EkonomiPertanian

Seorang Guru SMP di Purworejo, Raup Omset Jutaan Rupiah Dengan Bisnis Bunga Anggrek

296
×

Seorang Guru SMP di Purworejo, Raup Omset Jutaan Rupiah Dengan Bisnis Bunga Anggrek

Sebarkan artikel ini
Seorang Pembeli di kebun Anggrek milik Marcel di Jalan Kartini Gg. Durian Sindurjan Kabupaten Purworejo
Seorang Pembeli di kebun Anggrek milik Marcel di Jalan Kartini Gg. Durian Sindurjan Kabupaten Purworejo

PURWOREJO, purworejo24.com – Di tengah pandemi covid-19, menanam dan merawat tanaman hias tengah menjadi tren bagi masyarakat. Apalagi yang ditanam merupakan tanaman yang mempunyai harga jual seperti Bunga Anggrek. Selain untuk mengisi waktu luang, ternyata juga dapat menjadi peluang bisnis baru yang menjanjikan dan mencapai omset hingga 4 juta perbulannya.

Ratusan anggrek berbagai jenis dapat ditemukan di Jl. Kartini Gang Durian, RT 1 RW 6, Kelurahan Sindurjan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang  merupakan rumah pasangan suami istri Bapak Marcel  dan Bu Emi. Saat pandemi Covid-19 seperti saat ini, mereka memiliki kesibukan baru, yakni melayani warga dan pembeli yang berkunjung ke kebun anggrek milik mereka.

“Kita mulai sejak awal pandemi, berawal dari hobi suka dengan anggrek maka sekalian kita jual belikan dan kebetulan di sini (rumah) menjadi sekretariat Sahabat Anggrek Indonesia (SAI) untuk wilayah kabupaten Purworejo,” kata Marcel yang merupakan Guru di SMPN 2 Purworejo kepada Purworejo24.com saat ditemui di kebun anggrek miliknya pada Rabu (08/12/2021).

Bunga anggrek koleksi Marcel di Jalan Kartini Gg. Durian Sindurjan Kabupaten Purworejo
Bunga anggrek koleksi Marcel di Jalan Kartini Gg. Durian Sindurjan Kabupaten Purworejo

Di luar dugaan pasangan suami istri tersebut, ternyata pandemi tidak menyurutkan hasrat para penghobi dan pecinta anggrek untuk memilikinya, hingga rela merogoh kantong demi mendapatkan anggrek yang diidamkan. Meskipun di awal pandemi juga sempat turun penjualannya namun kali ini berangsur-angsur membaik dan meningkat. Bahkan, pengunjungnya tak hanya warga Purworejo, tapi juga dari luar kota seperti Malang, Kebumen, Magelang dan sekitarnya.

Harga anggrek yang ditawarkan cukup terjangkau berkisar mulai dari Rp65 ribu hingga Rp 400 tergantung jenis dan kualitas bunga anggrek yang tersedia. Sementara untuk jenis yang paling banyak dicari adalah anggrek bulan dan anggrek Dendrobium yang memiliki bunga indah dan harganya cukup terjangkau.

Setidaknya puluhan bahkan ratusan tanaman anggrek di kebun samping rumahnya setiap hari didatangi pembeli yang terpikat akan keindahan bunga anggrek miliknya. Mulai dari Anggrek Dendrobium, Anggrek Tebu, Anggrek Bulan, Anggrek Bulan Kalimantan, Anggrek Sendok, Anggrek Grama, Anggrek Kriting, Anggrek Raja Joas, Anggrek Kalajengking, dan juga Anggrek Jenis Vanda tersedia di kebunnya.

“Kita ambilnya (bibit) dari petaninya langsung, kita besarkan dan siap jual makanya harga Anggrek disini bisa lebih murah dari pada yang ada di pasaran, harga Dendrobium rata-rata 60 ribuan dan untuk anggrek bulan 150 ribuan itu yang paling banyak dicari pembeli,” katanya.

Dibantu istrinya, setiap hari Marcel sibuk merawat tanaman anggrek sekaligus melayani pengunjung dari masyarakat umum pecinta anggrek serta dari instansi-instansi yang membutuhkan untuk hiasan ruangan di kantornya.  Mereka mengaku, secara tidak sengaja menemukan peluang bisnis tersebut di tengah pandemi yang memang bermula dari hobi sang mengoleksi bunga anggrek.

Bisnis jual beli bunga anggrek miliknya yang memang baru dilakukan sejak awal pandemi bisa menambah pemasukan bagi keluarganya di samping ia juga mengajar di SMP Negeri 2 Purworejo sebagai guru.

“Merawat Anggrek memang tidak sesulit memelihara binatang yang setiap saat harus di pantau, saya kira lebih simpel memelihara bunga dan potensi kerugiannya relatif lebih kecil,” katanya.

Marcel mengaku harga yang miring tersebut karena dirinya sebagai Anggota SAI juga bertujuan mengenalkan anggrek di Purworejo bahkan ke depannya ia ingin Purworejo dikenal dengan Kota Anggrek. Selain menjual anggrek ia juga menjual pupuk organik untuk merangsang pertumbuhan anggrek yang ia buat sendiri.

“Kalau pupuk kita buat sendiri dan kita pasarkan biasanya pembeli membeli bunga sekalian dengan pupuknya,” ujarnya.

Sementara itu Intan, warga perumahan KBN salah satu pembeli mengungkapkan koleksi di kebun anggrek milik Marcel cukup lengkap dan harganya terjangkau. Ia mengaku membeli anggrek untuk hadiah teman kantornya yang juga sesama pecinta Anggrek.

“Infonya disini anggreknya bagus-bagus dan ternyata memang bagus,” katanya setelah memborong tiga anggrek bulan. (P24-bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.