PURWOREJO, purworejo24.com – Sejumlah teroris bersenjata api menyerbu rumah dinas Bupati Purworejo, Jawa Tengah dan menyandera bupati dan belasan pejabat daerah yang tengah melakukan rapat tertutup. Para teroris ini bahkan meminta uang tebusan 10 miliar rupiah dan mengancam akan membunuh para pejabat jika keinginannya tidak dipenuhi. Namun akhirnya para teroris berhasil dilumpuhkan dan para pejabat diselamatkan.
Hal ini merupakan bagian dari skenario simulasi penganggulangan teroris dilakukan oleh Batalayon Raider 412 Purworejo Jawa Tengah pada Selasa (22/12/2020) pagi. Simulasi tersebut merupakan latihan pemantaban Raider yang digelar untuk mengasah kesiap kesiagaan prajurit menghadapi terorisme.

Diceritakan Pendopo Kabupaten Purworjeo sudah dikuasai sekawanan teroris bersenjata lengkap. Para pelaku juga menyandera Bupati Purworejo beserta Sekretaris Daerah dan belasan camat. Mereka juga meminta tebusan sebesar 10 miliar sebagai syarat pembebasan para pejabat tersebut, dengan disertai ancamaan jika tidak ada pembayaran tebusan, setiap 10 menit mereka akan membunuh satu sandera yang ada.
Mendapat informasi adanya teroris di wilayah Purworejo, Tim Yonif 412 Raider Kostrad langsung bergerak ke TKP dengan menggunakan dua media dalam waktu bersamaan yaitu darat dan udara. Sesampainya di pendopo, tim gultor mendapat perlawanan dari teroris., namun berkat koordinasi yang baik dengan semua lini, personel Yonif 412/BES berhasil menyelamatkan bupati dan para ppejabat dari sandera dengan waktu kurang 2 menit.
Komandan Brigade Infanteri (Brigif) Mekanis Raider 6/2. Letkol Dody Trio Hadi menjelaskan bahwa kegiatan latihan bertujuan untuk memantapkan kemampuan prajurit dalam melaksanakan tugas operasi penyelamatan dan atau untuk melindungi obyek penting negara. Latihan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan anggota dengan peralatan yang lebih modern. Selain menggunakan senjata terbaru yang mereka miliki, mereka juga menggunakan helikopter terbaru yang dimiliki TNI AD. Khusus untuk latihan ini mereka mendapatkan pinjaman dari Penerbad berupa helikopter seri Bell 412.
“Targetnya adalah menyelamatkan tokoh dengan cepat, senyap, tepat. Latihan ini juga untuk meningkatkan kemampuan prajurit menggunakan alutsista (alat utama sistem pertahanan) yang canggih,” katanya, selaku komandan latihan (Danlat), dalam acara tersebut.
Komandan Batalyon (Danyon) Infanteri Mekanis Raider 412/BES, Mayor Inf Mochammad Renaldy Herbowo menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan simulasi rutin yang diadaka setiap akhir tahun. Hal itu guna mengantisipasi jika adanya terorisme yang mengancam pejabat daerah.
“Ini namanya Latihan Pemantapan Raider yang dilakukan selalu di penghujung tahun,” katanya kepada purworejo24.com
Untuk persiapan latihan pemantapan tersebut pihaknya menyebut sudah lebih dulu dilakukan latihan orang per orang. Sebelumnya persiapqn latihan pemantapan tersebut sudah dipersiapkan selam 3 hari.
“Kita lebih banyak sinkronisasi antara media udara (helikopter) dan media darat (kendaraan lapis baja),” katanya. (P24-Bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








