Kenang Perjuangan Jenderal Ahmad Yani, FKUB Gelar Kenduri Agung dan Doa Bersama Lintas Agama

oleh -
Doa Bersama Lintas Agama dan Kenduri Agung di rumah Pahlawan Revolusi Jenderal Ahamd Yani di Rendeng, Gebang Purworejo
Doa Bersama Lintas Agama dan Kenduri Agung di rumah Pahlawan Revolusi Jenderal Ahamd Yani di Rendeng, Gebang Purworejo

GEBANG, purworejo24.com – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, bersama Kementerian Agama. dan Pemerintah Desa Rendeng Kecamatan Gebang, menggelar kegiatan doa bersama di halaman rumah almarhum Jendral Ahmad Yani, di Desa Rendeng, Kecamatan Gebang, pada Rabu (29/9/2021) malam. Doa bersama yang dikemas dengan acara Kenduri Agung itu dilaksanakan untuk mengenang sekaligus mendoakan almarhum Jendral Ahmad Yani yang gugur dalam peristiiwa Gerakan 30 September (G30S) PKI tahun 1965.

Selain diisi tahlil, Kenduri Agung juga diisi dengan doa bersama yang dilakukan oleh perwakilan dari 4 pemuka agama yang ada di Desa Rendeng, yaitu agama Islam, Kristen, Katholik dan Budha, pemotongan tumpeng dan napak tilas sejarah perjuangan Jendral Ahmad Yani yang disampaikan oleh budayawan Purworejo, Soekoso DM.

Acara itu dihadiri oleh sekitar 50 orang terdiri atas tokoh masyarakat, pemuda dan tokoh agama, Kemenag, Camat Gebang, Kepala kesbangpol dan semua anggota FKUB Kabupaten Purworejo.

“Kenduri Agung dan napak tilas perjuangan Jendral Ahmad Yani ini kami gelar sebagai rangkaian acara dalam rangka pencanangan Desa Sadar Kerukunan di Desa Rendeng Kecamatan Gebang,” kata Ketua FKUB Kabupaten Purworejo, KH Khabib Sholeh, saat ditemui disela kegiatan.

Diungkapkan, kegiatan itu dilaksanakan dimulai dengan pengajuan desa sadar kerukunan, yaitu dua desa di Kecamatan Pituruh dan desa di Kecamatan Gebang. Dalam pengusulan, Kementrian Agama (Kemenag) Purworejo akhirnya memilih dan mengusulkan Desa Rendeng Kecamatan Gebang sebagai desa sadar kerukunan.

“Desa Rendeng ini meliputi empat agama yang ada yaitu ada Islam, Kristen, Katholik dan Budha. Alhamdulillah pada Juli 2021 lalu kemarin SK Kanwil keluar, tentang desa sadar kerukunan untuk Desa Rendeng ini,” ungkapnya.

Budayawan Purworejo Soekoso DM memaparkan kisah perjuangan Jenderal Ahmad Yani saat Kenduri Agung, Rabu (29/9/2021) malam.
Budayawan Purworejo Soekoso DM memaparkan kisah perjuangan Jenderal Ahmad Yani saat Kenduri Agung, Rabu (29/9/2021) malam.

Untuk Jawa Tengah, lanjutnya, terdapat 6 Kabupaten dari 35 Kabupaten/kota yang diusulkan dan ada desa sadar kerukunan, salah satunya adalah Desa Rendeng di Kecamatan Gebang.

“Rangkaianya acaranya sudah dilakukan sejak kemarin, dimulai dengan bersih-bersih tempat ibadah seperti Masjid, Vihara dan Mushola. Dan malam hari ini napak tilas perjuangan Jendral Ahmad ayani yang diletakkan di rumah almarhum dengan acara Kenduri Agung, dimana kegiatanya ada tahlilan, doa bersama lintas agama dari Islam, Kristen, Katholik dan Budha,” jelasnya.

Adapun pencanganan desa sadar kerukunan untuk Desa Rendeng, masih akan dilaksanakan pada Kamis (30/9/2021) pagi. Pencanangan akan ditandai dengan penandatangan prasasti dan simbolis penanaman dua pohon serta dialog antar umat beragama yang dilaksanakan di balai desa Rendeng.

“Napak tilas ini harapan kami kerukunan yang sudah berjalan baik ini secara alami bisa dipertahankan bukan saja ditingkat elit saja namun juga sampai di akar rumput, lalu budaya yang ada di Desa Rendeng walaupun multi agama tapi bisa dipertahankan,” harapnya.

Menurutnya kegiatan itu sangat penting dilaksanakan, sebagai momentum yang luar biasa terhadap kepahlawanan Jendral Ahmad Yani yang gugur dalam G30s PKI.

“Untuk mengingatkan serta mengenang jika salah satu rumah jendral itu ada di Desa Rendeng, maka untuk mengenang beliau yaitu seorang jendral yang pemberani yang ikhlas untuk mendamarbaktikan pikiran bahkan jiwa raganya demi negara dan demi tegaknya ideologi pancasila. Acara ini juga agar tidak lalai dengan sejarah dan harus diuri -uri. Maka harapan kami bisa kita bisa meneladani dan mampu untuk berjuang sesuai dengan bidangnya masing-masing sesuai dengan kemampuanya masing-masing, bahwa hidup itu adalah untuk berjuang,” bebernya.

Keponakan almarhum Jendral Ahmad Yani, Bambang Purnawanto, mengaku senang dengan kegiatan doa bersama, launching atau deklatasi desa sadar kerukunan sekaligus napak tilas yang digelar di rumah mendiang almarhum.

“Agar masyarakat Purworejo teringat bila disini ada pahlawan yang berjasa. Keluarga sangat senang karena ada sejarah Jendral Ahmad Yani di Desa Rendeng ini,” pungkasnya.(P24/Drt)