“Segera diselesaikan agar tidak berlarut-larut, saya kira jika semua tempat berijin tentunya tidak masalah, naman dari data yang ada banyak yang belum memiliki ijin,” kata Satrio Tegar Iman, Ketua PMII Purworejo.(P24-bayu)