PURWOREJO, purworejo24.com – Akademi Kebidanan (Akbid) Bhakti Putra Bangsa (BPB) Purworejo berubah bentuk dan nama menjadi Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan Bhakti Putra Bangsa Indonesia (IBISA). Dengan perubahan itu, kampus yang semula hanya menyelenggarakan 1 program studi (Prodi), kini bertambah menjadi 4 program studi.
Peresmian IBISA secara simbolis ditandai dengan pemukulan gong dan potong tumpeng oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Bhimo Widyo Andoko S.H., M.H., bersamaan dengan acara Wisuda Prodi D3 Kebidanan Angkatan XI dan Sumpah Tenaga Kesehatan Tahun 2022 di Gedung Graha Bhakti Nusantara kampus setempat pada Sabtu 22 Januari 2022.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan Pelantikan Rektor dan Wakil Rektor IBISA periode tahun 2021-2025 yakni Ketua Yayasan BPB, Sarwoko, S.Ag., S.Kep., Ns., M.Kes., menetapkan Nurma Ika Zuliyanti S.ST., M.Kes., sebagai Rektor, Tri Puspa Kusumaningsih S.ST., M.Kes., sebagai Wakil Rektor I, dan Fetty Chandra Wulandari S.ST., M.Kes., sebagai Wakil Rektor II.
Rektor IBISA dalam saat dikonfirmasi purworejo24.com menyampaikan bahwa perubahan AKBID menjadi IBISA tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tanggal 29 September 2021 Nomor 433/E/O/2021.
Selain D3 Kebidanan, perubahan juga diikuti penambahan 3 Prodi baru, yakni S1 Informatika, S1 Bisnis Digital, dan S1 Sains Data. Selanjutnya IBISA mengangkat brand dengan jargon Inovatif, Berjiwa Muda, Intrapreneurship, Smart Adaptif.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas terwujudnya Ibisa. Tentunya ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak sehingga kami ucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya,” kata Nurma Ika Zuliyanti. Pada Minggu 23 Januari 2022.
Menurutnya, wisuda D3 Prodi Kebidanan tahun akademik 2020/2021 ini diikuti angkatan terakhir mahasiswa AKBID, tetapi menjadi angkatan pertama dengan status IBISA. Dari 22 wisudawati, terdapat 5 orang berpredikat Dengan Pujian dan 17 orang lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.
“Semoga alumni D3 Kebidanan IBISA dapat menjadi bidan yang profesional, handal, dan berkompeten,” ungkapnya.
Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah memberikan apresiasi atas terwujudnya IBISA. Pihaknya berharap, IBISA dapat bersungguh-sungguh merealisasikan visi yang telah dirumuskan, yakni menjadi perguruan tinggi bermutu yang berwawasan kewirausahaan di tingkat regional pada tahun 2032.
“Saya secara khusus menggarisbawahi bahwa kata berwawasan kewirausahaan ini dapat dimaknai sebagai suatu kesiapan dari lulusan Ibisa dalam menjawab tantangan global ke depan,Perguruan tinggi dituntut untuk membekali mahasiswanya dengan berbagai kompetensi dan keahlian yang implementatif di dunia kerja. Kompetensi inilah yang menjadikan lulusan kita berkualitas dan berdaya saing tinggi,” katanya.
Hal senada disampaikan Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti. Dengan perubahan bentuk dan nama, diharapkan Ibisa memiliki jangkauan yang lebih luas, baik dari sisi disiplin ilmu maupun jangkauan teritorialnya.
“Saya melihat, perguruan tinggi yang semula bernama Akbid Bhakti Putra Bangsa Purworejo ini mengalami perkembangan yang sangat pesat dari waktu ke waktu, yang tentunya tidak terlepas dari kemampuan manajerial para pemimpinnya,” ungkapnya.
Kepada para wisudawati, Yuli Hastuti menegaskan bahwa negara memang berkewajiban menyediakan lapangan kerja bagi setiap warga negara. Namun, kita mesti juga memahami bahwa ternyata saat ini terjadi ketidakseimbangan antara angkatan kerja dan dunia kerja.
“Situasi ini hendaknya jangan dijadikan sebagai kendala, melainkan tantangan luar biasa yang mesti dihadapi bersama,” tegasnya. (P24-bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









