Gilingkan Daging Kurban Jadi Bakso, Warga Rela Antre Berjam-jam
Sebarkan artikel ini
Antrean di penggilingan daging Pasar Baledono
PURWOREJO, purworejo24.com – Hari Raya Idul Adha 1441 H yang jatuh pada Jumat lalu (31/07/2020) telah berefek besar pada usaha penggilingan daging di pasar Baledono Kabupaten Purworejo. Jumlah konsumen yang menggunakan jasa penggilingan daging melonjak tajam. Masyarakat bahkan harus rela antre brjam-jam untuk menggilingkan daging hewan kurban menjadi bakso.
Rada, salah satu karyawan penggilingan daging di Kios Penggilingan Pak Karno, mengatakan bahwa terjadi penaikan konsumen yang tajam pada kios tempat ia bekerja. Pada hari biasa, kiosnya hanya dikunjungi 1 hingga 5 konsumen. Namun dalam suasana hari raya ini, dalam sehari kiosnya mampu dikunjungi hingga lebih dari 100 konsumen.
“Kalau hari biasa, konsumen yang ada tidak pasti, paling banyak 5 konsumen itupun dari pedagang bakso saja. Kalau di hari raya seperti saat ini, kios dapat dikunjungi sekitar 100 lebih konsumen. Konsumen yang datang kebanyakan dari warga biasa yang ingin menggilingkan daging hasil kurban,” jelasnya.
Antrean di penggilingan daging Pasar Baledono
Rada juga menjelaskan kendati ramai, mereka tidak menaikan tarif jasa penggilingan daging, Tarif masih sama dengan hari-hari biasanya yaitu Rp 5.000/kg. Rada juga menambahkan dalam suasana hari Raya Idul Adha seperti saat ini, kiosnya mampu menggiling 1 hingga 2 kuintal daging sapi per harinya.
“Harga penggilingan masih sama, 5 ribu per kilonya. Kalau untuk jumlah daging yang digiling Idul Adha Jumat lalu, kira-kira 1 sampai 2 kuintal daging sapi. Kalau hari biasa tidak pasti, karena konsumennya juga tidak pasti datang,” ungkapnya.
Mengantisipasi kepadatan konsumen, kios tempat Rada bekerja memutuskan untuk membuka kios lebih awal, yang biasanya buka pukul 06.00 menjadi pukul 04.00.
“Karena konsumennya melonjak, kios buka jadi pukul 04.00 sampai sore. Kalau hari biasa, kios buka pukul 06.00,” ujarnya.
Salah satu konsumen asal Baledono, Yuli, mengaku bahwa dirinya telah mengantri selama 1 jam untuk menggiling bakso. Yuli memilih menggiling daging kurban Idul Adha agar daging dapat disimpan lebih lama.
“Saya sudah mengantri sekitar 1 jam untuk menggiling satu setengah kilo daging sapi. Daging sapi hasil kurban saya giling dan akan dibuat langsung menjadi bakso agar daging dapat bertahan lama. Belum lagi karena saya tidak memiliki lemari es, maka daging harus segera diolah,” jelasnya.
Namun demikian, lonjakan konsumen penggilingan daging saat ini tidak sebanyak pada hari Raya Idul Adha tahun lalu. Penyebabnya ialah pandemi Covid-19. Hal tersebut sangat disayangkan oleh Rada mengingat kebutuhan keluarga yang justru semakin menungkat terutama untuk pendidikan anak-anaknya. Rada berharap agar pandemi dapat segera usai agar dirinya mampu bekerja dan berpenghasilan seperti awal.(P24-P1 )